Selular.ID -

Sempat  Anjlok, Optimistis Pasar Otomotif Kembali Tembus 1 Juta Unit

BACA JUGA

Tren tersebut terlihat pada berbagai model mobil listrik dan hybrid terbaru yang dipasarkan di Indonesia maupun global.

Produsen seperti BYD, Hyundai, Wuling, Toyota, Tesla, hingga DFSK dan SERES mulai menghadirkan fitur konektivitas berbasis aplikasi yang menjadi salah satu nilai tambah bagi pengguna.

Salah satu teknologi yang semakin umum digunakan adalah remote vehicle control atau kendali kendaraan jarak jauh.

Melalui aplikasi resmi yang terhubung ke jaringan internet, pengguna dapat mengunci dan membuka pintu, menyalakan sistem pendingin udara (AC), menyalakan lampu, hingga menemukan lokasi kendaraan yang terparkir.

Pada mobil listrik, fitur ini memiliki fungsi yang lebih luas. Pengguna dapat memonitor status pengisian daya baterai secara langsung melalui smartphone. Informasi seperti kapasitas baterai tersisa, estimasi jarak tempuh, waktu pengisian hingga penuh, hingga riwayat pengisian daya dapat diakses kapan saja tanpa harus berada di dalam kendaraan.

Teknologi tersebut didukung sistem telematika, yaitu kombinasi perangkat komunikasi, sensor kendaraan, dan komputasi awan (cloud computing). Data dari kendaraan dikirim secara aman ke server produsen, kemudian diteruskan ke aplikasi pengguna dalam bentuk informasi yang mudah dipahami.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Selain pemantauan baterai, sejumlah kendaraan listrik modern juga telah mendukung fitur over-the-air update (OTA).

Teknologi ini memungkinkan perangkat lunak kendaraan diperbarui melalui jaringan internet tanpa perlu mengunjungi bengkel resmi.

Konsep OTA serupa dengan pembaruan sistem operasi pada smartphone. Produsen dapat mengirimkan peningkatan performa, pembaruan sistem keamanan siber, perbaikan bug, hingga penambahan fitur baru langsung ke kendaraan pengguna.

Tesla menjadi salah satu pionir teknologi ini, yang kemudian diikuti oleh banyak produsen otomotif global.

Perkembangan lain yang mulai banyak diterapkan adalah digital key atau kunci digital. Teknologi ini memungkinkan smartphone berfungsi sebagai pengganti kunci fisik kendaraan.

Dengan dukungan teknologi Near Field Communication (NFC), Bluetooth, atau Ultra-Wideband (UWB), pengguna dapat membuka pintu dan menyalakan kendaraan hanya menggunakan ponsel yang telah terotorisasi.

Pada kendaraan hybrid generasi terbaru, integrasi smartphone juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan penggunaan energi listrik.

Sistem manajemen energi kendaraan dapat menampilkan analisis pola berkendara, konsumsi bahan bakar, penggunaan baterai, hingga rekomendasi gaya berkendara yang lebih hemat energi.

Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai diterapkan pada sejumlah kendaraan listrik premium.

Sistem AI dapat mempelajari kebiasaan pengguna, mengatur suhu kabin secara otomatis, merekomendasikan rute yang lebih efisien, hingga menentukan lokasi stasiun pengisian daya terdekat berdasarkan kapasitas baterai yang tersedia.

Integrasi dengan ekosistem smartphone juga semakin luas melalui dukungan Android Auto dan Apple CarPlay.

Baca Juga:Mengapa Adopsi Mobil Listrik di Thailand Tidak Secepat Indonesia?

kedua platform tersebut memungkinkan pengguna mengakses navigasi, panggilan telepon, pesan singkat, hingga layanan streaming musik langsung melalui layar infotainment kendaraan.

 

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU