Thursday, September 19, 2019
Home News Kominfo Ijinkan SIMO Beroperasi di Indonesia

Kominfo Ijinkan SIMO Beroperasi di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Beberapa waktu lalu vendor smartphone Wiko menghadirkan perangkat terbarunya yang mengusung fitur virtual SIM (vSIM) yang dikombinasikan dengan layanan roaming internasional dengan teknologi Skyroam dari SIMO.

Dlam keterangannya, menurut SIMO, salah satu negara yang dinilai sangat potensial bagi teknologi vsim dan layanan roaming dalam satu aplikasi yang tengah dikembangkan oleh perusahaan ini adalah Indonesia.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menyambut baik rencana SIMO yang hendak mengembangkan teknologi dan bisnisnya di Indonesia. Ia berharap SIMO dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri broadband di Indonesia. Terlebih lagi saat ini Kominfo tengah menggembangkan penggunaan broadband di Indonesia.

Lebih lanjut Rudiantara menerangkan bahwa, kegiatan bisnis dan penggembangan teknologi yang dilakukan oleh SIMO tidak bertentangan dengan regulasi dan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Menurut Rudiantara pengembangan teknologi yang dilakukan oleh SIMO dapat mempercepat program pemerintah khususnya dalam penetrasi broadband di Indonesia. Konsumen pengguna layanan SIMO tak perlu sibuk mencari serta memilih jaringan yang tersedia di wilayahnya.

“Kominfo menilai langkah penggembangan teknologi yang di lakukan oleh SIMO masih sesuai dengan dengan koridor regulasi dan perundang-undangan yang ada. Tidak ada yang salah atau dilanggar oleh SIMO. Justru layanan SIMO ini akan mempermudah dan mempercepat penetrasi broadband di Indonesia. Silakan saja jika SIMO mau menggembangkan teknologi dan usahanya di Indonesia,”jelas Rudiantara ketika menerima kunjungan petinggi SIMO di ruang kerjanya Senin (10/12).

Pertemuan antara Menkominfo dengan CEO SIMO tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara management SIMO dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya Agung Harsoyo Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan bahwa skema bisnis yang dibawa oleh SIMO merupakan bisnis model yang selama ini belum pernah ada di Indonesia. Namun sudah berjalan dengan baik di beberapa negara di dunia. Karena skema bisnis yang dibawa oleh SIMO merupakan bisnis model yang baru dan belum pernah terpikirkan di Indonesia, sehingga regulasi yang ada belum mampu mengaturnya.

“Memang teknologi yang dibawa oleh SIMO merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihambat. Dari segi regulasi memang bisnis yang dijalankan SIMO belum diatur. Meski tidak melanggar regulasi yang ada di Indonesia, BRTI sebagai regulator memahami apa yang menjadi kegelisahan teman-teman operator telekomunikasi di Indonesia. BRTI akan berusaha mencarikan cara yang terbaik untuk meminimalkan dampak terhadap industri telekomunikasi nasional. Mungkin SIMO bisa bekerjasama dengan operator broadband di Indonesia,”kata Agung.

Saat ini SIMO tengah mengembangkan dan melakukan uji coba teknologi vSIM yang dikombinasikan dengan layanan roaming internasional. Untuk di Indonesia, SIMO menggandeng vendor handset Wikko untuk melakukan uji coba vSIM yang dikombinasikan dengan layanan roaming internasional.

Liu Jing CEO SIMO menyambut baik respon positif yang diberikan oleh Menkominfo dan BRTI. Menurutnya, SIMO akan selalu tunduk dan taat terhadap regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun badan regulator.

“Kami juga akan mengikuti saran dan petunjuk yang konstruktif dari Menkominfo maupun BRTI yang meminta kita untuk menggandeng operator telekomunikasi di Indonesia. Saat ini kami tengah melakukan pembicaraan yang intensif dengan beberapa operator telekomunikasi di Indonesia. Kami berharap SIMO dapat memberikan kontribusi yang positif bagi industri telekomunikasi di Indonesia dan dapat membantu program pemerintah dalam aselerasi penetrasi broadband di Indonesia,” pungkas Jing.

Latest