Selular.ID -

Setahun Didapuk Jadi CEO, Rajeev Sethi Bawa XLSmart Tumbuh Double Digit, Jadikan 5G Sebagai Senjata Melayani Pelanggan

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Setelah melalui proses yang cukup panjang, pada 25 Maret 2025, dua induk perusahaan masing-masing XL Group (XL Axiata) dan Sinar Mas (Smartfren) sepakat membentuk XLSmart, entitas baru yang menggabungkan unit telekomunikasi mereka di Indonesia.

Kepastian merger kedua operator selular itu, disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) masing-masing entitas secara terpisah.

Kedua perusahaan juga sepakat menunjuk Rajeev Sethi sebagai sebagai Presiden Direktur dan CEO. Sethi sebelumnya adalah CEO Robi Axiata.

Sethi yang berdarah India, bergabung dengan anak perusahaan Axiata di Bangladesh itu pada 2022 setelah memimpin operasi Ooredoo di Myanmar sejak 2019.

Pasca persetujuan dari dari regulator yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), XLSmart akhinrya resmi beroperasi pada 16 April 2025.

Baca Juga: XLSMART Ekspansi Jaringan 5G ke 88 Kota di Tahun 2026

Merger Bernilai Rp 104 Triliun

Dalam merger senilai lebih dari Rp 104 triliun ini, XLSmart bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi dengan lebih dari 94,5 juta pelanggan.

Setelah merger, XLSmart diproyeksikan akan mendapatkan pendapatan proforma Rp 45,8 triliun dengan pangsa pasar gabungan 25 persen.

Dari segi pelanggan, jumlah pelanggan yang dikelola sebanyak 94,5 juta pelanggan. Jumlah pelanggan ini merupakan gabungan dari pelanggan XL Axiata sebanyak 58,8 juta pelanggan dan Smartfren 35,5 juta pelanggan.

Menurut Rajeev Sethi, merger akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang lebih kompetitif dan inovatif. XLSmart juga akan memperluas jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

“Dengan menggabungkan keunggulan XL Axiata dan Smartfren, XLSmart berkomitmen meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas jaringan dan membawa layanan digital lebih berkualitas bagi masyarakat”, ujar Rajeev.

Ilustrasi terkait Rp

Kenyang Pengalaman di Banyak Negara

Rajeev Sethi merupakan jebolan London Business School. Ia tercatat sudah puluhan tahun menggeluti industri telekomunikasi.

Rajeev memiliki pengalaman luas dalam memimpin perusahaan besar di berbagai negara, termasuk Robi Axiata, Ooredoo Myanmar, Grameenphone, dan Airtel Africa.

Selama masa kepemimpinannya, Rajeev sukses mendorong pertumbuhan pendapatan dan ekspansi strategis di pasar yang penuh tantangan.

Baca Juga: Integrasi Jaringan XLSmart Akan Rampung Tahun 2026 Ini

Rekor Pendapatan Robi Axiata

Salah satu pencapaian gemilangnya adalah saat menjabat sebagai Managing Director & CEO di Robi Axiata, anak perusahaan Axiata yang merupakan operator telekomunikasi terbesar di Bangladesh.

Di bawah kepemimpinannya, Robi Axiata mencatatkan laba tertinggi sepanjang sejarah pada 2024, mencapai TK 703 crore (sekitar IDR 94,3 triliun), meningkat 119% dari tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, ketika memimpin Airtel Africa, Sethi mengelola operasi di 15 negara dengan total pendapatan mencapai USD 2,5 miliar per tahun.

Sementara itu, saat berada di Ooredoo Myanmar, ia berhasil memperluas jaringan perusahaan, menjadikannya penyedia layanan dengan pertumbuhan tercepat di negara tersebut.

Ilustrasi terkait Rp

Pendapatan Tumbuh 23% Laba Rp 3 Triliun

Kini Rajeev Sethi mendapatkan kepercayaan baru mengelola dalam XLSmart. Ia ditantang untuk membuktikan tangan dinginnya, menjadikan XLSmart mampu bersaing dengan dua operaror besar lainnya, Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Kemampuannya dalam mengelola merger dan integrasi kompleks menjadi nilai tambah bagi XLSmart, dalam mempercepat transformasi digital yang kelak bermanfaat bagi perusahaan, dunia usaha khususnya industri telekomunikasi, dan masyarakat Indonesia.

Faktanya, setahun memimpin XLSmart tumbuh gilang gemilang. Pada akhir 2025, perseroan berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp 42,5 triliun, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) juga berhasil tumbuh 13% YoY mencapai Rp. 20,1 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 47%.

Laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) tumbuh 63% YoY mencapai Rp. 3,0 triliun. Sementara kontribusi pendapatan layanan data dan digital terhadap total pendapatan perseroan mencapai lebih dari 90%.

Di akhir tahun 2025, total pelanggan mencapai 73 juta dengan  ARPU campuran (blended) mencapai  Rp 39,5 ribu.

Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi monetisasi, penyederhanaan produk dan tarif, serta perbaikan pengalaman pelanggan yang dihasilkan dari integrasi jaringan yang berjalan efektif.

Blanket Coverage 5G di 88 Kota di Indonesia

Pencapaian yang solid sepanjang 2025, menjadi modal berharga bagi XLSmart untuk terus bertumbuh di tahun-tahun selanjutnya.

Untuk mendorong momentum tersebut, XLSmart terus memperluas cakupan jaringan 5G ke sejumlah kota baru di awal 2026. Perluasan ini ditargetkan akan mencapai 88 kota dan kabupaten di akhir tahun ini.

Tak hanya memperluas jaringan, XLSmart kini menyediakan layanan 5G yang lebih merata. Artinya, jaringan 5G tidak hanya bisa dinikmati di titik-titik tertentu.

Menurut Rajeev, dengan blanket coverage ini maka semua area di kota-kota dan kabupaten tersebut akan full ter-cover oleh layanan XL Ultra 5G+.

Saat ini jaringan XLSmart diperkuat dengan lebih dari 209 ribu BTS, dengan mayoritas BTS 4G serta sejumlah BTS 5G, serta jaringan tulang punggung fiber optik yang tersebar dan membentang di berbagai wilayah dan kepulauan di Indonesia.

Perluasan jaringan 5G dipastikan akan semakin memberikan kenyamanan pelanggan dalam mengakses beragam layanan XLSmart. Hingga memasuki Maret 2026, total pelanggan XLSmart terus tumbuh mencapai 79,6 juta.

Baca Juga: Ekspansi Jaringan 5G XLSMART Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU