Selular.ID – Apple Inc. secara resmi mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI) asal Israel bernama Q.ai, yang mengembangkan teknologi mutakhir untuk pemrosesan suara dan interpretasi ucapan, termasuk pengenalan ucapan lirih (whispered speech) dan gerakan mikro wajah.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada 29 Januari 2026 dan diperkirakan bernilai sekitar 1,6–2 miliar dolar AS, menjadikan transaksi ini sebagai salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah Apple, hanya di bawah pembelian Beats Electronics pada 2014.
Apple tidak merinci secara resmi nilai transaksi, tetapi sumber yang dekat dengan negosiasi menyatakan akuisisi Q.ai mencapai sekitar 1,6 miliar dolar AS. Sementara laporan lain menyebutkan nilai mendekati 2 miliar dolar AS, yang menempatkan kesepakatan ini di posisi kedua setelah akuisisi Beats senilai sekitar 3 miliar dolar AS.
Q.ai merupakan perusahaan rintisan yang dikenal karena pendekatannya yang inovatif dalam menggabungkan pembelajaran mesin (machine learning) dan teknologi audio untuk memungkinkan perangkat memahami ucapan bahkan dalam kondisi lingkungan yang menantang.
Startup ini juga telah mengajukan paten terkait penggunaan gerakan mikro pada kulit wajah untuk mendeteksi ucapan atau komunikasi tanpa suara (silent speech), sekaligus mengidentifikasi emosi, detak jantung, dan parameter fisiologis lainnya melalui ekspresi wajah.
Tim Q.ai, termasuk Aviad Maizels selaku CEO serta para pendiri lainnya seperti Yonatan Wexler dan Avi Barliya, akan bergabung dengan Apple sebagai bagian dari akuisisi. Maizels sebelumnya mendirikan PrimeSense, sebuah perusahaan sensor tiga dimensi yang dibeli Apple pada 2013 dan menjadi dasar teknologi pengenalan wajah Face ID di perangkat Apple.
Apple menyatakan bahwa Q.ai mengembangkan aplikasi pembelajaran mesin yang bertujuan mentransformasikan pengalaman audio dan komunikasi pada perangkat pintar. Teknologi Q.ai dirancang untuk membantu perangkat seperti iPhone, AirPods, dan produk AI lainnya memahami ucapan dalam situasi nyata, termasuk ketika suara rendah atau terdapat bising di latar belakang.
Menurut pernyataan yang dikutip Reuters, Q.ai memiliki fokus pada teknologi yang dapat meningkatkan kemampuan perangkat dalam memahami ucapan yang hampir tidak terdengar (whispered speech) serta memperbaiki kualitas audio dalam kondisi sulit. Patent yang diajukan Q.ai menunjukkan sistem yang dapat membaca gerakan mikro pada kulit wajah untuk memahami kata-kata yang diucapkan meskipun tanpa suara nyata.
Akuisisi ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan teknologi AI, terutama pada perangkat yang menggabungkan kemampuan suara, sensor, dan pembelajaran mesin secara mendalam.
Apple sendiri telah memperkenalkan beragam fitur berbasis AI pada produknya, termasuk kemampuan terjemahan real-time melalui AirPods. Langkah ini menunjukkan dorongan lebih lanjut Apple untuk memperkuat kemampuan AI di lini perangkat kerasnya.
Bagian penting dari strategi Apple dalam memperluas ekosistem AI juga terlihat dari integrasi teknologi Q.ai yang berpotensi memperkaya fungsionalitas asisten digital Siri dan interaksi manusia-mesin yang lebih halus di masa depan.
Apple menghadapi persaingan kuat dari perusahaan lain yang juga memperluas AI mereka, termasuk Meta, Google, dan OpenAI, sehingga akuisisi Q.ai dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Apple di lini perangkat AI dan audio.
Investor yang sebelumnya mendukung Q.ai termasuk Matter Venture Partners, Kleiner Perkins, Spark Capital, Exor, dan GV (dahulu Google Ventures), menunjukkan kepercayaan modal usaha terhadap teknologi startup ini sebelum bergabung dengan Apple.
Akuisisi Q.ai juga membawa serta sekitar 100 karyawan startup tersebut ke Apple, termasuk tim kepemimpinan yang berpengalaman dalam pembelajaran mesin dan pengembangan audio AI. Kehadiran tim ini diperkirakan akan mempercepat pengembangan fitur audio cerdas dan kemampuan interaksi suara pada perangkat Apple generasi mendatang.
Di masa mendatang, teknologi hasil akuisisi ini diperkirakan akan diintegrasikan secara bertahap ke dalam perangkat keras dan perangkat lunak Apple yang ada, seperti iPhone, AirPods, dan perangkat wearables lainnya, guna meningkatkan pengalaman pengguna melalui kemampuan pengenalan suara lebih canggih dan responsif terhadap konteks lingkungan nyata.
Akuisisi Q.ai melengkapi serangkaian investasi Apple di bidang kecerdasan buatan, sekaligus memperkuat upaya perusahaan untuk menghadirkan inovasi teknologi suara dan interaksi yang lebih mendalam di seluruh ekosistem produknya.
Baca Juga:Â Fitur Yang Harus Terulang Di Smartphone Masa Kini



