Beranda News Policy Setelah Google, AS Segera Ajukan Tuntutan Anti Monopoli Terhadap Facebook

Setelah Google, AS Segera Ajukan Tuntutan Anti Monopoli Terhadap Facebook

-

Jakarta, Selular.ID – Facebook diperkirakan bakal menghadapi dakwaan antitrust dari pemerintah Amerika Serikat secepatnya pada November mendatang. Harian terkemuka Washington Post melaporkan pada Jumat (23/10), mengutip empat sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Anggota Komisi Perdagangan Federal AS telah bertemu secara pribadi sehari sebelumnya untuk membahas penyelidikan lebih lanjut. Sementara Jaksa Agung negara bagian New York Letitia James telah meneliti sepak terjang Facebook terkait potensi ancaman terhadap persaingan, ungkap Washington Post.

Garis waktu masih bisa berubah, kata surat kabar itu, menambahkan bahwa jaksa agung negara bagian sedang dalam tahap akhir dalam mempersiapkan pengaduan mereka.

Sebelumnya, Facebook mengatakan pada Agustus bahwa CEO Mark Zuckerberg, telah diwawancarai pada sidang investigasi Komisi Persaingan Usaha (FTC) sebagai bagian dari penyelidikan antitrust pemerintah terhadap perusahaan.

Facebook menghadapi penyelidikan serupa oleh departemen kehakiman dan oleh jaksa agung negara bagian, dan telah mengatakan sebelumnya penyelidikan tersebut melihat akuisisi sebelumnya dan praktik bisnis yang melibatkan “layanan jejaring sosial atau media sosial, iklan digital, dan atau aplikasi seluler atau online”.

Pada Juli 2019, Facebook setuju untuk membayar denda $ 5 miliar (Rp 70 triliun) yang memecahkan rekor untuk menyelesaikan penyelidikan FTC terpisah ke dalam praktik privasi perusahaan. Denda itu dikeluarkan terkait penyelidakan terhadap kasus pelanggaran penggunaan data pribadi dalam skandal Cambridge Analytica beberapa waktu lalu.

Rencana gugatan terhadap Facebook hanya selang beberapa hari dari keputusan AS yang membidik raksasa mesin pencari, Google dalam kasus yan sama.

Seperti diketahui, pada Selasa (20/10), departemen kehakiman AS menggugat Google. Menuduhnya secara ilegal mempertahankan kekuatan monopolinya dalam pencarian dan iklan pencarian – tindakan pemerintah yang pertama terhadap sebuah perusahaan teknologi dalam dua dekade terakhir.

Gelombang pemeriksaan terhadap raksasa-raksasa teknologi sejatinya sudah dapat diprediksi oleh publik dan dunia usaha di negara itu. Pada Juli 2019, Departemen Kehakiman AS mengatakan sedang membuka penyelidikan luas terhadap perusahaan teknologi digital besar apakah mereka terlibat dalam praktik anti persaingan. Selain Google dan Facebook, apakah tuntutan yang sama juga akan menerpa Amazon?

Buyer's Guide

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

7 Smartphone Xiaomi dengan Fast Charging Hingga 65W

Jakarta, Selular.ID – Bulan lalu kami menghadirkan panduan belanja tujuh smartphone Xiaomi dengan fitur...

5 Smartphone Oppo dengan Quad Camera Terbaik

Jakarta, Selular.ID -   Kamera kini menjadi salah satu fitur penting dalam memilih sebuah smartphone....

Smartphone Refresh Rate 90Hz Harga Rp2 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Bagi penggemar game mobile, teknologi refresh rate sangat diperlukan supaya bisa...

Xiaomi Redmi 9 Lunar Gold Meluncur di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Xiaomi kembali merilis anggota baru dari jajaran Redmi 9 Series. Perangkat...

Oppo Reno4 Pro Banting Harga

Jakarta, Selular.ID - Memasuki bulan November, dua ponsel Oppo mendapat penyesuaian harga. Baru diluncurkan...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait