Beranda Apps Berapa Sumbangsih Revenue Layanan Musik Streaming Terhadap Musik Digital?

Berapa Sumbangsih Revenue Layanan Musik Streaming Terhadap Musik Digital?

-

wp-1480513688640.jpgJakarta, Selular.ID – Pertumbuhan pasar musik streaming kian menguat. Hal ini dibuktikan dengan pendapatan musik digital di Asia yang tumbuh lebih cepat dari industri musik dalam skala global. Industri musik digital di Asia tumbuh sebanyak 8,8 persen per tahun dengan prediksi kenaikan sebanyak 15 persen pada tahun 2020.

Seiring kenaikan pendapatan musik digital, tak pelak membuat pasar musik tradisional semakin anjlok. Ventha Lesmana, Managing Director Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), menguraikan data penurunan tajam penjualan musik fisik selama hampir sepuluh tahun terakhir.

“Tahun 1996 merupakan masa keemasan penjualan musik fisik, dengan tercatat penjualan sebanyak 77 juta keping kaset yang beredar di Indonesia. Tapi makin lama makin menurun. Penjualan CD (compact disk) dan kaset makin turun sampai tahun 2015 hanya 5 juta keping yang terjual di seluruh Indonesia. Bayangkan, dari lebih dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, yang beli kaset dan CD musik cuma 5 juta,” ungkap Ventha.

Di 2015, pemasukan musik digital paling besar disumbang oleh Ringback Tone (RBT) di mana tercatat Rp194 miliar, diikuti oleh Full Track Download (FTD)/sebesar Rp29 miliar, dan layanan streaming Rp14 miliar. Namun selama semester pertama di tahun ini, ada penurunan revenue untuk RBT dan FTD. Masing-masing memperoleh Rp91 miliar dan Rp13 miliar. Sementara, layanan streaming mengantongi Rp14 miliar.

“Hanya dalam enam bulan, antara Januari sampai Juni 2016, layanan streaming musik sudah menyamai pendapatan setahun penuh di tahun lalu,” kata pria yang bergabung dengan ASIRI sejak tahun 2014 tersebut.

Ventha menyebut meski angka kenaikan musik streaming terus meroket namun tak diketahui jalur aksesnya apakah legal atau ilegal dari situs-situs musik pembajak lagu.

Artikel Terbaru