Sabtu, 17 Januari 2026
Selular.ID -

Samsung Pimpin Paten Teknologi Global, Klaim Nama Lebih Kuat Dari Rival

BACA JUGA

Selular.id – Samsung mencatatkan jumlah paten teknologi tertinggi di Amerika Serikat pada 2025, menandai upaya agresif perusahaan dalam melindungi dan mengembangkan inovasi di berbagai bidang teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Angka ini menunjukkan dominasi nama Samsung dalam pengurusan hak kekayaan intelektual, bahkan di luar produk yang saat ini tersedia di pasar.

Data terbaru dari penelitian tahunan IFI Claims menunjukkan Samsung menerima 7.054 hak paten teknologi di AS sepanjang 2025, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini menempatkan Samsung kembali di puncak daftar perusahaan dengan hak paten terbanyak, jauh mengungguli rival-rivalnya.

Paten sendiri merupakan bentuk perlindungan hukum terhadap suatu penemuan atau teknologi baru yang memberikan hak eksklusif bagi pemegangnya untuk memanfaatkan dan mengkomersialkan inovasi tersebut.

Artinya, semakin banyak paten yang diperoleh, semakin besar ruang gerak perusahaan dalam mengembangkan teknologi tanpa harus khawatir ditiru kompetitor.

Data menunjukkan Samsung menyumbang sekitar 2 persen dari total paten yang diberikan di AS pada 2025.

Posisi ini mencerminkan dominasi Samsung dalam pengajuan dan perolehan hak kekayaan intelektual di negara yang dikenal sangat kompetitif dalam industri teknologi.

Di peringkat kedua terdapat TSMC, perusahaan semikonduktor asal Taiwan yang juga gencar mematenkan teknologi mereka, khususnya di bidang fabrikasi chip.

TSMC mencatat lebih dari 4.000 hak paten dalam periode yang sama. Sementara itu, Apple sebagai salah satu pesaing utama Samsung di ranah perangkat mobile berada di posisi keempat dengan sekitar 2.722 paten, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Samsung dalam mendapatkan paten teknologi bukan sekadar tentang jumlah.

Banyak dari paten tersebut mencakup teknologi lanjutan yang belum tentu hadir segera ke pasar, tetapi membuka peluang untuk inovasi di masa depan.

Inventor dan peneliti Samsung tetap mendorong batas teknologi di berbagai bidang, termasuk komputasi, komunikasi, AI (kecerdasan buatan), perangkat wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Strategi Investasi Penelitian & Pengembangan

Pertumbuhan jumlah paten yang diajukan dan disetujui ini mencerminkan investasi besar Samsung dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan asal Korea Selatan ini memang dikenal konsisten memperluas portofolio teknologi inti mereka, baik di segmen mobile, semikonduktor, maupun produk konsumen lainnya seperti televisi dan peralatan rumah tangga cerdas.

Konsistensi Samsung memimpin perolehan paten juga berperan penting dalam melindungi perusahaan dari potensi klaim pelanggaran hak cipta dari pihak ketiga, termasuk “patent trolls” — pihak yang membeli paten dengan tujuan melakukan litigasi komersial.

Kepemilikan portofolio paten yang kuat memberi Samsung posisi tawar yang lebih tinggi ketika menghadapi sengketa teknologi.

Analisis industri menunjukkan bahwa dominasi Samsung dalam paten juga berkaitan dengan visinya dalam menguasai teknologi masa depan, seperti AI, perangkat pintar terhubung, dan ekosistem IoT (Internet of Things) yang terus berkembang.

Samsung tidak hanya fokus pada penjualan perangkat keras, tetapi juga mengembangkan sistem dan perangkat lunak pendukung yang menyeluruh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung juga telah memperluas kehadirannya dalam inisiatif teknologi seperti Galaxy AI, sebuah suite fitur kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk perangkat Galaxy.

Fitur-fitur ini mencakup terjemahan real-time, pengeditan media berbasis AI, dan automasi tugas, serta menjadikannya bagian dari pengalaman pengguna ponsel Samsung.

Persaingan dalam hal paten juga menunjukkan dinamika menarik antara Samsung dan rivalnya. Misalnya, meskipun Apple merupakan pesaing utama di segmen perangkat mobile, jumlah paten yang didapat Apple tahun lalu lebih rendah dibandingkan 2024.

Hal ini mencerminkan pergeseran fokus atau prioritas teknologi masing-masing perusahaan dalam strategi inovasi mereka.

Konteks Industri dan Dampaknya

Kepemimpinan Samsung dalam paten teknologi bisa dilihat sebagai barometer kemampuan perusahaan untuk tetap relevan di tengah persaingan global yang begitu ketat.

Perusahaan seperti TSMC dan Apple pun terus meningkatkan investasi mereka di bidang paten dengan fokus pada teknologi masing-masing.

Namun, jumlah hak paten bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan inovasi. Keberhasilan teknologi juga bergantung pada bagaimana inovasi tersebut diimplementasikan dalam produk nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna.

Samsung selama ini telah menerapkan banyak inovasi dari portofolio patennya ke produk konsumen, baik itu smartphone, televisi, maupun perangkat rumah pintar dengan integrasi AI.

Perlindungan paten yang kuat juga menjadi aset strategis Samsung dalam menjalin kerjasama teknologi dengan mitra global.

Hal ini memberi jaminan lebih bagi perusahaan lain ketika bermitra dengan Samsung, sekaligus meningkatkan kredibilitasnya sebagai pemimpin inovasi teknologi.

Melihat posisi Samsung yang tetap di puncak daftar peraih paten teknologi di AS, persaingan antar perusahaan teknologi global diperkirakan akan semakin intens, terutama di ranah AI, 5G, dan perangkat pintar terhubung.

Samsung tampak tidak hanya mempersiapkan produk yang kuat untuk pasar saat ini tetapi juga membangun pondasi teknologi untuk dekade berikutnya.

Bacajuga : Samsung Tegaskan Fitur Dasar Galaxy AI Tetap Gratis

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU