15 March 2012 19:00
JAKARTA – Smartfren terus melanjutkan ekspansinya di Tanah Air. Memfokuskan diri pada komunikasi data, operator berbasis teknologi CDMA satu ini menargetkan akan menambah jumlah base transceiver station (BTS) hingga sekitar 6.400 unit.
“Mengembangkan jaringan dan infrastruktur itu penting guna menjaga keandalan layanan kami pada pelanggan,” ujar Direktur Jaringan Smartfren Merza Fachys, di sela peluncuran ‘Smartfren Andro’, ponsel pintar kedua yang diluncurkan Smartfren, di FX, Jakarta.
“Setelah berubah wajah jadi Smartfren, pertumbuhan jumlah BTS kami dari tahun ke tahun cukup signifikan. Di tahun 2010, jumlah BTS kami baru 2.995 unit, dan tumbuh cepat menjadi 4.226 unit di tahun berikutnya. Di akhir tahun ini, target kami bisa menjadi 6.400 unit BTS,” tuturnya, yang enggan menyebutkan besar kocek investasi yang disiapkan.
Di usianya yang ke-4, Smartfren telah menjangkau hampir seluruh wilayah Jawa, sebagian besar Sumatera, dan kota-kota besar di Kalimantan dan Sulawesi. Ekspansi jaringan akan terus dilakukan mengingat Smartfren adalah satu-satunya operator yang mempunyai 9 kanal untuk telekomunikasi.
“Ibarat ‘jalan tol, jumlah ini adalah yang terbesar dan terlebar di Indonesia. Sebab itu, kami tidak mau menyia-nyiakannya,” ucap Merza.
Di samping itu, berdasarkan paparannya, lebih dari 1.500 BTS di 5 kota besar telah digelar dengan teknologi EVDO Rev B phase 2. Teknologi ini akan segera dikembangkan lebih lanjut ke kota-kota lainnya. Bahkan, satu waktu nanti, menurut Merza, perusahaan akan membuka akses WiFi di kota-kota besar. “Sehingga, pelanggan kami dapat menikmati akses WiFi di mana saja, shifting dari jaringan 3G, jadi koneksinya lebih cepat,” jelas dia.
Saat ini, jumlah pelanggan data aktif Smartfren mencatat pertumbuhan memuaskan, yakni dari 900 ribu menjadi 1,8 juta pelanggan pada 3 bulan terakhir. Sementara total bandwidth Internet internasional dan domestik dilaporkan meningkat lebih dari 3x lipat dalam kurun waktu yang sama. (Muhamad Chandra Taruna)

 

Sumber : www.selular.co.id