Sunday, December 15, 2019
Home News Security Gunakan Teknologi Canggih, ATM Tetap Jadi Incaran Hacker

Gunakan Teknologi Canggih, ATM Tetap Jadi Incaran Hacker

-

atm-machine
Jakarta, Selular.ID – Sudah bertahun-tahun ATM menjadi incaran para penipu yang memburu data kartu kredit. Para ahli Kaspersky Lab baru-baru ini menyelidiki bagaimana penjahat siber memanfaatkan teknologi otentikasi terbaru ATM yang rencananya akan dipergunakan oleh perbankan. Semuanya itu dimulai dengan skimmer primitif. Namun, seiring berjalannya waktu, desain perangkat tersebut telah ditingkatkan sehingga menjadi skimmer biometrik.

Menurut penyelidikan Kaspersky Lab terhadap kejahatan siber underground, sudah ada setidaknya dua belas penjual menawarkan skimmer yang mampu mencuri sidik jari korban. Dan setidaknya tiga penjual underground sudah meneliti perangkat yang mampu secara illegal memperoleh data dari urat nadi telapak tangan dan sistem identifikasi iris mata.

Gelombang pertama dari skimmer biometrik diamati melalui “presale testing” di bulan September 2015. Bukti yang dikumpulkan oleh peneliti Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa selama pengujian awal, pengembang menemukan beberapa bug. Namun, masalah utama adalah penggunaan modul GSM untuk transfer data biometrik (modul tersebut terlalu lambat untuk mentransfer besarnya volume dari data yang diperoleh). Akibatnya, versi terbaru dari skimmer akan menggunakan teknologi transfer data lainnya yang lebih cepat.

Ada juga pembicaraan dalam diskusi yang sedang berlangsung di komunitas underground mengenai pengembangan aplikasi mobile untuk membuat cetakan dari wajah manusia. Dengan aplikasi tersebut, penyerang dapat mengambil foto seseorang yang diposting di media sosial dan menggunakannya untuk mengelabui sistem identifikasi wajah.

“Masalah utama dengan biometrik adalah, tidak seperti password atau kode pin yang dapat dengan mudah dimodifikasi, mustahil untuk mengubah sidik jari atau iris mata Anda. Oleh karena itu, jika data Anda diretas sekali saja, maka tidak akan aman untuk menggunakan metode otentikasi biometrik lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yang aman. Data biometrik juga dicatat dalam paspor modern yang disebut e-paspor serta visa. Jadi, jika seorang penyerang mencuri e-paspor, mereka tidak hanya memiliki dokumen, tetapi juga data biometrik orang itu. Mereka telah mencuri identitas seseorang,” kata Olga Kochetova, ahli keamanan di Kaspersky Lab.

Penggunaan alat-alat yang mampu membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker akan terus melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan untuk merebut data yang nantinya dapat digunakan untuk mencuri uang dari bank dan nasabahnya.

Latest