Dian Rachmawan, CMO Telkom (Foto: Samin/ Selular.ID)
Dian Rachmawan, CMO Telkom (Foto: Samin/ Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Sejak januari 2015, BUMN Telekomunikasi terbesar nasional, Telkom gencar mengkampanyekan unit usaha barunya IndiHome yang mengandalkan kekuatan Fiber To The Home (FTTH). Kehadiran layanan ini pun secara otomatis menutup layanan yang sebelumnya ada yaitu Speedy.

Hal tersebut disampaikan Dian Rachmawan, Chief Marketing Officer Telkom pada FTTH Conference (20/5/2015) yang berlangsung di Hotel Shangrilla, Jakarta. “Sejak januari 2015 kami intens menghadirkan IndiHome yang menawarkan triple play (Internet, TV berbayar dan Telepon). Dengan demikian Telkom menutup brand Speedy,” ungkapnya.

Lebih lanjut kehadiran IndiHome ini menurut Dian berawal dari kebutuhan rumah tangga yang kini mulai merambah pada ketersediaan akses internet. Jika dulu kebutuhan rumah tangga adalah air, listrik dan sebagainya sekarang bertambah yaitu harus ada akses internet.

Potensi layanan seperti ini tentunya sangat besar mengingat di Indonesia ada sekitar 60 juta rumah dan 20 juta diantaranya memiliki TV yang berukuran besar. Layanan IndiHome ini sendiri menurut Dian sudah tersedia di ratusan kota di seluruh Indonesia. “Di Manokwari kami sudah mempunyai pelanggan,” terangnya.

Berbicara mengenai target, Dian menyampaikan hingga akhir tahun 2015 ini Telkom mematok angka 3 juta sambungan IndiHome. Angka ini terbilang cukup besar mengingat pelanggan baru IndiHome saat ini hanya sekitar 350 ribu saja. Telkom berharap 3,2 juta pelanggan yang memanfaatkan layanan speedy beralih menggunakan layanan Triple Play-nya tersebut.

Sementara itu jawa Timur dan Jabotabek saat ini menjadi wilayah dengan jumlah pelanggan terbanyak. Jabotabek sendiri dikatakan Dian mendapatkan jatah target yang harus tercapai sebanyak 1 juta pelanggan.

Mengenai tarif yang diberlakukan, Telkom memiliki strategi untuk menyesuaikannya dengan kondisi perumahan yang ada. Jika kawasan tersebut banyak terdapat rumah sederhana sekali (RSS), Telkom aakan memberikan insentif. Hal ini dilakukan agar setiap rumah dapat terpenuhi kebutuhan internetnya agar kesenjangan digital dapat dihilangkan. (bda)