Friday, 30 January 2026
Selular.ID -

UpScrolled Tumbuh Pesat di AS Usai Perubahan Kepemilikan TikTok

BACA JUGA

Selular.ID –UpScrolled, aplikasi media sosial yang diluncurkan pada Juni 2025, mencatat lonjakan unduhan signifikan di Amerika Serikat (AS) setelah TikTok menyelesaikan perubahan struktur kepemilikannya di negara tersebut pada 22 Januari 2026.

Data dari firma analitik Appfigures menunjukkan sekitar 41.000 unduhan baru tercatat hanya dalam tiga hari akhir minggu lalu, hampir setara dengan sepertiga dari total unduhan UpScrolled sejak peluncuran.

Momentum ini terjadi bersamaan dengan rampungnya kesepakatan pembentukan usaha patungan TikTok USDS Joint Venture, di mana Oracle, Silver Lake, dan MGX menjadi investor utama, sementara ByteDance hanya memegang saham minoritas di entitas TikTok yang beroperasi di AS.

Perubahan ini memicu kekhawatiran sebagian pengguna terkait kebijakan privasi dan moderasi konten, sehingga mendorong sebagian beralih ke platform alternatif seperti UpScrolled.

Menurut Sensor Tower, sejak peluncuran hingga akhir Januari 2026, UpScrolled telah diunduh sekitar 400.000 kali di AS dan 700.000 kali secara global, dengan sekitar 85% unduhan AS terjadi antara 21–27 Januari 2026.

Baca Juga:

Aplikasi ini bahkan menempati peringkat pertama kategori jejaring sosial di App Store AS, mengungguli aplikasi lain termasuk Threads, WhatsApp, dan TikTok dalam periode tersebut.

UpScrolled dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang insinyur perangkat lunak berkebangsaan Palestina-Yordania-Australia yang sebelumnya bekerja di perusahaan teknologi besar seperti IBM dan Oracle.

Hijazi mendirikan platform ini dengan tujuan menawarkan ruang digital yang lebih transparan dan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas konten mereka, tanpa shadowban praktik pembatasan visibilitas konten secara tidak transparan  yang sering disorot di platform besar.

UpScrolled menyajikan kombinasi fitur yang mengingatkan pada beberapa jejaring sosial populer: unggahan foto, video pendek, dan teks, serta feed yang dapat dikostumisasi pengguna.

Berbeda dengan platform algoritmik yang agresif, UpScrolled menawarkan pengalaman yang lebih menekankan keterbukaan dan kontrol pengguna atas rekomendasi konten.

Pendekatan ini disebutkan dalam FAQ resminya sebagai upaya memberikan “ruang untuk mengekspresikan pikiran secara bebas, berbagi momen, dan terhubung tanpa agenda tersembunyi”.

Lonjakan minat pengguna baru di UpScrolled tak lepas dari konteks luas dinamika media sosial global di mana perubahan kebijakan dan kepemilikan di platform utama sering kali berdampak pada perilaku pengguna.

Di AS, isu keamanan data dan moderasi konten semakin mencuat setelah TikTok menjalankan operasional dengan kontrol lokal yang lebih besar, sejalan dengan persyaratan regulator setempat.

Lonjakan uninstall TikTok dan meningkatnya unduhan alternatif seperti UpScrolled dan Skylight Social tercatat dalam data Sensor Tower baru-baru ini.

Kenaikan jumlah pengguna secara tiba-tiba juga memunculkan tantangan teknis bagi UpScrolled.

Beberapa laporan menyebutkan server aplikasi kewalahan menangani lonjakan trafik, memaksa pengembang untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur guna menjaga stabilitas layanan.

Ketidakstabilan sementara ini diakui oleh tim UpScrolled dalam unggahan resmi mereka, yang meminta pengguna bersabar sambil melakukan penyesuaian teknis.

UpScrolled menjadi sorotan tidak hanya di AS, tetapi juga di beberapa negara lain seperti Kanada, Britania Raya, dan Australia, di mana aplikasi ini mencapai peringkat tinggi di toko aplikasi.

Fenomena ini menandai tren di mana perubahan besar di platform media sosial mapan dapat membuka peluang bagi pendatang baru yang menawarkan proposisi nilai berbeda.

Dengan posisi UpScrolled yang semakin kuat di peringkat unduhan, persaingan di segmen aplikasi media sosial diperkirakan akan semakin dinamis.

Perubahan kepemilikan dan strategi operasional TikTok di pasar besar seperti AS akan tetap menjadi faktor pemicu pergeseran preferensi pengguna.

Ke depan, respons platform-platform besar terhadap kekhawatiran privasi, moderasi konten, dan keterbukaan algoritma akan menjadi elemen penting yang menentukan arah kompetisi di ruang digital ini.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU