Wednesday, May 22, 2019
Home News Riset, Apple Maps Dicap Sebagai Layanan Pemetaan Terburuk Dibanding Google Maps dan...

Riset, Apple Maps Dicap Sebagai Layanan Pemetaan Terburuk Dibanding Google Maps dan Bing

-

24 December 2012 14:00
Saat merilis Apple Maps, Apple Inc.menghapus Google Maps sebagai peta default di iOS 6. Dihapusnya Google Maps membuat perusahaan berbasis di Cupertino itu memperoleh kritikan yang sangat banyak. Ini karena aplikasi Apple Maps tersebut masih jauh dari kata bagus, padahal pengguna sangat membutuhkan aplikasi untuk menunjukkan rute secara akurat.

Hingga kini, anggapan tersebut nampaknya belum berubah. Pasalnya, menurut studi yang diterbitkan oleh CrowdFlower, mereka mengatakan bahwa Apple Maps memiliki risiko tiga kali lebih besar melakukan kesalahan dalam penunjukan arah dibandingkan jika memakai Google Maps. Dalam studinya, CrowdFlower membandingkan tiga aplikasi peta, yakni Apple Maps, Google Maps, dan Bing. Sebagai acuan, mereka juga menyertakan 1000 pusat bisnis di Amerika Serikat serta 100 tempat yang tersebar di Inggris. Dari situ, CrowdFlower melihat kinerja masing-masing aplikasi peta.

Hasil penelitian terungkap bahwa Apple Maps merupakan aplikasi terburuk dari dua layanan pembanding. Apple Maps hanya mampu menunjukkan 75 persen pusat bisnis yang diminta. Sementara itu Bing sedikit lebih baik dengan prosentase sebesar 80 persen dan Google Maps sebesar 85 persen.

Firma riset itu juga menguji akurasi petunjuk arah yang diberikan oleh masing-masing layanan. Dari situ, Apple Maps kembali dicap sebagai yang terburuk dengan tingkat kesalahan petunjuk mencapai 3-4 persen. Sementara itu Bing memiliki prosentase kesalahan 1.5 persen dan Google Maps hanya 1 persen.

Salah satu sebab mengapa Apple Maps jauh kalah dibandingkan Google Maps adalah kurangnya sumber saya untuk mengurusi fitur ini. Seperti diketahui, Apple Inc. mengandalkan pihak ketiga untuk membuat peta bagi mereka, seperti Tom Tom. Sedangkan Google memiliki armada sendiri untuk melakukan Mapping. Google mempekerjakan setidaknya 7.000 orang untuk membuat peta yang detail, yang terdiri dari 1.000 karyawan tetap Google dan 6.000 kontraktor. Jumlah sebanyak ini melakukan banyak kegiatan pemetaan seperti street view drivers, people flying planes,  people drawing maps, people correcting listings, and people building new products. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.crowdflower.com

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest