Waspada, Game Android Diam-diam Melacak Kebiasaan Anda

mobile-recording-audio
Jakarta, Selular.ID – Beberapa game mobile mendengar via mikrofon smartphone. Tapi bukan untuk mendengar apa yang Anda katakan melainkan mencoba mendengar apa yang Anda tonton.

Sebetulnya ini adalah hal yang telah lama dilakukan aplikasi mobile, yakni menggunakan akses mikrofon untuk mengetahui apa yang Anda tonton, iklan mana yang Anda dengar, dan bahkan film apa yang Anda lihat.

Namun laporan di The New York Times (28/12/2017), menunjukkan bahwa praktik tersebut mungkin lebih umum dan lebih tertutup, dari yang konsumen bayangkan.

Times mengatakan bahwa ia mengidentifikasi lebih dari 250 game di Google Play Store yang mencakup hanya satu jenis software tertentu untuk memantau kebiasaan TV pengguna.

Dikatakan, pengembang seringkali tidak mengungkap dengan jelas apa yang mereka lakukan. Sebagian besar aplikasi tampaknya menyembunyikan penjelasan mereka dalam deskripsi di bawah tombol “baca lebih lanjut”.

Jika Anda melewatkan peringatan awal itu, Anda mungkin tidak tahu apa yang Anda hadapi saat membuka aplikasi.

Satu contoh game yang coba dipasang Times, teka-teki Endless 9*9 oleh Imobile Game Studios, langsung meminta akses lokasi dan mikrofon, tanpa penjelasan.

Jika Anda masuk ke setelan permainan, baru ada penjelasan. Aplikasi melacak “rincian penayangan TV” untuk “menampilkan konten dan iklan TV yang terkait.”

Menurut Times, Federal Trade Commission telah memperingatkan perusahaan tentang perilaku ini di masa lalu. Pada tahun 2016, Google menginformasikan ke 12 pengembang aplikasi Android yang menggunakan perangkat lunak serupa, yang disebut SilverPush, bahwa pengguna perlu diberi penjelasan tentang jenis informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi mereka dan mengapa hal itu dikumpulkan.

Aplikasi kerap sama sekali tidak memperingatkan pengguna tentang pengumpulan data, sedangkan aplikasi yang diidentifikasi oleh Times menyajikan informasi tersebut, walaupun disembunyikan.

Tidak jelas apakah itu berjalan cukup jauh, dan panduan FTC sebelumnya menyarankan hal itu mungkin tidak.

29ALPHONSO-master768

Times mengatakan bahwa beberapa aplikasi ini terus memantau melalui mikrofon, bahkan setelah smartphone ditutup/terkunci. Meski sebagian besar aplikasi tampaknya ada di Android, laporan juga mencatat bahwa beberapa juga ada di Apple App Store.

Baik Apple dan Google mengharuskan aplikasi untuk meminta akses mikrofon dari pengguna, jadi pengguna harus memberikan izin sebelum aplikasi benar-benar mulai mendengarkan. Namun mereka tidak menjelaskan kalau aplikasi akan tetap akan berfungsi tanpa harus mengizinkan hal itu.

Teori konspirasi selama ini menyebutkan bahwa raksasa aplikasi mobil (khususnya Facebook) menyadapk mikrofon smartphone untuk mendengarkan apa yang pengguna katakan dan kemudian menampilkan iklan berdasarkan percakapan mereka. Itu kali ini berbeda.

Meskipun aplikasi bisa mendengar semua yang Anda katakan, mereka hanya ditugaskan untuk mendengarkan audio yang dapat dikenali dari acara TV, film, dan iklan, yang kemudian mereka gunakan untuk menargetkan iklan.

Meski demikian, itu tidak mengurangi rasa takut pengguna.

Dan khusus untuk Facebook, sepertinya raksasa medsos itu tidak perlu mendengarkan Anda, karena ia memiliki segudang data yang sudah ada untuk melacak apa yang Anda lakukan di situsnya, di aplikasinya, dan bahkan di situs dan aplikasi lain yang menayangkan iklannya.