Selular.ID – BDx Data Centers (BDx) resmi memulai pembangunan (groundbreaking) AI Campus 2 (CGK4), di kawasan pusat data khusus kecerdasan buatan (artificial intelligence) berkapasitas 640 MW di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa (22/9/2026).
Mayank Srivastava, Chief Executive Officer BDx Data Centers, menjelaskan, bahwa kehadiran fasilitas ini memperkuat infrastruktur digital nasional yang siap mendukung beban kerja AI tingkat lanjut.
Proyek ini juga didanai oleh fasilitas pinjaman senilai US$320 juta, atau sekira Rp5,12 triliun sampai Rp5,28 triliun yang diperoleh perusahaan pada tahun 2026 untuk mempercepat ekspansi pusat data berbasis AI di Indonesia.
Kawasan CGK4 mendapat dukungan pasokan listrik jaringan sebesar 845 MVA dari PT PLN (Persero).
Komitmen pasokan energi ini menjadi bagian dari total portofolio daya listrik BDx yang telah diamankan melebihi 1,2 GVA di seluruh fasilitas siap-AI miliknya di Indonesia.
Pengoperasian gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan mulai berjalan secara bertahap pada awal tahun 2027 guna merespons lonjakan kebutuhan komputasi densitas tinggi di Asia Tenggara.
Teknologi Direct-to-Chip Liquid Cooling untuk Akselerator AI
Pembangunan tahap awal difokuskan pada Gedung 1 dari total enam gedung yang direncanakan di area Jatiluhur. Gedung 1 dirancang menggunakan arsitektur pendingin cair langsung ke chip (direct-to-chip liquid cooling).
Teknologi pendinginan modern ini disiapkan untuk menampung beban daya hingga 500 kW per rak, sehingga mumpuni untuk mengoperasikan akselerator AI generasi terkini maupun masa depan.
Kawasan AI Campus 2 (CGK4) juga telah mengantongi sertifikasi internasional program NVIDIA DGXâ„¢-Ready Colocation Data Center sejak April 2025.
Sertifikasi tersebut memastikan infrastruktur bangunan, pasokan listrik, dan sistem pendingin di dalamnya memenuhi standar ketat untuk menjalankan beban kerja komputasi berat superkomputer NVIDIA DGX.
Pemilihan lokasi yang berjarak sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur memberikan keunggulan teknis tersendiri.
Selain terhubung langsung dengan jaringan listrik nasional PLN, BDx bersama Perum Jasa Tirta (PJT) aktif menjajaki skema pemanfaatan tenaga air (hydroelectric power).
Langkah ini diambil untuk menyediakan pasokan energi rendah karbon yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi operasional pusat data.
Fasilitas Kedaulatan Data dan Ekosistem AI Domestik
Agus Hartono Wijaya, CEO BDx Indonesia menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur ini bertjuan mendukung kedaulatan data nasional.
Kehadiran pusat data berdensitas tinggi di dalam negeri memungkinkan korporasi lokal, pengembang aplikasi.
Hingga instansi pemerintah untuk memproses beban kerja AI secara mandiri tanpa harus bergantung pada infrastruktur luar negeri.
Langkah ini sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi di bidang teknologi informasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Jawa Barat.
Posisi strategis Indonesia yang menawarkan ketersediaan daya listrik jaringan, lahan skala besar, serta status insentif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadikan pasar domestik sangat relevan bagi investasi infrastruktur digital global.
Hingga saat ini, CGK4 telah menarik minat dari penyedia layanan cloud berbasis AI (AI-native), hyperscaler, serta perusahaan teknologi multinasional.
Platform BDx di Indonesia kini mencakup AI Campus 1 (CGK3/3A), AI Campus 2 (CGK4), dan AI Campus 3 (CGK5) dengan total kapasitas daya yang diamankan mencapai lebih dari 1,2 GVA.
Arah Pengembangan Infrastruktur Digital Nasional
Ekspansi pusat data komputasi awan dan AI di Indonesia terus mengalami akselerasi seiring pesatnya adopsi transformasi digital lintas sektor.
Integrasi antara penyedia daya nasional seperti PLN, pelaku industri telekomunikasi seperti Lintasarta, dan pengembang infrastruktur global seperti BDx menciptakan ekosistem pendukung yang kuat.
Dengan target operasional Gedung 1 pada awal 2027 dan penyelesaian penuh kawasan CGK4 dalam kurun waktu tiga tahun, Jawa Barat berpeluang menjadi salah satu hub komputasi AI terbesar di kawasan Asia-Pasifik.
Baca Juga:Sinergi Danantara, NeutraDC gandeng PLN Siapkan Ekspansi Hyperscale Data Center
Ke depan, kesiapan pasokan energi terbarukan dan kepastian regulasi kedaulatan data akan menjadi kunci utama pemanfaatan kapasitas pusat data nasional secara optimal.


