Selular.ID – Meta memperkenalkan dua lini kacamata baru dalam ajang Meta Connect 2026, yakni Meta VR Glasses dan Ray-Ban Meta Audio, pada 23 September 2026.
Meta VR Glasses membawa pengalaman virtual reality ke perangkat berbentuk kacamata dengan bobot sekitar 100 gram, sementara Ray-Ban Meta Audio menjadi kacamata AI pertama Meta yang tidak memiliki kamera dan berfokus pada audio, panggilan, serta Meta AI.
Meta VR Glasses dijadwalkan mulai dijual pada musim semi 2027 dengan harga mulai US$1.299,99.
Perangkat ini menggunakan sistem dua bagian: kacamata menangani sensor dan layar, sedangkan perangkat komputasi berbentuk puck yang terhubung melalui kabel optik menangani pemrosesan, baterai, dan penyimpanan.
Sementara itu, Ray-Ban Meta Audio sudah dapat dipesan mulai 23 September dengan harga awal US$349 dan dijadwalkan dikirim pada 13 Oktober 2026.
Kacamata ini menghilangkan kamera dari desain Ray-Ban Meta untuk menghadirkan perangkat yang lebih berfokus pada audio dan interaksi suara dengan Meta AI.
Meta VR Glasses Bawa VR ke Format Kacamata
Meta VR Glasses dikembangkan sebagai perangkat virtual reality yang berbeda dari lini Meta Quest. Bobot kacamata sekitar 100 gram, atau sekitar seperlima bobot Meta Quest 3 menurut Meta.
Pengurangan bobot tersebut dimungkinkan karena komponen utama dibagi menjadi dua perangkat.
Bagian kacamata membawa sensor dan sistem layar. Sementara itu, compute puck yang dapat dijepitkan pada saku atau tas menangani komputasi, baterai, dan penyimpanan.
Keduanya terhubung menggunakan optical tether, yakni koneksi berbasis kabel optik yang dirancang untuk membawa data berkecepatan tinggi dengan bobot kabel yang relatif ringan.
Untuk visual, Meta memasang 5K Infinite Display berbasis panel micro-OLED dengan kepadatan 37 piksel per derajat.
Perangkat juga menggunakan lensa pancake yang dibuat khusus untuk format tersebut.
Meta menyebut layar mendukung Dolby Vision, sedangkan audio spasial Dolby Atmos terintegrasi langsung ke bingkai kacamata.
Meta VR Glasses juga menggunakan prosesor Snapdragon Reality Elite terbaru dari Qualcomm. Pengguna dapat berinteraksi menggunakan mata dan gestur tangan tanpa harus mengandalkan controller.
Meta AI terintegrasi langsung ke sistem operasi sehingga pengguna dapat membuka aplikasi, memutar film, mengatur ruang kerja, atau melakukan pencarian melalui suara, pandangan, dan gestur.
Baterai pada compute puck diklaim mampu memberikan hingga tiga jam pemutaran media beresolusi tinggi secara terus-menerus. Perangkat tersebut mendukung pengisian cepat 45W.
Ditujukan untuk Hiburan hingga Produktivitas

Meta tidak hanya memosisikan VR Glasses sebagai perangkat gaming. Perusahaan mengarahkannya sebagai layar pribadi untuk hiburan, pekerjaan, dan komunikasi.
Meta VR Glasses menjadi perangkat VR pertama yang memperoleh sertifikasi IMAX Enhanced.
Meta juga menggandeng sejumlah penyedia konten, termasuk Disney+, Prime Video, YouTube, ESPN, Crunchyroll, Plex, AMC+, Tubi, serta sejumlah layanan lainnya.
Mulai November 2026, pelanggan Disney+ di sejumlah negara dapat menikmati film tertentu dalam format 3D melalui perangkat tersebut.
Meta juga menyebut katalog konten 3D akan terus diperluas, termasuk melalui kerja sama dengan Lionsgate dan Lightstorm Vision milik sutradara James Cameron.
Untuk olahraga, Meta bekerja sama dengan ESPN dan sejumlah mitra lain untuk menghadirkan pengalaman Immersive Sports.
Setelah Meta VR Glasses tersedia, perusahaan menargetkan lebih dari 100 pertandingan olahraga live imersif setiap tahun, dengan mitra seperti MLB, NBC Sports, TNT Sports, dan UFC.
Di sisi produktivitas, pengguna dapat membuat beberapa layar virtual sebagai ruang kerja pribadi.
Meta juga memungkinkan permukaan datar di sekitar pengguna berfungsi sebagai keyboard dan touchpad virtual.
Fitur full-color passthrough memungkinkan pengguna tetap melihat meja, ponsel, dan lingkungan sekitar ketika bekerja.
Untuk gaming, Meta menyiapkan lebih dari 75 game yang dapat dimainkan menggunakan gestur tangan tanpa controller pada saat peluncuran.
Dukungan Xbox Cloud Gaming juga memungkinkan pengguna melakukan streaming ratusan game tambahan.
Ray-Ban Meta Audio Hadir Tanpa Kamera

Berbeda dari Meta VR Glasses, Ray-Ban Meta Audio mempertahankan bentuk kacamata sehari-hari dan tidak menggunakan layar.
Meta justru menghilangkan kamera dari perangkat untuk memusatkan pengalaman pada audio, panggilan, dan Meta AI.
Ray-Ban Meta Audio memiliki bobot 43 gram dan menawarkan hingga 12 jam penggunaan dalam satu kali pengisian.
Casing pengisi daya memberikan tambahan hingga 48 jam penggunaan. Perangkat tersedia dalam dua desain baru, yaitu Clubmaster dan Burbank, dengan total 23 kombinasi warna dan lensa.
Tanpa kamera, Ray-Ban Meta Audio tidak dapat menjalankan fitur AI multimodal yang membutuhkan input visual.
Namun, perangkat tetap dapat digunakan untuk mendengarkan musik dan podcast, menerima panggilan, mengirim pesan suara, serta berinteraksi dengan Meta AI melalui suara.
Ray-Ban juga mencantumkan konektivitas Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi 6 pada produk tersebut.
Meta menempatkan desain tanpa kamera sebagai bagian dari pilihan produk yang berbeda.
Pengguna yang tidak membutuhkan fungsi perekaman visual dapat menggunakan kacamata untuk memperoleh fungsi audio dan AI tanpa membawa perangkat tambahan.
Ray-Ban Meta Audio juga dilengkapi sistem mikrofon dan speaker open-ear.
Konsep open-ear memungkinkan suara terdengar tanpa menutup telinga sepenuhnya, sehingga pengguna tetap dapat mendengar lingkungan sekitar.
Meta Perluas Portofolio AI Glasses

Peluncuran kedua produk tersebut menjadi bagian dari ekspansi besar portofolio kacamata Meta.
Selain Ray-Ban Meta Audio, perusahaan memperkenalkan Ray-Ban Meta Gen 3 dengan desain lebih ramping, baterai hingga sembilan jam, tombol aksi yang dapat dikustomisasi, enam mikrofon, kamera 12 MP, serta kemampuan merekam video hingga 3K Ultra HD.
Harga Ray-Ban Meta Gen 3 dimulai dari US$449.
Meta juga memperluas lini Meta Glasses dengan model baru serta kolaborasi bersama LISA. Perusahaan menyatakan hingga akhir 2026 akan memiliki lebih dari 100 pilihan kacamata AI dari lini Ray-Ban, Oakley, dan Meta Glasses.
Ekspansi tersebut juga mencakup pasar baru. Meta menyebut Ray-Ban Meta, Oakley Meta, dan Ray-Ban Meta Optics akan tersedia di sejumlah negara tambahan sepanjang akhir 2026, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Hong Kong, Selandia Baru, Turki, Polandia, Portugal, Israel, dan Afrika Selatan.
Dua produk baru ini menunjukkan pendekatan Meta yang berbeda untuk kategori perangkat wearable.
Meta VR Glasses membawa pengalaman VR dan komputasi spasial ke bentuk yang lebih ringkas dengan bantuan compute puck, sedangkan Ray-Ban Meta Audio mempertahankan bentuk kacamata konvensional dengan fokus pada audio dan AI tanpa kamera.
Meta VR Glasses baru akan memasuki pasar pada musim semi 2027, sedangkan Ray-Ban Meta Audio lebih dahulu tersedia pada Oktober 2026.
Di antara keduanya, Meta menempatkan AI sebagai lapisan perangkat lunak yang menghubungkan fungsi hiburan, produktivitas, komunikasi, dan interaksi suara dalam portofolio kacamata generasi terbarunya.


