Selular.ID -

Lintas Sektor Merombak Ekosistem Teknologi Nasional di DTI-CX 2026

BACA JUGA

Selular.ID – Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81, 2026 resmi dibuka melalui gelaran Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”, DTI-CX 2026 mengintegrasikan tiga ajang pendukung, yakni Data Center Tech Indonesia (DCTI-CX), Human Resource Transformation (DTI-HR), dan Cyber Resilience & Defense (CRD-CX).

Theodorus Wintoko, Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81, menegaskan bahwa DTI-CX 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem teknologi nasional.

“Dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi dan insentif menjadi krusial agar industri telekomunikasi dalam negeri mampu bersaing di tingkat regional maupun global,”ujar Pria yang akrab disapa Teddy, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dalam ajang tersebut, isu percepatan adopsi teknologi mutakhir menjadi salah satu poin utama.

Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum Mastel menyampaikan bahwa kedaulatan digital nasional membutuhkan lompatan teknologi yang tidak lagi berfokus pada jaringan terrestrial semata.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Digital Indonesia harus segera beralih ke pemanfaatan jaringan 5G, kripto kuantum, hingga teknologi satelit non-terrestrial network (NTN),’ujar Sarwoto.

Selain itu, penyediaan kapasitas pusat data (data center) di dalam negeri harus terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan data sektor privat maupun pemerintahan.

Guna mendukung target tersebut, Edwin Hidayat Abdullah, Dirjen Ekosistem Digital Kemenkomdigi, memaparkan enam pilar strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Enam pilar tersebut mencakup penguatan konektivitas melalui pemerataan jaringan internet inklusif, peningkatan kompetensi talenta digital.

Peran pemerintah sebagai katalisator sinergi lintas sektor, penyediaan permodal untuk infrastruktur dan inovasi, penyusunan regulasi yang patuh aturan, serta penciptaan pasar yang kondusif secara komersial.

Faktor keamanan siber juga mendapat perhatian khusus seiring meluasnya adopsi teknologi.

Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BSSN mengungkap bahwa insiden siber saat ini mayoritas dipicu oleh kerentanan internal.

Seperti kebocoran kredensial, serangan malware, dan kelalaian manusia. BSSN mendorong penerapan strategi keamanan berbasis security by design dan resilient by architecture yang didukung kerja sama lintas instansi dalam memantau ancaman siber.

Dari sisi ekonomi makro, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan penguatan ekosistem digital merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto demi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

“Pemerintah menekankan pentingnya kemandirian SDM agar industri strategis seperti semikonduktor tidak bergantung pada tenaga kerja asing,”tegas Airlangga.

Sebagai langkah konkret pengembangan kapasitas SDM lokal, pemerintah telah mengundang perguruan tinggi terkemuka asal India untuk membuka kampus di Indonesia.

Forum industri teknologi yang berlangsung selama dua hari hingga 6 Agustus 2026 ini mempertemukan regulator, pelaku industri telekomunikasi, dan penyedia teknologi untuk memperkuat infrastruktur konektivitas serta kedaulatan digital Indonesia.

Acara tahunan ini diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).

Baca Juga:Mastel dan Komdigi Sebut Lima Pilar Strategi Hadapi Disinformasi

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), serta Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia (PMSM).

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU