farhanPerkembangan teknologi yang begitu pesat ternyata beriringan juga dengan dampak sosial yang ditimbulkannya. Sudah banyak contoh dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan  negatif peralatan hasil perkembangan teknologi tersebut sepeti smartphone.

Penggunaan smartphone disinyalir memiliki dampak sosial yang negatif seperti berkurangnya interaksi sosial mengingat si penggunanya cenderung asik dengan dunianya sendiri mengingat peralatan tersebut mempunyai efek candu dimana si pengguna yag sudah ketagihan (gadget freak) akan sulit lepas dari smartphonenya.

Menurut Farhan, presenter dan juga Sekjen Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), sejak dari awal anak-anak perlu untuk dikenalkan kepada peralatan tersebut hanya saja tidak untuk memiliki. “Kalau yang saya terapkan, umur 13 tahun baru boleh memiliki tetapi tetap pemakaiaannya dikendalikan oleh orang tua” jelasnya saat berbincang dengan Selular.ID.

Farhan juga membatasi penggunaan smartphone untuk bersosial media buat anak-anaknya hanya pada saat akhir pekan saja. “Dibatasi karena konten yang ada dalam dunia maya unlimited, kalau anak dijejalin itu semua padahal dia belum punya kemampuan untuk menseleksinya bisa berbahaya,” ungkapnya. Bagaimana mengontrolnya menurut Farhan tergantung pada kejujuran si anak,disinilah anak harus belajar kejujuran. Selain itu punishment juga harus diterapkan ketika anak melanggar aturan tersebut.

Pada saat anak lulus SMA menurut Farhan barulah tanggung jawab penuh bisa diberikan dalam menggunakan gadgetnya. Namun demikian menurut Farhan, sebelum diberikan tanggung jawab penuh, anak harus ditanamkan nilai-nilai yang harus dipegangnya terlebih dahulu apakah tu nilai kemanusian, nilai-nilai agama maupun nilai adat istiadat. Dengan adanya nilai-nilai yang sudah tertanam, si anak diharapkan dapat memilah ketika menghadapi apapun dan dapat menenutkan mana yang layak atau tidak untuk dikonsumsi.

“Saya tidak pernah mau menyalahkan media apapun apakah itu internet apapun, Cuma yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan nilai tambah di dalamnya,” pungkasnya. (bda)