Minggu, 18 Januari 2026
Selular.ID -

Batalkan Seri Smartphone Terbaru, Meizu Jadi Korban Melambungnya Harga Chip

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Salah satu produsen ponsel pintar asal China telah membatalkan peluncuran model terbaru karena lonjakan harga semikonduktor memori global.

Langkah drastis ini menandai pertama kalinya peluncuran ponsel pintar dibatalkan semata-mata karena kenaikan biaya memori.

Seperti dilaporkan media setempat, The Chosun Daily, Meizu, telah membatalkan rencana peluncuran awal tahun untuk ponsel pintar rampingnya, “Meizu 22 Air”.

Perusahaan tersebut menyatakan, “Kenaikan tajam harga memori baru-baru ini telah menjadi hambatan signifikan bagi rencana bisnis ponsel pintar kami,” menambahkan, “Hal ini membuat peluncuran komersial Meizu 22 Air menjadi tidak mungkin.”

Meskipun Meizu tidak lagi dianggap sebagai pemasok ponsel pintar utama, perusahaan ini pernah menjual lebih dari 20 juta unit smartphone pada 2015.

Sebuah sumber dari industri teknologi berkomentar, “Bahkan perusahaan yang telah membangun pijakan di pasar terpaksa membatalkan peluncurannya karena kenaikan biaya komponen.”

Sebelumnya, Counterpoint Research memperingatkan bahwa harga memori akan melonjak antara 40 persen dan 50 persen pada kuartal ini, setelah naik dengan kisaran serupa pada kuartal terakhir tahun 2025.

Baca Juga:

Harga DRAM dan NAND kemudian diperkirakan akan terus meningkat pada kuartal kedua, sebesar 20 persen.

Harga Registered Dual In-Line Memory Module (RDIMM) 64GB naik dari $255 pada kuartal ketiga tahun 2025 menjadi $450 pada kuartal keempat dan diperkirakan akan mencapai $700 pada bulan Maret.

Lembaga riset consumer terkemuka itu, menyatakan bahwa daya tawar pemasok berada pada titik tertinggi sepanjang masa, didorong oleh “permintaan yang tak terpuaskan” untuk kapasitas AI dan server.

Mereka menambahkan bahwa pasokan untuk teknologi lama “menguap” karena Samsung dan SK Hynix, dan bahkan pemain China seperti CXMT, mengalihkan produksi ke DDR5 server dengan margin tinggi, atau SDRAM generasi kelima dengan laju data ganda.

Produksi DRAM diprediksi akan tumbuh 24 persen dari tahun ke tahun pada 2026. Meskipun belanja modal juga meningkat, Counterpoint mencatat bahwa dibutuhkan waktu untuk memenuhi permintaan.

Bulan lalu, Counterpoint juga menyoroti bahwa beberapa produsen ponsel pintar menurunkan kualitas komponen yang digunakan dalam model tertentu untuk mengimbangi kenaikan biaya memori.

Lonjakan permintaan memori berkecepatan tinggi (HBM) yang digunakan dalam chip kecerdasan buatan (AI) baru-baru ini telah mengurangi produksi memori untuk elektronik umum.

Kelangkaan DRAM global semakin intensif, mendorong harga melambung tinggi, sementara harga flash NAND juga meningkat secara signifikan.

Merek-merek smartphone besar Tiongkok, termasuk Xiaomi, OPPO, Vivo, dan Honor, baru-baru ini menaikkan harga produk baru di tengah melonjaknya biaya. Samsung Electronics dan Apple juga diperkirakan akan menaikkan harga smartphone premium mereka.

Analis memperkirakan bahwa harga untuk perangkat ramah anggaran dan produk premium dari Samsung dan Apple akan terus naik, karena harga memori diperkirakan akan meningkat tajam sepanjang tahun ini.

Pengamat industri memperkirakan bahwa seri Galaxy S26 yang akan datang, yang akan diluncurkan bulan depan, akan memiliki harga dasar yang lebih tinggi.

Analis sekuritas lainnya memperkirakan bahwa harga iPhone dan MacBook, yang dijadwalkan rilis pada tahun ini, juga akan meningkat.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU