Selular.id – Samsung dilaporkan telah memulai pengujian internal untuk sistem antarmuka terbaru mereka, One UI 9, yang diproyeksikan bakal memulai debutnya pada generasi ponsel lipat mendatang, Galaxy Z Fold 9 dan Galaxy Z Flip 8.
Langkah ini tergolong sangat awal mengingat perangkat tersebut baru dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026.
Data dari server internal raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut menunjukkan adanya aktivitas pengembangan perangkat lunak yang intensif guna memastikan integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) berjalan lebih mulus dan responsif.
Persiapan dini ini mencerminkan ambisi Samsung untuk mempertahankan dominasinya di pasar ponsel lipat yang semakin kompetitif.
Dengan memulai pengujian perangkat lunak lebih cepat dari jadwal biasanya, perusahaan bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis atau bug yang sering muncul pada sistem operasi baru.
Fokus utama dari pengembangan One UI 9 disebut-sebut terletak pada optimalisasi pengalaman layar besar dan penyempurnaan fitur multitasking yang menjadi nilai jual utama seri Fold.
Langkah strategis ini juga menjadi jawaban atas semakin matangnya ekosistem Android yang kini lebih ramah terhadap perangkat dengan layar fleksibel.
Samsung nampaknya tidak ingin sekadar memberikan pembaruan estetika, melainkan sebuah lompatan fungsionalitas yang signifikan.
Pengujian yang dilakukan pada prototipe Galaxy Z Fold 9 ini menandakan bahwa arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak dikembangkan secara paralel untuk mencapai performa yang paling optimal saat produk tersebut akhirnya menyapa konsumen.
Fokus pada Integrasi AI dan Pengalaman Layar Lipat
Basis utama dari One UI 9 kemungkinan besar akan dibangun di atas Android 16, versi sistem operasi terbaru dari Google yang juga tengah dalam tahap pengembangan. Integrasi yang lebih dalam dengan fitur-fitur kecerdasan buatan atau Galaxy AI diprediksi menjadi tulang punggung dari antarmuka ini.
Samsung berupaya membuat asisten digital dan fitur otomatisasi di dalam ponsel menjadi lebih proaktif dalam memahami kebiasaan pengguna, bukan sekadar bereaksi terhadap perintah suara atau ketukan jari.
Pada Galaxy Z Fold 9, One UI 9 diharapkan mampu menghadirkan transisi yang lebih halus saat pengguna berpindah dari layar luar ke layar utama yang lebih lebar.
Pengembang perangkat lunak Samsung tengah menggodok cara agar aplikasi dapat menyesuaikan tata letaknya secara instan tanpa adanya jeda atau lag visual.
Hal ini krusial karena kenyamanan penggunaan dalam mode lipat seringkali ditentukan oleh seberapa cerdas sistem operasi mengelola ruang layar yang dinamis.
Sementara itu, untuk Galaxy Z Flip 8, pembaruan ini diprediksi akan membawa lebih banyak utilitas pada layar sampul atau cover screen.
Seiring dengan tren layar luar yang semakin membesar, Samsung ingin memberikan kemampuan bagi pengguna untuk melakukan lebih banyak aktivitas produktif tanpa perlu membuka ponsel sepenuhnya.
Optimalisasi ini mencakup peningkatan fitur navigasi, balasan pesan yang lebih cerdas, hingga kontrol perangkat pintar di rumah langsung dari layar kecil tersebut.
Dinamika industri menunjukkan bahwa masa pengembangan perangkat lunak kini menjadi sama pentingnya dengan inovasi perangkat keras.
Para kompetitor dari Tiongkok terus membayangi dengan antarmuka yang semakin ramping dan cepat, sehingga Samsung perlu memastikan bahwa One UI tetap menjadi standar emas dalam hal fitur dan stabilitas.
Pengujian yang dilakukan sejak awal tahun 2026 ini memberikan ruang bagi tim pengembang untuk melakukan iterasi berkali-kali berdasarkan masukan dari pengujian internal yang ketat.
Selain aspek fungsional, keamanan data juga menjadi pilar utama dalam pengembangan One UI 9. Samsung dikabarkan memperkuat sistem Knox mereka agar lebih tangguh menghadapi ancaman siber yang semakin canggih.
Perlindungan privasi berbasis perangkat keras akan dipadukan dengan enkripsi perangkat lunak yang lebih kuat, memberikan rasa aman bagi pengguna kelas bisnis yang sering menggunakan seri Fold sebagai alat kerja utama mereka.
Kehadiran One UI 9 yang lebih awal dalam radar pengembangan juga memberikan sinyal bagi para pengembang aplikasi pihak ketiga untuk segera bersiap.
Samsung biasanya menyediakan akses terbatas bagi pengembang terpilih agar aplikasi populer seperti media sosial dan perangkat kerja dapat langsung mendukung fitur-fitur baru saat ponsel diluncurkan.
Kerja sama erat dengan ekosistem aplikasi ini menjadi kunci mengapa perangkat lipat Samsung masih memegang kendali pasar global hingga saat ini.
Melihat linimasa yang ada, versi beta dari One UI 9 kemungkinan baru akan tersedia bagi publik pada akhir tahun 2026 setelah peluncuran resmi Galaxy Z Fold 9 dan Z Flip 8.
Perjalanan panjang dari tahap pengujian internal hingga distribusi massal ini akan menentukan apakah Samsung berhasil membawa pengalaman pengguna ke level yang lebih tinggi atau hanya sekadar memberikan penyegaran rutin.
Segala inovasi yang tengah dipersiapkan ini pada akhirnya bertujuan untuk memperkokoh posisi ponsel lipat bukan lagi sebagai barang hobi, melainkan kebutuhan utama bagi masyarakat modern.
Baca juga :Â 7 HP Murah Setara Samsung A07 5G, Harga Terjangkau dan Jaringan 5G




