Thursday, 26 February 2026
Selular.ID -

Kurangi Ketergantungan,Telkomsel Diversifikasi Vendor 5G

BACA JUGA

Selular.ID – Pemerintah Republik Indonesia mewajibkan konsultasi teknologi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan infrastruktur digital strategis, termasuk jaringan 5G.

Kebijakan ini muncul di tengah langkah Telkomsel yang melakukan diversifikasi vendor perangkat base transceiver station (BTS) 5G guna memperkuat ketahanan jaringan dan memastikan keberlanjutan operasional.

Kewajiban konsultasi tersebut menjadi bagian dari dinamika hubungan dagang dan teknologi antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya pada sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa koordinasi dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar global, transparansi rantai pasok, serta mitigasi risiko keamanan siber dalam pembangunan jaringan generasi kelima.

Dalam konteks tersebut, dijelaskan Juanita Erawati, VP Global Network Operation, Telkomsel, Telkomsel mengambil langkah strategis dengan memperluas portofolio mitra penyedia perangkat jaringan.

Hal ini berkaca ketika perusahaan teknologi China seperti Huawei dan ZTE sempat dilarang beroperasi oleh Amerika Serikat.

Pasalnya, infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G di Indonesia saat ini mayoritas menggunakan perangkat hasil kerja sama dengan perusahaan teknologi asal China.

“Diversifikasi vendor BTS 5G dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam penggelaran jaringan di berbagai wilayah, Telkomsel ada 3 vendor”ujar Juanita, di sela-sela peluncuran program Siaga Rafi di Jakarta, (25/02/26).

Langkah Telkomsel sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan teknologi yang memenuhi prinsip keamanan, interoperabilitas, dan efisiensi investasi.

Diversifikasi yang dilakukan bukan sekadar penambahan pemasok, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas layanan data berkecepatan tinggi serta memperluas cakupan 5G secara bertahap.

Dalam beberapa tahun terakhir, implementasi 5G di Indonesia masih berada pada fase ekspansi terbatas.

Operator, termasuk Telkomsel, menggelar layanan 5G di sejumlah kota besar dengan pendekatan bertahap, menyesuaikan kesiapan spektrum frekuensi, perangkat, serta ekosistem industri.

Diversifikasi vendor BTS dinilai dapat membantu operator mengoptimalkan investasi sekaligus menekan risiko gangguan pasokan global.

Dari sisi bisnis, strategi multi-vendor juga memberikan ruang negosiasi yang lebih kompetitif serta mendorong inovasi teknologi.

Operator dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan teknis dan kondisi geografis Indonesia yang beragam.

Selain itu, interoperabilitas antarperangkat menjadi faktor penting agar jaringan tetap stabil dan efisien.

Pemerintah melalui kementerian terkait terus memantau perkembangan pembangunan 5G dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi.

Konsultasi dengan AS diposisikan sebagai bagian dari diplomasi teknologi, bukan sebagai pembatasan kerja sama, melainkan untuk memastikan transparansi serta keselarasan standar keamanan internasional.

Ke depan, arah pengembangan 5G di Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan spektrum, kesiapan industri, serta dinamika geopolitik teknologi global.

Baca Juga:Telkomsel Buka Suara soal Gugatan MK Kuota Internet

Diversifikasi vendor yang dilakukan Telkomsel menunjukkan respons industri terhadap perubahan lanskap tersebut, sekaligus menjadi upaya menjaga keberlanjutan layanan di tengah tuntutan transformasi digital nasional yang semakin cepat.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU