Mi4i, salah satu ponsel unggulan Xiaomi (Foto: Didi/Selular.ID)
Mi4i, salah satu ponsel unggulan Xiaomi (Foto: Didi/Selular.ID)
Mi4i, salah satu ponsel unggulan Xiaomi (Foto: Didi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Regulasi pemerintah terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) peralatan komunikasi 4G LTE memang masih sebatas wacana. Namun, sejumlah produsen ponsel, terutama kelas global, sudah berbondong-bondong untuk menyiapkan segala keperluan fasilitas.

Produsen ponsel yang baru saja meluncurkan smartphone flagship terbaru, Xiaomi, belum mau membicarakan secara gamblang perihal rencana ke depan sehubungan regulasi dari pemerintah Indonesia. Saat Selular.ID menemui Hugo Barra dan Steve Vickers selaku dua pejabat penting di Xiaomi, keduanya kompak menyatakan bahwa masih akan menunggu kepastian pemerintah Indonesia.

“Regulasi kan masih belum resmi, jadi kami belum bisa bilang apa-apa sampai nanti diresmikan,” ujar Hugo. Pria ex-Google ini menambahkan, akan menunggu dan memantau perkembangan sampai ada peraturan tertulis.

Di samping TKDN, pemerintah juga bakal menekan angka impor smartphone. Salah satu caranya dengan menyuruh vendor ponsel agar mendirikan pabrik ponsel di sini. Pemerintah mengiming-imingi para pelaku industri dengan berjanji bakal mempermudah izin mendirikan pabrik industri.

Disinggung soal rencana pembuatan pabrik di Indonesia, Hugo mengatakan Xiaomi tidak memiliki rencana membangun pabrik di Indonesia. Xiaomi akan menyewa tempat perakitan lokal atau assembly, bukan sebagai tempat produksi komponen langsung.

“Xiaomi bekerjasama dengan third party manufacturer di setiap market, bukan bangun pabrik,” kata Steve Vickers, General Manager Xiaomi Southeast Asia. (bda)

VP Global Xiaomi Hugo Barra (Foto: Didi/Selular.ID)
VP Global Xiaomi Hugo Barra (Foto: Didi/Selular.ID)