4g-heroJakarta, Selular.ID – Indonesia pada akhir tahun 2014 lalu telah secara resmi menghadirkan komersialisasi layanan 4G LTE. Secara teknologi layanan ini dapat menghadrkan akses internet dengan kecepatan yang sangat tinggi. Namun demikian akses internet cepat ini akan tidak berarti kalau backhaul jaringannya masih menggunakan microwave.

Hal tersebut disampaikan oleh Ridwan Effendi, anggota BRTI. Menurutnya, layanan 4G LTE ini akan sangat ideal jika jaringannya menggunakan serat optik. “Layanan 4G LTE itu idealnya menggunakan fiber optic karena kalau kecepatan aksesnya tinggi tapi backhaul-nya tidak diperhatikan sama saja,” ungkapnya.

Jika jaringan 4G LTE menggunakan microwave dinilai tidak akan bisa menghasilkan kecepatan yang stabil mengingat kapasitas pancar signal yang mampu dilakukan hanya sedikit. Oleh karena itu penggunaannya hanya cocok untuk 3G saja.

Terkait hal ini, Abdus Somad Arief (ASA), Direktur Jaringan Telkom menyetujui hal tersebut hanya saja biaya investasi untuk menggelar jaringan menggunakan fiber optic sangat besar. “Untuk bisa sampai ke BTS, kabel-kabel serat optik tersebut harus melalui kawasan perumahan maupun industri,” jelasnya.

Oleh karena itu menurut ASA, untuk mengatasi hal tersebut operator akhirnya mengkombinasikan penggunaan serat optik dan microwave. “Untuk daerah-daerah dengan jangkauan yang tidak luas bisa menggunakan microwave,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ongki Kurniawan, Direktur Service Management XL Axiata yang mengatakan bahwa teknologi microwave kini telah mengalami evolusi di mana kapasitasnya kini telah meningkat hingga 1Gbps sehingga masih memungkinkan untuk digunakan.

Selain itu Ongki juga menyampaikan XL sejak 2011 telah menggelar jaringan serat optik. “Kami sudah mempunyai kabel serat optik di jaringan XL sepanjang 30.000km. Ini menjadikan XL sebagai operator dengan jaringan serat optik terbesar kedua setelah Telkom. Dengan jumlah tersebut kami sangat siap menghadirkan layanan 4G LTE,” pungkasnya. (bda)