22 March 2013 16:30

Perusahaan riset pasar IHS iSuppli baru-baru ini mengungkapkan perkiraan biaya material (BOM) dari Samsung Galaxy S4. Perusahaan percaya bahwa bahan-bahan untuk pembuatan Galaxy S4 versi HSPA+ berkisar US$236 (sekitar Rp2,3 juta), yang ketika ditambahkan dengan biaya produksi menjadi total US$244.

Taksiran ini menandai kenaikan ongkos 15%, atau sekitar US$30,40 dibandingkan BOM (bill of material) dari Samsung Galaxy S III. Pembengkakan biaya produksi disebabkan oleh elemen layar Super AMOLED Full HD yang mahal, tambahan sensor dan CPU Exynos Octa dari generasi S4.

Seperti yang bisa Anda lihat dari tabel di bawah, Galaxy S4 dengan layar sentuh Super AMOLED FullHD diperkirakan menelan biaya US$75, yakni US$10 lebih mahal dari layar Super AMOLED 720p milik Galaxy S III. Adapun chipset Exynos 5410 Octa baru dengan CPU quad-core Cortex-A15 dan Cortex-A7, IHS iSuppli memperkirakan Samsung menghabiskan pundi US$30,00. Bilangan itu hampir dua kali lipat dari nilai chipset Exynos 4410 quad-core Cortex-A9 yang diusung Galaxy S III (US$17,50).

selular14342886520130321170100

Material untuk versi LTE Samsung Galaxy S4 lebih murah US$3 daripada versi HSPA+. BOM berkisar US$233 dan US$241 dengan menyertakan ongkos produksi. Alasannya karena Snapdragon 600 yang berdetik dalam versi Galaxy S4, hanya membutuhkan US$20,00.

Menariknya, sensor kamera 13Mpix dan 2Mpix yang disematkan dalam Galaxy S4 hanya menambahkan US$ 1 dari kombo 8Mpix dan 1,9Mpix milik Galaxy S III, yang diperkirakan menelan biaya US$19,00 pada September tahun lalu. Anda harus ingat bahwa biaya manufaktur tersebut tidak termasuk biaya tambahan seperti lisensi dan royalti.

Samsung Galaxy S4 akan tersedia pada akhir April di Inggris dengan kisaran harga £529. Sedangkan di negara Eropa lainnya akan dibanderol sekitar €600-€700. Sementara di AS, Samsung akan menjual Galaxy S4 dengan harga sekitar US$579 (Rp5,5 juta). (Khoirunnisa)

 

Sumber : http://press.ihs.com (19/3/2013)