Selular.ID – Google resmi mengumumkan perluasan fitur Android theft protection untuk perangkat Android yang menjalankan Android 16 dan versi lebih baru, bertujuan memperkuat pertahanan terhadap pencurian fisik dan akses tidak sah sepanjang siklus sebelum, saat, dan setelah ponsel hilang atau dicuri.
Pengumuman ini dibuat oleh tim Android Security Team Google dalam publikasi resmi pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari pembaruan keamanan yang lebih luas.
Ekspansi fitur ini melanjutkan strategi Google untuk memberikan multi-layered defenses atau perlindungan berlapis yang mencakup autentikasi kuat, penguncian perangkat, dan mekanisme pemulihan yang disempurnakan.
Langkah ini diambil karena meningkatnya risiko pencurian perangkat seluler yang tidak hanya menyebabkan kehilangan perangkat keras, tetapi juga berpotensi membuka akses ke data pribadi, akun digital, serta potensi penipuan finansial.
Dalam keterangan resmi, Google menyatakan bahwa pembaruan mencakup perluasan berbagai fitur utama yang kini bekerja lebih agresif untuk menghadang upaya pencurian dan akses tak sah.
Perangkat Android 16 ke atas kini mendapatkan kontrol yang lebih granular terhadap autentikasi biometrik, penguncian jarak jauh yang lebih kuat, serta aktivasi otomatis dari fitur pencegahan tertentu di beberapa wilayah, termasuk Brasil.
Salah satu fitur yang diperluas adalah Identity Check, yang pertama kali diperkenalkan pada Android 15. Fitur ini mewajibkan autentikasi biometrik seperti sidik jari atau pemindaian wajah ketika perangkat berada di luar lokasi tepercaya (trusted places), untuk membuka akses terhadap fungsi atau data sensitif.
Pada pembaruan 2026, cakupan Identity Check kini meliputi semua aplikasi yang menggunakan Android Biometric Prompt — antarmuka resmi sistem untuk permintaan autentikasi biometrik — termasuk *aplikasi perbankan pihak ketiga dan layanan pengelola kata sandi.
Selain itu, Google memperkuat Failed Authentication Lock, fitur yang secara otomatis mengunci perangkat setelah beberapa upaya masuk yang gagal. Pada versi terbaru, pengguna memiliki opsi on/off di menu pengaturan, sehingga dapat menyesuaikan tingkat keamanan sesuai kebutuhan, sementara durasi penguncian setelah percobaan yang gagal kini diperpanjang untuk memperkecil peluang pembobolan melalui percobaan berulang.
Untuk membantu pemilik perangkat yang kehilangan ponselnya, Remote Lock juga mendapat pembaruan. Melalui hub penguncian Android di browser, pemilik dapat mengunci perangkat dari jarak jauh tanpa harus berada di dekat ponsel.
Google menambah tantangan keamanan dalam proses ini agar hanya pemilik sah yang dapat mengaktifkan penguncian jarak jauh, meningkatkan keandalan mekanisme pemulihan perangkat.
Fitur lain yang diperkuat adalah Offline Device Lock yang secara otomatis mengunci layar jika ponsel telah terputus dari internet untuk jangka waktu tertentu. Ini penting jika pencuri memutus konektivitas untuk menghindari pelacakan atau fitur Find My Device.
Google juga mengimplementasikan aktivasi otomatis untuk dua fitur di wilayah tertentu, seperti Theft Detection Lock dan Remote Lock pada perangkat Android baru yang diaktifkan di Brasil.
Theft Detection Lock memanfaatkan on-device AI atau kecerdasan buatan di dalam perangkat untuk mendeteksi pola gerakan yang mungkin menunjukkan pencurian, seperti penjambretan atau pengambilan paksa, lalu langsung mengunci layar perangkat apabila ancaman teridentifikasi.
Fitur-fitur ini selaras dengan sistem perlindungan yang tersedia di situs resmi Android, yang menyatakan bahwa Android menyediakan mekanisme proaktif untuk menjaga keamanan data sebelum, selama, dan setelah upaya pencurian.
Peta fitur tersebut mencakup kontrol biometrik, penguncian otomatis, factory reset protection untuk mencegah penggunaan ulang perangkat tanpa autentikasi pemilik, serta fitur lain seperti Private Space untuk memisahkan data sensitif dalam area terpisah yang terproteksi.
Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan fitur perlindungan pencurian ini menjadi bagian dari komitmen Google untuk menjaga keamanan ekosistem Android di tengah ancaman keamanan digital yang semakin kompleks.
Fitur-fitur yang diperkenalkan juga memberikan dasar keamanan yang kuat bagi produsen perangkat Android untuk membangun lapisan pertahanan tambahan sesuai kebutuhan pasar mereka.
Implementasi perluasan fitur ini diharapkan berjalan bertahap, tergantung pada model perangkat, versi Android, dan wilayah distribusi pembaruan. Pengguna disarankan untuk memperbarui sistem operasi dan layanan Google Play untuk memastikan akses ke fitur keamanan terbaru yang tersedia bagi perangkat mereka.
Di masa depan, Google menyatakan akan terus mengembangkan dan menyempurnakan perlindungan anti-pencurian ini sebagai respons terhadap tren ancaman keamanan serta umpan balik dari komunitas pengguna dan mitra industri.
Baca Juga:Â Grand Theft Auto: The Trilogy Remaster Bersiap Manjakan Para Gamers!



