Selasa, 20 Januari 2026
Selular.ID -

Induk Facebook Terbukti Biarkan Iklan Judol Merebak

BACA JUGA

Selular.id – Otoritas Pengawas Inggris menyatakan bahwa Meta Platforms Inc. bersalah karena mengabaikan situs judi ilegal yang beriklan Facebook dan Instagram.

UK’s Gambling Commission sudah memeriksa searchable ad library dari Meta untuk operator yang tidak memiliki lisensi namun menargetkan orang-orang di Inggris, menurut pidato Direktur Eksekutif Tim Miller yang disampaikan di konferensi gaming ICE di Barcelona pada Senin.

“Ini pada dasarnya adalah celah menuju ke kejahatan,” kata Miller, menurut transkrip pidatonya.

“Jika kami bisa menemukannya, Meta juga bisa: mereka hanya memilih untuk tidak melihat,” sambungnya.

Juru bicara Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Aturan Meta sendiri mewajibkan perusahaan perjudian untuk memiliki lisensi untuk beriklan di negara-negara yang mereka targetkan.

Komisi Perjudian Inggris termasuk di antara sejumlah regulator yang semakin gencar menegakkan hukum terhadap operator perjudian ilegal yang menargetkan konsumen lokal sambil mengabaikan undang-undang dan perlindungan lokal.

Diketahui, Inggris telah menonaktifkan ratusan ribu situs web yang terkait dengan operator perjudian tanpa lisensi dan mengeluarkan peringatan penghentian, tetapi ini adalah perjuangan yang terus-menerus melawan target yang terus berkembang.

Iklan untuk operator ilegal mempengaruhi pengguna yang rentan dan menguntungkan “penjahat dan penipu,” kata Miller.

Baca juga:

Operator tanpa lisensi tidak membayar pajak dan konsumen menghadapi risiko lebih tinggi untuk ditipu.

Komisi Perjudian menyelediki iklan yang menggunakan kata kunci “not on Gamstop”, yang merujuk pada layanan di Inggris yang memungkinkan penjudi bermasalah untuk memblokir diri mereka sendiri dari bermain di situs perjudian.

Seluruh operator berlisensi di Inggris wajib mengintegrasikan Gamstop dan memblokir pemain yang menggunakan program tersebut.

Miller menambahkan, Meta menyarankan kepada Komisi Perjudian untuk menggunakan tool AI miliknya sendiri untuk menemukan dan melaporkan iklan ilegal.

Raksasa teknologi itu berjanji akan menghapus iklan tersebut setelah diberitahu, katanya.

“Saya akan sangat terkejut jika Meta, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, tidak mampu secara proaktif menggunakan fasilitas kata kunci mereka sendiri untuk mencegah iklan perjudian ilegal,” kata Miller.

“Hal ini dapat memberi kesan bahwa mereka dengan senang hati membiarkan hal itu terjadi dan terus menerima uang dari penjahat dan penipu hingga ada yang mengungkapkannya,” lanjutnya.

Iklan perjudian ilegal tersebar luas di Meta di negara-negara di mana perjudian dilarang, termasuk India, Malaysia, dan Arab Saudi, menurut penyelidikan sebelumnya dari Rest of World.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU