Selular.ID – Xiaomi menghadapi tekanan profitabilitas di bisnis kendaraan listrik (EV) setelah divisi kendaraan, AI, dan inisiatif baru perusahaan mencatat rugi operasional RMB2,6 miliar pada kuartal II 2026.
Di saat yang sama, pengiriman kendaraan Xiaomi mencapai 104.199 unit pada kuartal tersebut, tetapi laju penjualan masih harus meningkat signifikan agar perusahaan dapat mengejar target 550.000 kendaraan sepanjang 2026.
Kinerja tersebut menjadi bagian dari laporan hasil sementara Xiaomi 2026 yang diumumkan pada 18 Agustus 2026.
Xiaomi sebelumnya telah menetapkan target pengiriman 550.000 kendaraan tahun ini, setelah pada 2025 perusahaan mengirim lebih dari 410.000 unit.
Situs hubungan investor Xiaomi mencatat pengumuman hasil interim 2026 dijadwalkan pada 18 Agustus 2026.
ArenaEV melaporkan pendapatan segmen kendaraan listrik, AI, dan inisiatif baru Xiaomi mencapai RMB24,9 miliar pada kuartal II, naik 17,1% secara tahunan.
Dari jumlah tersebut, RMB23,9 miliar berasal dari penjualan kendaraan listrik. Namun, margin kotor segmen turun menjadi 19,2% dari 26,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengiriman Naik, Profitabilitas Tertekan
Pertumbuhan volume kendaraan Xiaomi menunjukkan bisnis otomotif perusahaan masih berkembang dari sisi penjualan.
Pada kuartal II 2026, Xiaomi mengirimkan 104.199 kendaraan, meningkat 28,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, pengiriman SU7 juga telah melampaui 500.000 unit.
Namun, pertumbuhan volume tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan profitabilitas. ArenaEV mencatat rugi operasional segmen kendaraan, AI, dan inisiatif baru mencapai RMB2,6 miliar pada kuartal II.
Nilai tersebut memang lebih rendah dibandingkan rugi operasional RMB3,1 miliar pada kuartal I, tetapi tetap menandai kuartal kedua berturut-turut ketika segmen tersebut mencatat kerugian operasional.
Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah perubahan komposisi produk.
Penjualan kendaraan dengan margin lebih tinggi, seperti varian performa SU7 Ultra, sebelumnya memberikan kontribusi positif terhadap rata-rata harga jual.
Ketika permintaan bergeser ke varian dengan margin lebih rendah, rata-rata harga jual kendaraan Xiaomi ikut tertekan.
ArenaEV mencatat rata-rata harga jual kendaraan Xiaomi turun 9,6% secara tahunan menjadi RMB229.312 per unit.
Pada saat yang sama, biaya komponen rantai pasok dan kebutuhan investasi riset dan pengembangan turut memberikan tekanan terhadap kinerja segmen tersebut.
Target 550.000 Kendaraan Jadi Tantangan
Tekanan lain datang dari target pengiriman Xiaomi pada 2026. Perusahaan menargetkan 550.000 kendaraan sepanjang tahun, atau sekitar 34% lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai lebih dari 410.000 unit.
Hingga akhir Juli 2026, Xiaomi telah mengirimkan 216.322 kendaraan.
Pada Juli saja, pengiriman mencapai 31.267 unit, naik 2,68% dibandingkan Juli tahun sebelumnya, tetapi turun hampir 10% dibandingkan Juni.
Dengan capaian tersebut, Xiaomi masih membutuhkan peningkatan volume yang cukup besar dalam lima bulan terakhir tahun ini untuk mencapai target tahunan.
Berdasarkan perhitungan ArenaEV, Xiaomi perlu mengirimkan rata-rata sekitar 66.700 kendaraan per bulan mulai Agustus hingga Desember agar target 550.000 unit dapat tercapai.
Angka tersebut jauh di atas capaian bulanan Juli sehingga peningkatan kapasitas produksi dan perluasan portofolio menjadi faktor penting dalam paruh kedua tahun ini.
Target tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi Xiaomi setelah masuk ke industri otomotif.
Berbeda dari bisnis elektronik konsumen, produksi kendaraan membutuhkan fasilitas manufaktur, rantai pasok komponen, investasi kapasitas, serta pengelolaan biaya yang lebih besar.
Xiaomi Perluas Portofolio Kendaraan
Untuk memperbesar basis konsumen, Xiaomi mulai memperluas teknologi dan pilihan powertrain. Salah satu langkahnya adalah masuk ke kendaraan extended-range electric vehicle (EREV) melalui lini SkyNomad.
EREV menggunakan motor listrik sebagai penggerak roda, sementara mesin pembakaran internal berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai ketika diperlukan.
Pendekatan tersebut berbeda dari kendaraan listrik baterai murni karena kendaraan membawa mesin pembakaran internal sebagai sumber energi tambahan.
Pada Juni 2026, ArenaEV melaporkan bahwa Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah memberikan persetujuan regulasi kepada Xiaomi untuk memproduksi kendaraan dengan teknologi extended-range.
Langkah tersebut memperluas pilihan powertrain Xiaomi setelah sebelumnya perusahaan lebih berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai.
Pada akhir Juli, Xiaomi memperkenalkan lini SkyNomad N70 dan N90 dengan teknologi EREV. ArenaEV melaporkan kedua model tersebut menggunakan arsitektur Kunlun dan mesin bensin 1,5 liter sebagai range extender.
Varian yang diperkenalkan mencakup N70 Max dengan konfigurasi lima tempat duduk dan N90 Max dengan tujuh tempat duduk.
Ekspansi tersebut memberikan Xiaomi akses ke segmen kendaraan keluarga berukuran besar sekaligus memperluas pilihan teknologi penggerak.
Perusahaan juga dapat menjangkau konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang tetapi belum sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Investasi AI Berjalan Bersamaan dengan EV
Bisnis kendaraan Xiaomi juga terhubung dengan agenda AI perusahaan.
Segmen yang dilaporkan mencakup kendaraan listrik, AI, dan inisiatif baru, sehingga biaya pengembangan teknologi tidak hanya berasal dari produksi kendaraan.
ArenaEV mencatat Xiaomi mengalokasikan RMB9,2 miliar untuk riset dan pengembangan secara keseluruhan.
Investasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur AI dan teknologi yang mendukung ekosistem perusahaan.
Pendekatan Xiaomi terhadap kendaraan juga tidak berhenti pada aspek mekanis.
Perusahaan mengembangkan kendaraan sebagai bagian dari strategi teknologi yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, konektivitas, dan kecerdasan buatan.
Situs hubungan investor Xiaomi sendiri menggambarkan perusahaan sebagai perusahaan elektronik konsumen dan manufaktur cerdas yang berpusat pada smartphone, perangkat pintar, dan platform IoT.
Ekspansi ke kendaraan menjadi bagian dari diversifikasi bisnis tersebut.
Perkembangan bisnis EV Xiaomi pada paruh kedua 2026 akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan volume pengiriman sekaligus menjaga struktur biaya.
Di satu sisi, penjualan kendaraan tumbuh dan portofolio semakin luas.
Di sisi lain, target 550.000 unit membutuhkan peningkatan laju pengiriman yang jauh lebih tinggi dibandingkan capaian bulanan hingga Juli.
Peluncuran lini SkyNomad dengan teknologi EREV menjadi salah satu langkah Xiaomi untuk memperluas pasar kendaraan.
Sementara itu, kinerja keuangan segmen EV, AI, dan inisiatif baru menunjukkan bahwa peningkatan skala bisnis masih berjalan bersamaan dengan kebutuhan investasi dan tekanan margin.
Baca Juga: Pendapatan Xiaomi Tergerus Karena Krisis Chip, Produk EV Turut Terdampak



