BerandaNewsPolicyKemenkominfo Upayakan Sertifikasi Ponsel Lebih Mudah

Kemenkominfo Upayakan Sertifikasi Ponsel Lebih Mudah

-

Smartphone

Jakarta, Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiarkan Rancangan Peraturan Menteri atau biasa disingkat RPM mengenai penyederhanaan proses penerbitan sertifikasi perangkat telekomunikasi, termasuk ponsel, laptop dan tablet.

Hal ini mengingat teknologi perangkat telekomunikasi bergerak sangat cepat dan dinamis, sehingga perlu untuk memberikan percepatan layanan publik bidang sertifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi.

Dalam RPM tersebut, sertifikasi perangkat telekomunikasi dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu evaluasi dokumen atau pengujian. Evaluasi dokumen dapat dilakukan melalui pernyataan diri (self declaration of conformity) atau melalui cara lain sesuai peraturan perundang-undangan.

Melihat butir-butir RPM, aturan ini akan berdampak terutama pada sertifikasi telepon seluler merek global. Bagi merek global, sertifikasi via penyataan diri hanya dapat dilakukan oleh pemegang merek atau distributor resmi. Selain itu, pernyataan diri ini harus dilakukan untuk setiap perangkat yang hendak dimasukkan ke Indonesia. Merek global juga diminta untuk melaporkan hasil uji dan sertifikat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dari Kementerian Perindustrian.

Merek global dapat mengajukan sertifikasi melalui situs e-sertifikasi secara online dan mengisi data terkait perangkat. Sebuah merek dianggap sebagai merek global jika mereka masuk ke dalam 5 besar pangsa pasar dunia menurut lembaga independen internasional atau telah memiliki sertifikat dari lembaga uji internasional.

Lebih lanjut, tidak semua merek lokal dapat mengajukan sertifikasi via pernyataan diri. Merek lokal yang dapat melakukan itu akan ditetapkan oleh Dirjen SDPPI berdasarkan hasil supervisi dari tim yang mereka bentuk.

Supervisi akan dilakukan oleh tim bentukan Dirjen SDPPI ke semua pabrikan merek lokal. Jika sebuah merek lokal dinyatakan tidak dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri maka mereka harus melakukan evaluasi dokumen atau pengujian. Sama seperti merek global, merek lokal juga harus memberikan hasil uji sertifikat TKDN.

Sertifikat diterbitkan 1 hari setelah pemegang merek global atau distributor resmi merek global, dan pemegang merek lokal membayar biaya sertifikasi. Salinan sertifikat dapat disalin oleh pemegang merek global, distributor resmi merek global atau pemegang merek lokal.

Pengujian tersebut akan dilakukan melalui uji petik. Sanksi akan dikenakan bagi perangkat yang tidak memenuhi ketentuan hasil uji petik. Merek yang dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri tidak lagi dapat melakukan sertifikasi via pernyataan diri jika tidak lulus uji petik 2 kali untuk perangkat yang berbeda.

Artikel Terbaru