3G Menuju Punah, Tengok Lagi Sejarah Smartphone 3G Pertama di Dunia

Smartphone 3G Pertama

Selular.ID – Jaringan 3G kini sudah menuju sunset. Semakin banyak negara di dunia yang tak lagi mengandalkan 3G sebagai akses komunikasi, terutama internet. Digantikan 4G dan kelak 5G.

Terbaru, Amerika Serikat (AS) menghentikan sepenuhnya jaringan 3G mulai awal 2023. Kebijakan ini ditempuh setelah operator telekomunikasi Verizon mematikan layanan selular 3G pada 31 Desember 2022.

Laporan Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) menyebutkan Verizon menjadi operator terakhir yang mematikan 3G.

Sebelumnya T-Mobile tak lagi memanfaatkan jaringan 3G pada Maret 2022. Sedangkan AT&T sudah lebih dulu men-shut down layanan 3G pada Februari 2022.

FCC menyebutkan bahwa layanan jaringan 3G dimatikan secara bertahap lantaran operator selular berupaya memutakhirkan jaringan mereka untuk menggunakan teknologi terbaru.

“Penutupan layanan lama, seperti 3G, untuk membebaskan spektrum dan infrastruktur guna mendukung layanan baru, seperti 5G,” kata FCC.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun 2022, Apa Kabar Suntik Mati 3G dan Pengembangan 5G?

Beberapa operator selular mematikan jaringan 2G dan 3G saat mereka meningkatkan jaringan untuk mendukung layanan 4G.

“Operator selular memiliki fleksibilitas untuk memilih jenis teknologi dan layanan yang mereka terapkan, termasuk ketika mereka menonaktifkan layanan lama demi layanan yang lebih baru untuk memenuhi permintaan konsumen,” imbuh FCC.

Seperti halnya AS, operator selular di Indonesia juga bersiap-siap untuk sepenuhnya meninggalkan 3G. Dimulai sejak maret 2022, sejumlah operator seluler di Indonesia secara serempak akan menonaktifkan atau menghapus sinyal 3G di layanan mereka.

Hal ini berkaitan dengan arahan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang menilai bahwa pengguna layanan 3G sudah tidak signifikan lagi, terlebih semenjak pandemi covid-19.

Meskipun sinyal 3G akan dihilangkan, namun layanan 2G tetap dipertahankan. Menkominfo Johnny G Plate, mengungkapkan bahwa alasan sinyal 2G tetap dipertahankan, pasalnya layanan ini masih dibutuhkan khususnya dalam aktivitas telepon dasar.

Sinyal 3G yang dinonaktifkan nantinya akan diganti menggunakan jaringan 4G/LTE yang secara teknis memiliki kecepatan lebih baik.
Hal tersebut  didukung dengan sebagian besar masyarakat yang sudah teredukasi untuk beralih ke jaringan 4G. Kebutuhan akses internet yang lebih baik mendorong para pengguna operator seluler menggunakan jaringan yang memberikan layanan lebih cepat.

Selain itu, kemunculan jaringan internet generasi ke 5 atau 5G semakin menjadikan penghapusan sinyal 3G sebagai langkah tepat.

Tak dapat dipungkiri dihentikannya layanan 3G sudah menjadi keniscayaan. Pasalnya, teknologi baru menawarkan lebih banyak kelebihan, terutama dalam hal kecepatan data yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini.

Apalagi 3G dikenal sebagai teknologi yang bersifat nanggung dan tidak stabil. Pasalnya, kecepatannya hanya mencapai 2 hingga 45 Mbps.

Bandingkan dengan 4G yang mencapai 100 Mbps. Apalagi 5G yang saat ini mulai marak di dunia. Kecepatan ideal 5G dapat mencapai 10 Gbps (gigabits per second) dengan jeda waktu pengiriman data sekitar 4 – 5 milidetik.

Meski 3G kelak bakal punah, namun sebagai evolusi teknologi, kontribusinya sangatlah signifikan. Pasalnya, teknologi 3G menjadi peletak dasar bagi layanan selanjutnya setelah voice dan SMS, yaitu data service berbasis mobile internet.

Dengan layanan data, operator tak lagi mengandalkan pemasukan dari layanan dasar (basic service). Operator bisa mendapatkan pemasukan dari beragam layanan lain yang semakin happening di masyarakat, seperti e-wallet, mobile banking, mobile entertainment, e-commerce, dan lain berbasis konten dan aplikasi lainnya.

Bagi pengguna, hadirnya 3G dan 4G telah mengubah kebiasaan masyarakat secara drastis. Mengakses media sosial, membalas email, dan selancar di dunia maya kini dapat dilakukan di mana saja.

Dengan smartphone di tangan, pelanggan dapat meng-pload/download foto atau dokumen kerja, bermain game, menonton video online dengan kualitas HD, dan kegiatan lainnya.

Beragam aktifitas tersebut, telah menjadi kebiasaan baru, terutama pada generasi milenial. Ini adalah lompatan yang luar biasa, mengingat beberapa tahun  lalu, masyarakat masih terbiasa dengan layanan dasar.

Baca Juga: 3G Sudah Dimatikan, IOH Kedepannya Juga Akan Fokus e-SIM

Selain operator, berkembangnya jaringan 3G memang tak bisa dilepaskan dari kehadiran smartphone yang sudah enable dengan teknologi tersebut.

Dalam hal ini, kita pantas berterima kasih kepada Nokia. Pasalnya, saat masih berada di masa kejayaannya, vendor asal Finlandia itu, tercatat meluncurkan smartphone 3G pertama di dunia pada dua dekade lalu.

Nokia 6650
Nokia 6650

Ponsel tersebut adalah Nokia 6650. Ponsel 3G pertama perusahaan, pertama kali bocor pada Juni 2002 dan akhirnya diluncurkan 26 September 2002.

Nokia 6650 menjadi perangkat smartphone pertama yang mendukung pita 3G W-CDMA 2100 MHz. Sebagai smartphone pertama 3G di dunia, Nokia 6650 menjadi standar baru teknologi wireless yang mulai mencuat saat itu.

Pasalnya, Nokia 6650 sudah dilengkapi dengan kamera VGA, koneksi bluetooth, layar berwarna, dan WAP. Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna dan memiliki body berdimensi 132 x 52 x 25 mm, 123 cc (5.20 x 2.05 x 0.98 in) dengan berat 141 g (4.97 oz).

Begitu pun desainnya terbilang ergonomis, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, dan support Mini-SIM.

Dengan animo pengguna yang mulai meningkat terhadap mobile fotografi, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Nokia 6650 telah mengusung kamera depan dan belakang.

Sensor kamera belakang tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 0.3 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal video recorder. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Sedangkan untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference.

Kamera tersebut juga dilengkapi dengan beragam fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi yang terbilang cukup maksimal pada masa itu.