•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

iot smart home

Jakarta, Selular.ID – Pesatnya perkembangan perangkat mobile, peralihan secara signifikan menuju aplikasi berbasis cloud dan dampak kemajuan Internet of Things (IoT) dalam setahun terakhir akan membuat hadirnya ancaman yang kompleks dan penuh tantangan di tahun 2017.

Penjahat cyber telah melewati tahun yang sibuk dengan mengeksploitasi celah keamanan lawas dan terus mencari metode baru untuk mengancam para pengguna secara online. Perusahaan security software, Avast memperkirakan ancaman ini akan terus terjadi bahkan dengan tingkatan yang lebih canggih. Meskipun edukasi dan kesadaran akan ancaman cyber semakin meningkat, begitu juga dengan kecanggihan teknologi, strategi dan metode yang dilakukan para penjahat selalu menginginkan selangkah lebih maju dari para penjaga keamanan tersebut.

Salah satu prediksi Avast mengenai keamanan Cyber adalah pembajakan perangkat IoT yang akan bertambah di 2017.

Dengan semakin meningkatnya pengadaan jaringan pada rumah dan perkembangan pesat dari smart city dan perkantoran, semuanya yang terkoneksi dari mobil ke router, kamera pengawas hingga alat pengukur panas pun menjadi lebih mudah untuk diserang.

Coba bayangkan perangkat di rumah Anda seperti router, IP camera, DVRs, mobil, konsol game, TV, kamera pengawas bayi dan banyak perangkat IoT dapat dengan mudah dijadikan target dengan memanfaatkan data login default atau celah keamanan terkenal lainnya. Pada tahun 2016, ada banyak botnet yang dibangun dari perangkat yang tidak disangka-sangka untuk melakukan mining mata uang digital (Bitcoin dsb), spamming ataupun serangan DDoS (baru-baru ini dilakukan oleh botnet Mirai).

Avast memprediksi jumlah botnet yang bertujuan untuk membajak perangkat IoT akan semakin bertambah di tahun 2017 seiring bertambahnya juga perangkat IoT yang rentan untuk dieksploitasi.

Perkembangan perangkat wearables seperti smartwatch juga semakin memunculkan tantangan baru. Tidak hanya menawarkan kemudahan untuk mempermudah aktifitas sehari-hari seperti menyediakan fitur keamanan dengan melakukan pelacakan suatu aktifitas tetapi perangkat ini juga membuat celah keamanan baru. Seperti perangkat yang lain, wearables juga menggunakan software yang memiliki potensi untuk dapat diserang.

Intinya, setiap perangkat yang terkoneksi dengan rumah atau kantor merupakan jembatan masuk untuk hacker. Meskipun kebijakan sekuriti sudah diterapkan untuk keamanan perangkat IoT, namun hal yang terpenting yaitu dengan mengedukasi diri sendiri untuk menyadari adanya resiko keamanan yang mengancam serta memastikan firmware pada perangkat tersebut selalu up to date.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here