Pantai Kuta, Lombok (Foto: Iqbal/Selular.ID)
Pantai Kuta, Lombok (Foto: Iqbal/Selular.ID)
Pantai Kuta, Lombok (Foto: Iqbal/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Dibandingkan regional lain, Lombok bukan tergolong sebagai wilayah yang menghasilkan revenue sangat besar. Meski demikian, pulau terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tetap menjadi ladang yang ingin dimenangkan oleh operator. Apalagi, sejak diresmikannya Bandara Internasional Lombok pada 2011, semakin menjadikan Lombok destinasi wisata favorit baik wisatawan lokal maupun manca negara.

Dengan posisinya yang strategis itu, tentu menjadi tantangan bagi XL Axiata yang selama ini menguasai Lombok. Belasan tahun sebagai market leader, tak membuat posisi operator asal Malaysia itu aman dari kejaran para pesaing, terutama Telkomsel dan Indosat, dua pesaing terdekatnya. Saat ini XL Axiata masih menjadi market leader. Operator asal Malaysia itu mengklaim menguasai sekitar 80 persen. Diikuti oleh Telkomsel yang juga gencar membangun BTS terutama 3G guna merebut pasar layanan data di wilayah itu.

Memang diantara operator lain, Indosat dan Telkomsel, terbilang paling getol dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan. Modernisasi jaringan ini kemudian dibarengi program marketing, sales dan distribusi produk yang menjangkau ke seluruh pelosok. Harapannya, dapat meningatkan jumlah pelanggan sekaligus trafik, terutama layanan data yang kini semakin hype. Tumbuhnya layanan data, tampaknya memberi kesempatan bagi Indosat dan Telkomsel untuk menyalip posisi XL Axiata.

Indosat misalnya, baru-baru ini menuntaskan modernisasi jaringan di Lombok. Jaringan ini diklaim mampu mencapai 42 megabita per detik (mbps).

Wasis Sulaiman, Head of Region East Java and Bali Indosat, mengatakan modernisasi jaringan di Lombok sudah dilakukan dalam 6 bulan terakhir. Langkah ini menyusul kota-kota sebelumnya di Jawa dan Sumatera. Indosat melakukan modernisasi dalam dua tahun terakhir di 23 kota di Indonesia.

Wasis mengungkapkan layanan data Indosat di Lombok mengalami pertumbuhan yang signifikan pasca modernisasi jaringan dilakukan.

“Trafik data di Lombok tumbuh sekitar 158 persen setelah modernisasi,” kata Wasis kepada Selular.ID.

Meningkatnya kualitas jaringan turut mengerek jumlah pengguna aktif Indosat di Mataram, ibu kota NTB, yakni mengalami kenaikan dari 20 ribu menjadi 41 ribu, terhitung sejak modernisasi dilakukan pada September 2014. Hasil dari modernisasi jaringan, imbuh Wasis, ditargetkan dapat meningkatkan market share Indosat di wilayah Lombok menjadi 10 persen dari 5 persen saat ini.

Seperti halnya Indosat, Telkomsel juga terbilang agresif dalam memperbaiki jaringan di Lombok. Saat ini Telkomsel telah menggelar 600 BTS di Lombok, di mana sepertiganya merupakan BTS 3G (Node B). Di sisi lain, kapasitas jaringan broadband pun telah ditingkatkan 100 persen menjadi 2 Gbps untuk mendukung pengalaman pelanggan Telkomsel di NTB dalam menikmati layanan data yang lebih berkualitas.

Menurut Gatot Priyo Utomo, GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra, peningkatan kapasitas jaringan itu mampu mendorong jumlah pengguna. Kini Telkomsel telah melayani sekitar 700.000 pelanggan di Lombok. Lebih dari 40 persen pelanggan tersebut aktif menggunakan layanan data. Dari seluruh pelanggan Telkomsel di Lombok, komposisi pengguna feature phone dan smartphone berimbang, sama-sama 50 persen.

“Meningkatnya jumlah pengguna, pada akhirnya mengerek Pendapatan Telkomsel di Lombok. pada kuartal pertama tahun 2015 meningkat lebih dari 60 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2014. Bahkan pendapatan dari layanan broadband meningkat 160 persen dan masuk ke dalam satu dari tiga wilayah dengan peningkatan pendapatan broadband terbesar secara nasional pada periode tersebut”, ungkap Gatot kepada Selular.ID.

Gatot menambahkan, saat ini pihaknya tengah fokus meningkatkan kualitas layanan 3G sekaligus memperluas jangkauan layanan 3G agar semakin banyak masyakarat Lombok yang dapat menikmati layanan 3G Telkomsel. Sementara implementasi jaringan 4G disesuaikan dengan semakin matangnya ekosistem Device, Network, Application (DNA) di Lombok.

“Dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan 3G, kami menargetkan dapat meningkatkan pertumbuhan layanan broadband di Lombok sebesar 100 persen atau menjadi dua kali lipat, baik dari sisi jumlah pelanggan maupun pendapatan hingga akhir tahun ini”, pungkas Gatot.