Selular.ID – Samsung Electronics Indonesia menghadirkan Galaxy Z Fold8 Series yang terdiri dari Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8, dengan menggabungkan layar foldable, performa tinggi, kamera, serta Galaxy AI untuk mendukung kebutuhan produktivitas dan pembuatan konten dalam satu perangkat.
Kedua smartphone tersebut telah tersedia untuk pre-order di Indonesia dengan harga mulai Rp28,499 juta.
Samsung memosisikan Galaxy Z Fold8 Series bukan hanya sebagai perangkat komunikasi, tetapi juga perangkat untuk mendukung berbagai aktivitas profesional dan kreatif.
Layar berukuran lebih luas pada perangkat foldable memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, mengelola dokumen, melakukan rapat, hingga mengedit konten tanpa harus berpindah perangkat.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan kebutuhan terhadap smartphone premium kini ikut bergeser seiring semakin beragamnya aktivitas pengguna.
“Ekspektasi pengguna terhadap smartphone premium terus berkembang. Saat ini, mereka tidak hanya mencari performa tinggi, tetapi juga perangkat yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari dengan lebih cerdas dan efisien,” ujar Ilham.
Menurutnya, Samsung mengintegrasikan hardware premium dan Galaxy AI pada Galaxy Z Fold8 Series untuk membantu pengguna bekerja, berkreasi, serta menyelesaikan lebih banyak aktivitas melalui satu perangkat.
Pendekatan tersebut juga tercermin dari pengalaman Theo Derick, content creator yang menggunakan smartphone dalam berbagai tahapan workflow. Mulai dari mencari ide, mengikuti meeting, memproduksi konten, melakukan editing, hingga mengunggah hasilnya dapat dilakukan melalui perangkat yang sama.
“Saya tidak lagi melihat smartphone hanya dari spesifikasinya. Yang lebih penting adalah bagaimana perangkat tersebut bisa mendukung seluruh workflow, mulai dari brainstorming ide, meeting, produksi konten, editing, sampai upload dalam satu perangkat,” kata Theo.
Layar Foldable untuk Produktivitas
Galaxy Z Fold8 Ultra ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja lebih luas dari sebuah smartphone. Layar yang lebih besar dapat digunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, membaca dokumen, mengelola dashboard pekerjaan, hingga melakukan penyuntingan konten.
Samsung juga mempertahankan pendekatan foldable agar perangkat dapat digunakan dalam kondisi tertutup sebagai smartphone dan dibuka ketika pengguna membutuhkan bidang layar yang lebih luas.
Form factor tersebut memungkinkan satu perangkat menjalankan fungsi yang biasanya tersebar pada smartphone dan tablet.
Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain yang lebih compact. Samsung menyebut bentuk perangkat menyerupai paspor sehingga tetap nyaman dibawa dan digunakan sehari-hari.
Meski memiliki ukuran lebih ringkas dibandingkan varian Ultra, Galaxy Z Fold8 menawarkan RAM hingga 16GB dan kapasitas penyimpanan hingga 1TB. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas multitasking dan pengolahan konten.
Bagi entrepreneur, profesional, maupun content creator, kemampuan menjalankan sejumlah aplikasi dalam satu layar menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan perangkat foldable.
Pengguna dapat membuka aplikasi komunikasi, dokumen, browser, maupun aplikasi produktivitas secara bersamaan sesuai kebutuhan.
Galaxy AI Bantu Meeting hingga Riset
Samsung juga menempatkan Galaxy AI sebagai bagian dari pengalaman produktivitas Galaxy Z Fold8 Series. Sejumlah fitur AI dapat digunakan untuk membantu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa tahapan manual.
Salah satunya adalah kemampuan untuk mentranskripsikan percakapan meeting, mengenali sejumlah pembicara, serta merangkum hasil pembicaraan. Transkripsi mengubah percakapan suara menjadi teks, sementara fitur rangkuman membantu pengguna mendapatkan poin penting dari diskusi.
Samsung juga menyebut sebagian proses AI dapat dilakukan secara on-device dan offline. Pemrosesan on-device berarti data diproses langsung pada perangkat untuk fungsi yang didukung, tanpa selalu bergantung pada koneksi ke server.
Pendekatan tersebut dapat digunakan dalam situasi ketika pengguna membutuhkan akses terhadap fitur AI tanpa koneksi internet, sekaligus memberikan opsi pemrosesan lokal untuk aktivitas tertentu yang bersifat sensitif.
Galaxy AI pada Galaxy Z Fold8 Series juga mendukung kebutuhan riset dan memberikan rekomendasi berdasarkan konteks percakapan. Fungsi tersebut melengkapi layar besar perangkat yang dapat digunakan untuk membaca, membandingkan, dan mengolah informasi.

Kamera Dukung Produksi Konten
Selain produktivitas, Samsung membawa kemampuan kamera yang ditujukan untuk kebutuhan content creation.
Pada Galaxy Z Fold8 Ultra, pengguna dapat memanfaatkan kamera utama melalui cover display ketika mengambil foto atau merekam video. Perangkat juga mendukung perekaman video hingga resolusi 8K.
Samsung turut meningkatkan kamera Ultra Wide menjadi 50MP pada Galaxy Z Fold8 Ultra. Resolusi tersebut memungkinkan kamera menangkap gambar dengan jumlah detail lebih tinggi, terutama ketika digunakan untuk mengambil area yang lebih luas.
Galaxy Z Fold8 membawa kamera utama 50MP dan kamera Ultra Wide 50MP dalam desain yang lebih compact. Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna melakukan proses produksi mulai dari pengambilan gambar hingga editing langsung di perangkat.
Bagi content creator, kemampuan tersebut membuat smartphone dapat digunakan sebagai perangkat produksi yang mencakup proses pengambilan gambar dan penyuntingan. Pengguna tidak harus selalu memindahkan materi ke perangkat lain sebelum melakukan proses editing.

Smart Switch Permudah Migrasi dari iPhone
Samsung juga memperbarui pengalaman perpindahan perangkat melalui Smart Switch. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang ingin memindahkan data dari perangkat berbasis iOS ke Galaxy.
Melalui pembaruan Smart Switch, transfer data dapat dilakukan melalui koneksi wireless maupun wired. Samsung menyebut cakupan data yang dapat dipindahkan semakin luas, termasuk password dan passkey, riwayat panggilan, pengaturan aksesibilitas, jaringan Wi-Fi, eSIM, serta informasi akun.
Kemudahan migrasi juga diperluas pada proses berbagi file. Samsung menyebut kompatibilitas Quick Share dan AirDrop memungkinkan pertukaran file antara perangkat Galaxy dan iOS, baik dari iOS ke Galaxy maupun sebaliknya.
Fitur tersebut menjadi bagian dari upaya Samsung mengurangi hambatan bagi pengguna yang berpindah ekosistem. Data dan file dapat tetap dipindahkan atau dibagikan antara perangkat yang berbeda sehingga pengguna tidak sepenuhnya terputus dari perangkat yang sebelumnya digunakan.

Harga Galaxy Z Fold8 Series
Galaxy Z Fold8 Series telah dapat dipesan melalui Samsung.com/id dan Samsung Store di Indonesia. Periode pre-order berlangsung hingga 13 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, Samsung menawarkan sejumlah program, termasuk memory upgrade hingga Rp4 juta, cashback kartu kredit bank mitra hingga Rp3 juta, gratis screen protection film selama dua tahun, Google AI Pro selama enam bulan, serta tambahan trade-in cashback hingga Rp2 juta.
Galaxy Z Fold8 Ultra dibanderol mulai Rp32.499.000 untuk konfigurasi 12GB/256GB. Varian 12GB/512GB dijual Rp36.499.000, sedangkan konfigurasi 16GB/1TB mencapai Rp44.499.000.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 tersedia mulai Rp28.499.000 untuk konfigurasi 12GB/256GB. Model 12GB/512GB dibanderol Rp32.499.000 dan varian 16GB/1TB mencapai Rp40.499.000.
Samsung juga memberikan program trade-in bagi pengguna yang ingin meningkatkan perangkat ke Galaxy Z Fold8.
Selama periode pre-order, Galaxy Z Fold7 256GB dapat ditukarkan dengan nilai trade-in hingga Rp14,5 juta, ditambah bonus trade-in Rp1,5 juta dan voucher Reservation+ Rp1 juta bagi pengguna yang telah melakukan registrasi sebelum Galaxy Unpacked.
Dengan tambahan cashback kartu kredit bank mitra, Samsung menyebut skema tersebut memungkinkan konsumen mendapatkan cicilan 0% mulai dari sekitar Rp916 ribu per bulan selama 12 bulan untuk Galaxy Z Fold8 512GB.
Melalui Galaxy Z Fold8 Series, Samsung menggabungkan layar foldable, kemampuan multitasking, Galaxy AI, kamera, serta dukungan migrasi data dalam satu lini perangkat.
Pendekatan tersebut menempatkan produktivitas dan pembuatan konten sebagai bagian dari penggunaan smartphone premium, di samping fungsi komunikasi dan hiburan.
Baca Juga: Samsung Beberkan Filosofi Desain Humanis di Galaxy Z Series dan Galaxy Watch Terbaru



