Wednesday, 4 February 2026
Selular.ID -

Mungkin Selama Ini Salah, Berikut Tips Isi Baterai Smartphone yang Benar

BACA JUGA

Selular.ID – Praktik pengisian baterai smartphone yang tepat terbukti berpengaruh pada kesehatan baterai jangka panjang, menurut berbagai sumber industri teknologi dan panduan pakar baterai.

Aneka panduan ini menyoroti kebiasaan yang lebih baik saat mengecas perangkat berbasis baterai lithium-ion, jenis baterai yang digunakan sebagian besar ponsel modern, untuk memaksimalkan masa pakai dan performa.

Para ahli menjelaskan bahwa baterai lithium-ion mengalami degradasi seiring siklus pengisian dan pemakaian. Sering mengisi hingga 100 persen dan membiarkan baterai benar-benar habis sebelum dicas justru mempercepat keausan komponen kimia dalam baterai.

Bukti penelitian dan rekomendasi praktis menyarankan pengguna menjaga level baterai di rentang tertentu selama mungkin untuk memperlambat degradasi kapasitasnya.

Rekomendasi umum bagi pengguna adalah mengisi baterai saat levelnya turun di bawah sekitar 20 persen dan mencabut charger sebelum mencapai 100 persen. Rentang ideal yang sering disebutkan adalah antara 20 sampai 80 persen, karena bekerja dalam kisaran ini dapat mengurangi stres tegangan pada sel baterai.

Beberapa pabrikan dan panduan teknis juga menyoroti bahwa pengisian daya secara parsial — mengecas beberapa kali sepanjang hari daripada satu pengisian penuh dari 0 persen — dapat membantu memperpanjang kesehatan baterai.

Kebiasaan ini menurunkan jumlah siklus pengisian penuh yang dihitung perangkat, yang secara teoritis bisa memperlambat penurunan kapasitas total baterai.

Selain rentang pengisian, suhu saat pengisian menjadi faktor penting. Baterai smartphone dirancang bekerja paling optimal pada suhu ruangan moderat, dan pengisian di lingkungan yang sangat panas atau sangat dingin dapat menurunkan efisiensi serta mempercepat degradasi.

Banyak panduan menyarankan untuk mengecas di tempat sejuk dan berventilasi baik, serta menghindari paparan panas berlebih seperti di bawah sinar matahari langsung.

Kualitas charger dan kabel yang digunakan juga menjadi fokus penting dalam praktik pengisian baterai yang aman. Charger asli atau kabel dan adaptor bersertifikasi oleh produsen dianggap lebih stabil dalam menyuplai listrik ke baterai dibanding adapter murah atau tidak sesuai spesifikasi. Penggunaan charger resmi dinilai membantu proses pengisian berjalan efisien tanpa menghasilkan panas berlebih atau arus tidak stabil.

Meski fast charging atau pengisian cepat menawarkan kenyamanan, pengguna diimbau memakai fitur ini secara bijak. Pengisian cepat pada dasarnya menghasilkan arus dan tegangan lebih tinggi untuk mempercepat pengisian, tetapi juga dapat meningkatkan suhu baterai.

Efek panas inilah yang sering disebut sebagai salah satu pemicu percepatan degradasi baterai, sehingga pengguna disarankan menggunakan mode normal bila tidak dalam kondisi mendesak.

Beberapa ponsel pintar modern sudah dilengkapi dengan fitur perangkat lunak untuk mengatur proses pengisian secara cerdas (battery optimization atau smart charging). Fitur-fitur ini membantu menjaga baterai di rentang yang lebih sehat untuk masa pakai jangka panjang.

Di perangkat iOS misalnya, ada opsi Optimized Battery Charging yang menunda mencapai tingkat penuh hingga dekat waktu pengguna biasa memakai perangkat. Pada perangkat Android, ada opsi serupa seperti Adaptive Charging yang menyesuaikan proses pengisian berdasarkan kebiasaan penggunaan.

Selain itu, beberapa panduan juga menyarankan untuk tidak menggunakan smartphone secara intensif selama proses pengisian, karena aktivitas berat seperti bermain game atau streaming video dapat menghasilkan panas tambahan yang membebani baterai. Membiarkan ponsel dalam kondisi idle atau menggunakan mode pesawat selama pengisian dapat membantu baterai menerima energi dengan lebih efisien.

Cara menjaga kesehatan baterai yang disampaikan para pakar ini sejalan dengan rekomendasi teknis dari pabrikan serta otoritas konsumen, yang menekankan pentingnya kombinasi kebiasaan pengisian yang baik, penggunaan perlengkapan berkualitas, dan pemantauan suhu perangkat. Pola pengisian yang lebih sehat ini diperkirakan dapat memperpanjang umur baterai dan menunda kebutuhan untuk mengganti baterai atau perangkat.

Pertimbangan lain yang diangkat adalah kebiasaan mengecas semalaman. Meski banyak perangkat modern dilengkapi dengan perlindungan otomatis untuk mencegah overcharging, tetap disarankan untuk memantau pengisian dan mencabut charger setelah tingkat baterai yang diinginkan tercapai guna mengurangi waktu baterai berada di keadaan penuh pada suhu tinggi.

Secara keseluruhan, praktik pengisian baterai yang efisien mencakup beberapa aspek: memulai pengisian pada level baterai yang sesuai, mencabut sebelum penuh, menjaga suhu optimal, memakai charger resmi, serta memanfaatkan fitur perangkat lunak pengisian cerdas. Kombinasi pendekatan ini membantu menjaga performa baterai smartphone agar tetap optimal selama masa pakai perangkat.

Baca Juga: Mana yang Lebih Penting Daya Tahan Atau Pengisian Baterai

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU