Tema-MWC17-(1)

Jakarta, Selular.ID – Bagi pecandu bola, Barcelona identik dengan klub sepak bola terkemuka di dunia. Sejak pertama kali didirikan pada 1899, klub yang bermarkas di Camp Nou itu kerap menjadi jawara liga domestik maupun Champion, kasta tertinggi liga Eropa.

Sementara bagi kelompok lain, Barcelona lebih dari sekedar kota industri, wisata dan sepak bola. Ia adalah kota teknologi, khususnya industri mobile yang terus bergerak semakin massif menjangkau berbagai bidang kehidupan berkat inovasi yang mampu menembus batas (cutting edge).

Predikat Barcelona sebagai ibu kota teknologi tentunya tak bisa dilepaskan dari keberadaan Mobile World Congress (MWC) yang saban tahun digelar di kota tersebut. Even berskala global ini, sukses menyedot ribuan orang terutama praktisi ICT dan digital kreatif untuk berkunjung ke kota yang menjadi kebanggaan  bangsa Catalan itu.

Tak terkecuali dengan MWC 2017 yang digelar pada 26 Februari – 2 Maret 2017. Bersama dua rekan sesama jurnalis, Ratna Ariyanti (Redaktur Koran Bisnis Indonesia) dan Ardhi Suryadi (Wapemred Detiknet), saya mewakili Selular Media Group (SMG), mendapat kehormatan dari Telkomsel untuk menghadiri MWC 2017 yang kali ini mengusung tema “The Next Element”.

Tema ini dirasa pas menggambarkan evolusi dan lompatan teknologi mobile broadband dan IoT (Internet of Things) yang semakin mencengangkan.  Karena segala kemajuan tersebut, pada akhirnya mampu mengubah cara kita secara fundamental. Baik dalam bersosialisasi, bekerja maupun menikmati hiburan.

Apa yang disajikan dalam MWC 2017, mendorong para stake holder yang terlibat mulai dari operator, vendor jaringan, vendor handset, produsen chipset, penyedia aplikasi, konten kreator dan industri lainnya untuk saling bekerjasama. Sehingga beragam layanan yang umumnya masih bersifat pilot project, kelak akan menjadi mainstream yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Speed-5G

Salah satu evolusi teknologi yang semakin menemukan bentuknya adalah 5G. Seperti sudah diprediksi, di ajang MWC 2017 teknologi internet yang mampu menghantarkan data sangat cepat ini menjadi jualan utama para vendor jaringan. Baik Ericsson, Nokia Network, Huawei dan ZTE, sama-sama menampilkan teknologi ini dalam bentuk riil yang sudah siap diimplementasikan.

Dibandingkan 4G dan 4,5 G yang maksimal berlari hingga 100 Mbps dan 300 Mbps, kecepatan yang ditawarkan oleh 5G membuat kita geleng-geleng kepala. Bayangkan, teknologi selular generasi teranyar ini mampu menghadirkan kecepatan di atas 25,4 Gbps.

Dibarengi dengan latency  yang rendah, 5G menawarkan lompatan yang sungguh jauh berbeda. Hal ini memungkinkan tumbuhnya beragam layanan baru, sekaligus mengakselerasi layanan sebelumnya menjadi lebih produktif dan efisien.

Salah satu layanan yang dipastikan akan semakin berkembang di era 5G adalah konten video. Pengguna dapat  menikmati video standar 8K yang memiliki resolusi lebih tajam tanpa terputus, VR (virtual reality) dan AR (augmented reality) jauh lebih impresif dari yang pernah disangksikan sebelumnya. Sebagai perbandingan, di era 4G, video berstandar 4K sudah cukup memanjakan mata pengguna.

Seeing is believing. Begitu kata pepatah. Untuk bisa merasakan langsung, saya tentu harus menjajal layanan berbasis 5G. Saya pun ber bertandang ke booth Huawei, mencoba salah satu game VR berbasis 5G yang disajikan penyedia jaringan asal China ini, yaitu pertempuran melawan gerombolan zombie. Hanya berbekal pistol, kita harus harus jeli menembak zombie yang datang dari segala arah bak air bah.

Game ini terasa riil karena tampilan gambar yang sempurna dan seting permainan yang menegangkan. Tak ada yang lebih menakutkan, selain bertarung dengan zombie penghisap darah di kota hantu yang ditinggal para penghuninya.

Sementara saat bertandang ke booth Ericsson, saya disuguhkan ekshibisi layanan berbasis 5G yang tak kalah keren. Yakni, mengendarai mobil secara jarak jauh. Tak tanggung-tanggung jaraknya mencapai 50 km dari lokasi di gelarnya MWC.

Memang kecepatan yang ditawarkan baru 20 km/jam. Namun sensasinya terasa luar biasa, karena ini bukanlah game. Seperti mengendarai mobil betulan, mata dan kaki sepenuhnya fokus pada layar berukuran kurang lebih 1 meter sebagai dashboard.

Selain pengendaraan mobil jarak jauh, Ericsson juga mendemokan digitalize elictricity. Layanan ini mengukur produktifitas dan efisiensi sumber daya listrik secara terukur yang bisa dimanfaatkan masyarakat atau industri dalam satu kota/wilayah.

Tujuannya, memastikan tidak ada energy yang terbuang percuma. Aplikasi ini bahkan bisa membaca fraud yang merugikan, termasuk pencurian listrik yang kerap terjadi di banyak negara dan merugikan perusahaan penyedia listrik, seperti PLN di Indonesia.

Ericsson juga mendemokan layanan digital yang tak kalah impresif, yakni Connected Mangrove Project. Menggabungkan cloud, machine to machine (M2M), dan teknologi mobile broadband, proyek ini sangat membantu program konservasi hutan mangrove yang kini menjadi tumpuan lembaga-lembaga dunia, termasuk PBB dalam upaya menahan gempuran perubahan iklim (climate change) akibat pemanasan global.

Proyek pertama di dunia ini juga dapat membantu komunitas yang tinggal di pesisir pantai karena mangrove dapat menahan abrasi air laut. Sensor yang telah ditanamkan ke dalam anakan pohon mangrove, akan memberikan berbagai informasi penting, seperti ketinggian air, kondisi cuaca, ancaman penyakit, dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan agar mangrove tersebut dapat tumbuh sehat.

Sejauh ini, Connected Mangrove Project telah sukses diimplementasikan oleh Ericsson di 3000 Km sepanjang pesisir pantai Malaysia. Keberadaan proyek ini mendapat pujian dari PBB, karena berperan dalam mengurangi efek pemanasan global, sekaligus memberdayakan ekonomi komunitas yang tinggal di pesisir pantai.

Pemanfaatan Drone

Drone-NTT-DoCoMo

Senada seirama dengan vendor jaringan, tren internet ngebut di MWC 2017 juga menjadi panggung sejumlah operator papan atas. Mereka memamerkan implementasi teknologi internet super cepat itu ke berbagai bentuk layanan inovatif yang mendorong pengguna, baik individu maupun perusahaan lebih produktif sekaligus efisien.

Tengok saja terobosan yang dilakukan NTT DoCoMo. Operator terbesar di Jepang itu, mulai menawarkan jasa pesan antar dengan menggunakan drone.

Jasa kiriman dengan pesawat tanpa awak ini, menjadikan penduduk di Pulau Nakano- shi sebagai pilot project. Dipisahkan oleh selat Honzu, pengiriman barang ke pulau itu dari pelabuhan terdekat yakni Oddo Park di kota Fokuoka, dengan cara konvensional yakni menggunakan speed boat memakan waktu rata rata 6 jam.

Namun pemakaian drone memangkas waktu kirim secara signifikan. Cukup 45 menit barang yang dipesan sudah bisa diterima. Tentu saja, barang yang dipesan bersifat portable dengan berat tertentu.

Tak seperti kiriman konvensional yang bisa tiba di depan rumah, dengan drone pemesan harus siap berada di satu tempat terbuka, sehingga drone dapat mendarat mulus dan barang diterima secara utuh.

Penggunaan drone sebagai medium pengantaran dirasa sangat cocok dengan kondisi demografis Jepang yang terdiri dari banyak pulau.  Problemnya tentu lebih kepada cuaca yang kerap berubah-ubah. Namun sebagai inovasi, penggunaan drone oleh NTT DoCoMo itu, tentu merupakan kabar yang sangat baik.

Cocok juga diterapkan di Indonesia yang  pulaunya jauh lebih banyak dibandingkan Jepang. Kira-kira kapan ya layanan seperti itu hadir di sini?

Selain pemanfaatan drone untuk melayani jasa pengiriman, NTT DoCoMo juga memanfaatkan teknologi AI (artificial intelligent) untuk mengelola lalu lintas dan pegembangan pertanian.

Dengan AI, penumpang dapat memesan taksi di lokasi tertentu dalam waktu 30 menit. DoCoMo memanfaatkan data yang besar seperti statistik penduduk, operasi taksi, cuaca, dan lainnya.

Demo lain yang membuat kagum adalah solusi pertanian untuk meningkatkan kualitas beras sekaligus hasil panen. Hal ini dilakukan dengan memantau populasi hama di sawah dan peramalan berapa kali panen dapat dihasilkan, berdasarkan tingkat kebutuhan air dan temperatur yang dikumpulkan oleh sensor yang ditanam di dalam tanah. Dibantu juga oleh drone sebagai alat pemantau lewat udara, mampu menghasilkan citra 13tajam dan analisis yang diperlukan.