Selular.ID -

ASSI Dorong Kedaulatan Digital Lewat Ekosistem Satelit dan AI

BACA JUGA

Selular.ID – Asosiasi Satelit Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kedaulatan digital nasional melalui integrasi teknologi satelit, kecerdasan buatan (AI), dan inovasi digital dalam gelaran Asia Pacific Satellite Conference 2026.

Risdianto Yuli Hermansyah, Ketua Umum ASSI periode 2026–2029 mengatakan industri satelit kini memasuki fase baru, di mana teknologi satelit tidak lagi berdiri sendiri, melainkan semakin terintegrasi dengan berbagai infrastruktur digital lain seperti cloud, IoT, fixed broadband, hingga jaringan seluler.

Menurut Risdianto, perkembangan tersebut menjadikan satelit memiliki peran yang semakin strategis dalam menjaga ketahanan konektivitas nasional, termasuk mendukung keberlanjutan layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.

“Industri satelit terus berkembang seiring kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Saat ini, peran satelit tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga turut mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional secara lebih luas,” ujar Risdianto.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam ekosistem satelit regional. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi lebih dari 270 juta jiwa.

Kebutuhan konektivitas nasional masih menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi industri satelit domestik.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi geografis tersebut membuat teknologi satelit tetap relevan, terutama untuk mendukung layanan digital di wilayah 3T atau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

ASSI menilai pengalaman panjang industri satelit nasional, kebutuhan pasar yang terus tumbuh, serta pengembangan talenta digital menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat kontribusinya di industri satelit Asia Pasifik.

Risdianto menyebut pengembangan industri satelit nasional membutuhkan integrasi yang kuat antara industri, riset, regulator, akademisi, dan mitra internasional agar mampu membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

“Tugas kita bersama adalah bagaimana mengintegrasikan industri, riset, talenta, dan kebijakan dalam satu strategi yang berkelanjutan,” katanya.

Penguatan ekosistem satelit juga dinilai sejalan dengan visi transformasi digital nasional dan target Visi Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks tersebut, satelit diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital, konektivitas maritim, mitigasi bencana, hingga penguatan ketahanan nasional.

Di sisi lain, ASSI menilai industri satelit global juga menghadapi sejumlah tantangan baru, mulai dari meningkatnya konvergensi jaringan satelit dan terestrial, keamanan siber, hingga isu keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa.

Munculnya berbagai konstelasi satelit baru dan dinamika geopolitik digital turut mempengaruhi arah pengembangan industri satelit di banyak negara.

Dalam situasi tersebut, isu kedaulatan digital menjadi salah satu perhatian utama. Menurut Risdianto, Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional dari sisi teknologi, regulasi, maupun sumber daya manusia agar industri satelit dapat tumbuh secara sehat dan kompetitif.

“Hal yang perlu dijaga adalah bagaimana kita dapat membangun kapasitas nasional yang memadai, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun sumber daya manusia, sehingga industri satelit kita tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

ASSI juga menyoroti tren integrasi AI dengan berbagai infrastruktur digital, termasuk satelit dan jaringan telekomunikasi.

Integrasi tersebut diperkirakan akan membuka peluang baru bagi pengembangan layanan digital berbasis data, otomatisasi jaringan, hingga optimalisasi konektivitas nasional.

Karena itu, kesiapan infrastruktur, investasi, regulasi adaptif, dan pengembangan talenta digital menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi industri satelit ke depan.

APSAT 2026 turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, serta Badan Perlindungan Konsumen Nasional.

Kehadiran regulator dan lembaga negara tersebut dinilai mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem satelit nasional.

Selama dua hari penyelenggaraan, konferensi ini menghadirkan berbagai diskusi mengenai sovereign infrastructure, integrasi teknologi digital, AI, investasi industri satelit, hingga arah kerja sama global di sektor antariksa.

Baca Juga:ASSI Gelar Konferensi APSAT ke-20, Perkuat Sinergi Penyedia Layanan Satelit di Asia Pasifik

Risdianto mengatakan ASSI berharap APSAT dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat kolaborasi industri, riset, dan kebijakan publik dalam pengembangan teknologi satelit nasional maupun regional.

Konferensi industri satelit yang diselenggarakan pada 12–13 Mei 2026 di Jakarta menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, lembaga riset, hingga mitra internasional untuk membahas arah pengembangan ekosistem satelit nasional di tengah dinamika teknologi global.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU