28 September 2012 16:30
San Jose – Pada acara BlackBerry Jam Americas 2012, RIM memulai program baru yang disebut 10k Developer Commitment. Seperti namanya, program ini memberikan insentif ke pengembang bersertifikasi RIM untuk memperoleh pendapatan hingga US$10 ribu pada pengembangan aplikasi BlackBerry 10. Program ini dimulai pendaftarannya pada 10 Oktober mendatang dan aplikasi yang layak diterima oleh RIM hingga Januari 2013 akan dipajang di App World versi baru yang akan terisi pula oleh aplikasi film, acara TV, hingga musik. Selama 12 bulan, bila pengembang mendapatkan lebih dari USD 1000 tetapi kurang dari USD 10 ribu maka RIM akan memastikan pengembang tersebut mendapat US$10 ribu.
“Kami yakin platform ini akan menjadi platform masa depan hingga 10 tahun mendatang seperti apa yang telah diukir BlackBerry sebelumnya,” kata Thorsten Heins, RIM CEO pada acara konferensi tersebut. BlackBerry 10 dikatakan oleh Heins menggunakan paradigma aplikasi in-out. Ia meyakinkan bahwa BlackBerry Hub yakni menyatukan semua notifikasi dalam satu wadah, akan menghilangkan kebutuhan orang untuk membuka berbagai aplikasi bersamaan seperti Facebook, Twitter, Foursquare, LinkedIn hingga Calendar. Sedangkan Flow adalah interaksi baru perangkat BlackBerry dengan sentuhan ibu jari yang simpel dalam gesture sehingga efisien bagi pengguna.
Bagi pengembang, apa yang dilakukan RIM itu menjadi tantangan yang memang harus ditaklukkan. “Dari sisi platform dan produk sudah oke, tinggal strategi pemasaran agar handsetnya bisa segera memasyarakat,” kata Ibnu Maksum, pengembang aplikasi BlackBerry, Petani Digital. Menurut Ibnu, pihak RIM juga memiliki komitmen untuk memudahkan pengembang. Seperti dirinya yang biasa membuat aplikasi dengan Java, maka untuk di BB 10 yang harus pakai bahasa pemrograman lain disediakan Cascade. “Itu memudahkan buat saya,” kata pengembang yang kini sudah menghasilkan 60-an aplikasi tersebut mulai dari NuxRadio hingga Kultwit.
Tentu, tantangan yang dihadapi oleh RIM untuk meyakinkan pengembang tidaklah mudah. Menurut Martin Woolley, Senior Application Development Consultant RIM, pengembang di Amerika Serikat masih perlu diyakinkan kalau benar-benar membuat aplikasi BlackBerry bakal menguntungkan. “Setelah kami beri tahu potensi pendapatan yang akan diperoleh, barulah mereka antusias,” ujarnya. Di Amerika Serikat ia kerap menghadiri pertemuan developer dari berbagai platform mobile untuk membandingkan kelebihan BlackBerry dan memberikan informasi yang tepat langsung ke pengembang mengenai aplikasi BlackBerry. Yang jelas, antusiasme itu kemudian dilanjutkan dengan berbagai program seperti BlackBerry Jam dan berbagai program pengembang dalam lingkup terbatas.
Alhasil, keseriusan RIM menggarap pengembang inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian penting dari pengembangan platform baru BlackBerry 10. Akankan nanti ketika produk handset dengan sistem operasi BlackBerry 10 akan ‘kenyang’ dengan aplikasi karena berbagai inisiatif yang digelar? Kita tunggu saja. (Lukman Aribowo)

 

Sumber : www.selular.co.id