Sabtu, 17 Januari 2026
Selular.ID -

Samsung Batasi Kenaikan Produksi Memori Hanya 5%, Permintaan Global Malah Melonjak Tajam

BACA JUGA

Selular.id – Samsung Electronics diperkirakan hanya akan menambah kapasitas produksi memori DRAM sekitar 5 persen tahun ini, meskipun permintaan global terus meningkat tajam, terutama akibat lonjakan kebutuhan untuk kecerdasan buatan dan pusat data.

Langkah ini menjadi sorotan karena peningkatan permintaan memori di pasar internasional jauh lebih tinggi dari ekspansi yang dilakukan Samsung.

Menurut laporan industri, kenaikan permintaan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding kapasitas yang tersedia, terutama dari perusahaan hyperscale dan pembuat chip seperti AMD dan NVIDIA.

Samsung sebenarnya tengah memperluas fasilitas produksinya, termasuk kompleks pabrik di Pyeongtaek, Korea Selatan. Namun, menurut sumber yang dikutip media, perluasan kapasitas itu tetap menghasilkan peningkatan output yang relatif kecil dibanding dengan kebutuhan pasar secara keseluruhan.

Dalam praktiknya, perusahaan memilih pendekatan yang lebih hati-hati ketimbang ekspansi agresif. Kekhawatiran akan kelebihan pasokan — yang pernah menyebabkan turunnya harga dan menekan profit di masa lalu — menjadi salah satu alasan di balik strategi ini.

Permintaan DRAM dan memori lainnya melonjak cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pendorong utamanya adalah investasi besar-besaran dalam infrastruktur kecerdasan buatan, di mana memori dengan bandwidth tinggi seperti HBM sangat dibutuhkan untuk menangani beban kerja data center yang besar.

Samsung sendiri bukan satu-satunya yang menghadapi tantangan ini. Produsen lain seperti Micron dan SK Hynix juga mengambil langkah serupa, menyeimbangkan antara memenuhi permintaan dan menghindari kelebihan pasokan yang bisa menekan harga pasar secara berlebihan.

Permintaan global DRAM kini diperkirakan meningkat hingga sekitar 30 persen secara tahunan.

Sementara itu, perluasan kapasitas Samsung yang terbatas membuat volume suplai baru relatif kecil dibanding pertumbuhan permintaan tersebut.

Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar semikonduktor yang tak mudah ditebak: di satu sisi, ledakan teknologi kecerdasan buatan mendorong kebutuhan memori ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, pabrikan memilih strategi ekspansi yang lebih konservatif untuk menjaga stabilitas pasar dan profitabilitas jangka panjang.

Peningkatan produksi 5 persen yang direncanakan Samsung hanya mencakup jumlah wafer DRAM yang diolah, bukan total modul memori jadi atau produk akhir.

Dalam istilah industri, wafer adalah lembaran silikon yang menjadi dasar chip memori sebelum dibentuk menjadi komponen yang digunakan di server, PC, atau perangkat mobile.

Selain itu, sebagian besar ekspansi fasilitas ditujukan untuk memenuhi permintaan memori berperforma tinggi seperti HBM generasi terbaru, yang memiliki fitur bandwidth lebih lebar dan ideal untuk kecerdasan buatan atau aplikasi komputasi berat lainnya.

Dari sudut pandang pasar, pembatasan laju kenaikan produksi berpotensi memperpanjang periode ketatnya pasokan memori.

Analisis dari beberapa pengamat industri menunjukkan bahwakekurangan memori bisa berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai pola permintaan pasar dan investasi produksi lebih seimbang.

Pergeseran strategi ini juga terlihat dari langkah pabrikan lain yang merelokasi kapasitas dari lini produk lama seperti NAND flash ke DRAM yang lebih menguntungkan, atau fokus ke teknologi memori generasi berikutnya.

Kebijakan Samsung untuk melanjutkan ekspansi secara hati-hati kini menjadi bagian dari narasi besar di industri semikonduktor global: meskipun permintaan terus melonjak, produsen besar cenderung menghindari lonjakan kapasitas yang bisa membawa dampak negatif di masa depan jika permintaan tiba-tiba melambat.

Dengan tingginya permintaan untuk teknologi memori generasi baru dan kebutuhan kapasitas yang terus meningkat di berbagai sektor, termasuk AI, pusat data, dan perangkat mobile, dinamika suplai dan permintaan ini diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama pasar semikonduktor dalam beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Samsung Pimpin Paten Teknologi Global, Klaim Nama Lebih Kuat Dari Rival

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU