Sunday, 1 February 2026
Selular.ID -

Google Ungkap Jumlah Pengguna Android 16

BACA JUGA

Selular.ID – Google mengungkap angka terbaru terkait adopsi Android 16, versi sistem operasi mobile terbarunya, yang kini sudah berjalan pada sebagian perangkat Android aktif di seluruh dunia.

Berdasarkan distribusi versi Android terbaru yang dikumpulkan hingga akhir Desember 2025, Android 16 berhasil mencapai tingkat adopsi sekitar 7,5 persen dari semua perangkat Android yang aktif.

Data distribusi ini mencerminkan sebaran instalasi berbagai versi sistem operasi Android yang dipantau melalui program statistik versi Android yang dirilis oleh Google dan dilaporkan oleh sejumlah media teknologi global. Android 16 bertengger di antara versi-versi Android yang hadir di perangkat konsumen, meskipun belum menjadi yang paling dominan.

Menurut angka tersebut, Android 15 masih menjadi versi paling banyak digunakan saat ini dengan pangsa pasar sekitar 19,3 persen dari perangkat Android aktif di dunia, diikuti oleh Android 14 dengan persentase yang lebih rendah, sementara Android 16 berada di posisi ketiga atau keempat dalam daftar versi yang paling banyak dipakai.

Peluncuran Android 16 sendiri bermula ketika Google merilis versi final stabilnya pada 10 Juni 2025, lebih cepat dari jadwal biasa peluncuran Android di bulan-bulan akhir tahun. Android 16 merupakan generasi terbaru dari sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google dan komunitas Open Handset Alliance dengan fokus pada performa, efisiensi baterai, dukungan layar besar, serta fitur keamanan dan privasi yang diperbarui.

Perlu dicatat bahwa angka distribusi versi ini berasal dari data yang dikumpulkan selama periode tertentu, sehingga menggambarkan snapshot dari adopsi Android 16 per awal Desember 2025. Statistik ini umumnya mencakup perangkat yang terhubung dengan Google Play dan biasanya dihimpun untuk membantu pengembang aplikasi, pabrikan perangkat, dan Google sendiri dalam memahami tren adopsi versi Android.

Adopsi 7,5 persen untuk versi Android 16 termasuk indikator pertumbuhan yang signifikan mengingat versi ini baru tersedia stabil selama beberapa bulan, terutama bagi ponsel flagship dan perangkat kelas menengah atas yang lebih cepat menerima update sistem. Namun, Android 15 masih mendominasi pasar karena distribusi yang lebih lama dan ketersediaannya pada portofolio perangkat yang lebih luas.

Distribusi versi Android menjadi perhatian penting bagi ekosistem Android, termasuk bagi developer aplikasi yang sering kali menentukan versi minimum dukungan OS mereka berdasarkan pangsa pasar versi tertentu. Semakin cepat adopsi versi baru, semakin mudah bagi developer memaksimalkan fitur dan API terbaru yang ditawarkan Google.

Selain statistik adopsi, periode peluncuran Android 16 juga diwarnai dengan fase beta dan pembaruan berkelanjutan (Quarterly Platform Releases/QPR) untuk menguji dan memperluas fitur sistem. Contohnya, Android 16 QPR1 yang meluncurkan desain Material 3 Expressive dan sejumlah penyempurnaan antarmuka di berbagai perangkat Pixel.

Meski adopsi awal Android 16 menunjukkan pertumbuhan, tantangan tetap ada dalam memastikan distribusi luas ke perangkat mid-range dan low-end, yang sering kali mengalami penundaan dalam menerima update sistem operasi.

Statistik ini diharapkan terus berkembang seiring lebih banyak perangkat menerima Android 16 melalui pembaruan pabrikan masing-masing.

Adapun arah perkembangan ke depan, Google telah memperkenalkan pendekatan rilis Android yang lebih teratur melalui QPR untuk menjaga kontinuitas pembaruan dan memperluas distribusi fitur baru lebih cepat ke basis perangkat yang lebih luas.

Strategi ini diharapkan berdampak pada peningkatan penetrasi versi Android 16 dan versi-versi mendatang.

Baca Juga: Android 17 Hadirkan “Min Mode” untuk Upgrade AOD Jadi Lebih Interaktif

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Apple Akuisisi Startup AI Audio Q.ai