Monday, May 27, 2019
Home News Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

-

Jakarta, Selular.ID – Pejabat Komisi Persaingan India (CCI) memutuskan untuk meningkatkan status pemeriksaan terhadap Google, menjadi penyelidikan menyeluruh.

Google dituduh menyalahgunakan posisi dominan platform Android untuk menekan para pesaing. Keputusan tersebut diambil setelah CCI menentukan keluhan terhadap perusahaan yang pantas dilakukan setelah penyelidikan awal.

Menurut laporan Reuters, perwakilan Google diperkirakan akan dipanggil untuk menghadap Komisi Persaingan India dalam beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari penyelidikan, yang diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun.

Detail penyelidikan tidak dirilis untuk umum, tetapi sumber mengatakan kepada Reuters  bahwa penyelidikan mengacu pada praktik Android Google yang dilakukan oleh Komisi Eropa (EC).

Kasus yang berlangsung selama tiga tahun itu, telah berujung pada penalti senilai € 4,3 miliar yang dibebankan kepada raksasa teknologi mesin pencari itu.

Mengikuti keputusan EC, Google mengatakan akan menghentikan bundling aplikasi dengan platform Android dan sebagai gantinya membebankan biaya lisensi kepada produsen untuk memasukkannya.

Keputusan tersebut juga menciptakan layar pengaturan perangkat baru untuk memungkinkan pengguna di Uni Eropa, memilih layanan pencarian dan browser default mereka.

Sebagai OS terpopuler, Android, digunakan oleh pembuat perangkat secara gratis. Tak tanggung-tanggung, fitur ini terdapat pada sekitar 85% populasi smartphone dunia.

Di India sendiri, menurut perkiraan Counterpoint Research, sekitar 98% ponsel pintar yang dijual pada 2018 menggunakan platform Android. Sementara  data dari StatCounter menunjukkan Android memegang hampir 91% pasar OS selular di India pada April 2019.

Jika kelak terbukti, perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu,  akan mengalami jalan terjal mengingat India adalah pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah China.

Ini bukan kali pertama Google berurusan dengan CCI. Tahun lalu, pengawas anti monopoli India mengenakan denda 1,36 miliar rupee (USD19 juta) pada Google dengan alasan “bias pencarian” dan penyalahgunaan posisi dominan.

Dalam kasus itu, CCI  menemukan Google telah menempatkan fungsi pencarian penerbangan komersial di posisi yang menonjol pada halaman hasil pencarian.

Google mengajukan banding atas keputusan itu. Perusahaan, mengatakan bahwa denda senilai USD19 juta dapat menyebabkan kerugian “tidak dapat diperbaiki” dan kehilangan reputasi.

Dengan meningkatnya status dari pengawasan menjadi penyelidikan terhadap Google, CCI ingin memperlihatkan bahwa kompetisi dapat ditegakkan sesuai dengan aturan yang ada. Hal itu ekaligus menunjukkan peran India yang lebih luas dari sekedar pasar.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest