Kamis, 18 April 2024
Selular.ID -

Generasi Milenial Paling Rentan Hoax

BACA JUGA

​Jakarta, Selular.ID – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam masyarakat Indonesia anti hoax, hari ini (8/1/2017) secara bersamaan di 7 kota Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Wonosobo, Jogjakarta dan Surabaya menggelar “Deklarasi Anti Hoax”.
Pada kesempatan ini juga diluncurkan situs TURNBACKHOAX.ID oleh gerakan Masyarakat Indonesia Anti Hoax dan Aplikasi mobile TURNBACKHOAX oleh Mastel (Masyarakat Telekomunikasi dan Informatika Indonesia). Dengan Situs dan Aplikasi tersebut kalangan Netizen dapat menyampaikan apapun berita, informasi, meme baik dari media situs atau mediasosial yang isinya hoax.

Masyarakat juga dapat memberikan penjelasan atau bukti-bukti bahwa laporan-laporan hoax yang ada di TURNBACKHOAX dengan cara memberikan penjelasan, bukti-bukti hoax nya dan sebagainya. Dengan demikian, masyarakat akan memperoleh informasi yang lebih jelas hoax-nya suatu informasi itu.

Septiaji Eko Nugroho, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi simpatik untuk mengajak seluruh masyarakat agar peduli dan bersama-sama memerangi persebaran informasi hoax yang marak di media sosial.

“Banyak informasi hoax yang viral di media sosial kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik. Hal ini bukan saja menghabiskan energi, namun juga berpotensi mengganggu keamanan nasional,” ujarnya.

Generasi milenial menurut Septiaji merupakan yang paling rentan terhadap bahaya hoax dan sangat disayangkan kalau Indonesia yang harusnya bisa menikmati bonus demografi di 2030 nanti justru diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial.

Sementara itu, Teguh Prasetya, Ketua Bidang Kebijakan Strategis Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengusulkan agar ada peringatan dalam bentuk pop-up yang muncul pada situs-situs yang rentan terhadap hoax.

“Langkah ini perlu dilakukan untuk melengkapi pemblokiran situs yang sudah terbukti melakukan pelanggaran dan juga content filteringyang dilakukan oleh Kemenkominfo,” ujar Teguh.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU