Selular.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan pelepasan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang direncanakan untuk dilelang pada 2026.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pemerintah akan menyiapkan kebijakan pelepasan spektrum frekuensi lainnya setelah pelaksanaan lelang spektrum 1,4 GHz pada 2025.
“Kami juga akan menyiapkan kebijakan pelepasan spektrum lainnya, yang tadi disampaikan juga oleh Bu Menteri, yaitu lelang spektrum 700 MHz, yang direncanakan pada tahun 2026,” kata Wayan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (26/1/2026).
Menurut dia, spektrum 700 MHz diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan mobile broadband sekaligus mendukung pengembangan jaringan 5G, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Wayan menjelaskan bahwa hingga 2025, jangkauan layanan mobile broadband secara nasional telah mencapai 98,95% berdasarkan populasi.
Meski demikian, pemerintah masih berfokus pada peningkatan kualitas jaringan.
Selain spektrum 700 MHz, Komdigi juga akan melelang pita frekuensi 2,6 GHz yang dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan mobile broadband nasional.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung target kecepatan mobile broadband sebesar 100 Mbps pada 2029.
Sebagai gambaran, Wayan menyebutkan rata-rata kecepatan mobile broadband nasional pada 2025 masih berada di kisaran 63,51 Mbps.
“Sehingga peningkatan jaringan yang didorong bertahap,” ujarnya.
Baca juga:
- Komdigi Panggil Meta Untuk Minta Penjelasan Terkait Instagram
- Komdigi Blokir Grok AI Milik Elon Musk, Ini PenyebabnyaÂ
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa cakupan jaringan 5G pada 2025 telah mencapai 6,33% dari luas permukiman nasional, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 4,4%.
Untuk 2026, Komdigi menargetkan cakupan jaringan 5G meningkat menjadi 8,5% dari luas permukiman nasional seiring dengan rencana lelang frekuensi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan generasi kelima.
“Untuk tahun 2026, jaringan 5G kami targetkan mencakup 8,5% luas pemukiman,” kata Meutya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (26/1/2026).
Pada layanan 4G, cakupan jaringan pada 2025 telah menjangkau 98,95% populasi penduduk dan ditargetkan meningkat menjadi 99,05% pada 2026, sekaligus melampaui target RPJMN 2029.
Di sisi fixed broadband, jangkauan layanan per kecamatan pada 2025 tercatat mencapai 72,12% atau setara 5.253 kecamatan.
Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 5.973 kecamatan atau sekitar 82% dari total kecamatan pada 2026.
Dari sisi kualitas layanan, rata-rata kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi pada 2025 tercatat sebesar 63,51 Mbps dan ditargetkan meningkat menjadi 80 Mbps pada 2026, lebih cepat dari target RPJMN yang semula ditetapkan pada 2028.
Sementara itu, rata-rata kecepatan fixed broadband pada 2025 telah mencapai 51,84 Mbps dan ditargetkan naik menjadi 64 Mbps pada 2026, lebih cepat dari target RPJMN 2027.
Selain penguatan jaringan, Komdigi juga melanjutkan sejumlah program prioritas lainnya, termasuk Program Kampung Internet yang hingga 2025 telah menjangkau 1.194 titik dan ditargetkan bertambah menjadi 2.194 titik pada 2026.
Adapun, program internet murah berkualitas berbasis spektrum 1,4 GHz saat ini masih berada dalam tahap persiapan dan siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah tangga hingga 2030.



