Saturday, 4 April 2026
Selular.ID -

Sampai Kapan Pemerintah Menahan Kenaikan Harga BBM?

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Seiring konflik terbuka antara Iran – AS Israel sejak Sabtu (28/2/2026), harga BBM di negara-negara Asia Tenggara mulai beranjak naik.

Langkah Iran memblokade selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur vital distribusi minyak dunia, memicu efek domino.

Selat Hormuz dilintasi oleh 20 persen konsumsi minyak dunia, dengan sebagian besar minyak mentah yang diangkut melintasi selat itu berakhir di Asia, yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari negara-negara Teluk.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, menurut perusahaan intelijen maritim Kpler, perlintasan di Selat Hormuz telah anjlok sekitar 95 persen, dengan dampaknya dirasakan di seluruh pasar energi global.

Singapura Termahal, Malaysia Paling Murah

Buntut perang Iran – AS Israel, banyak negara Asia Tenggara telah mengerek harga BBM. Lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, membuat kenaikan harga BBM tak dapat dicegah.

Kondisi ini memaksa penyesuaian harga domestik guna mengurangi beban subsidi APBN yang bengkak, menjaga kesehatan fiskal, dan menyesuaikan dengan mekanisme pasar global.

Perbandingan harga BBM di kawasan Asia Tenggara menunjukkan jurang yang sangat lebar. Perbedaan ini dipicu oleh kebijakan subsidi yang berbeda drastis, ketergantungan pada impor, hingga status negara sebagai penghasil minyak mentah.

Mengutip laman Global Petrol Price (GPP), di kawasan ASEAN, Singapura tercatat menjadi negara dengan harga BBM tertinggi.

Per 30 Maret 2026, harga bensin di Negeri Singa mencapai US$2,545 per liter atau sekitar Rp43.195 (asumsi kurs Rp16.972 per dolar AS), sementara diesel menyentuh US$2,978 per liter atau Rp50.544.

Di sisi lain, Malaysia terus menawarkan beberapa harga bahan bakar eceran terendah di kawasan ini, didukung oleh subsidi jangka panjang yang bertujuan melindungi konsumen dari volatilitas harga global.

Bensin RON95 bersubsidi tetap berada di RM1,99 per liter atau setara Rp8.289, menjaga negara ini tetap di antara pasar bahan bakar termurah di kawasan meskipun harga sedang meningkat.

Sebaliknya, Filipina dan Thailand, yang sangat bergantung pada impor minyak melalui jalur laut, kini menghadapi tekanan inflasi yang hebat.

Penutupan Selat Hormuz oleh konflik Iran membuat biaya logistik pengiriman minyak ke Manila dan Bangkok melonjak hingga 40%.

Indonesia Tahan Kenaikan Harga BBM, Sampai Berapa Lama?

Saat negara-negara tetangga mulai merombak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pom bensin, Indonesia masih menimbang-nimbang.

Keputusan untuk menahan harga BBM dalam negeri, tak hanya berlaku bagi BBM bersubsidi melainkan juga BBM non subsidi.

Meski masih menahan kenaikan harga, namun tekanan pada nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS menambah beban impor bensin nasional.

Ekonom memperingatkan bahwa jika harga minyak menetap di atas USD115 untuk waktu yang lama, skema harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series kemungkinan besar akan terkoreksi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Buntut Perang Iran: Industri Semikonduktor Korea Selatan Terguncang, Ganggu Kinerja Samsung dan SK Hynix

Perbandingan Harga BBM di Asia Tenggara Sejak Pecah Perang Iran

Indonesia (Pertamina)

RON 92: Rp12.300

RON 95: Rp12.900

RON 98: Rp13.100

Solar subsidi: Rp6.800

Dexlite (non-subsidi): Rp14.200

Pertamina Dex: Rp14.500

Malaysia

RON 95: ± Rp8.500 – Rp11.400

RON 97: ± Rp13.000

Solar (diesel): ± Rp10.000-Rp11.500

Singapura

RON 95: ± Rp45.000

RON 98: Rp52.000 – Rp55.000

Solar (diesel): ± Rp45.000-Rp47.000

Thailand

RON 92: ± Rp23.000

RON 95: ± Rp23.000 – Rp24.000

Solar (diesel): ± Rp17.000

Vietnam

RON 92: ± Rp22.000 – Rp25.000

RON 95: ± Rp25.000+

Solar (diesel): ± Rp20.000-Rp21.000+

Lonjakan Harga BBM di Negara Asia Tenggara Lainnya

Di luar lima negara utama, lonjakan harga BBM juga mulai terlihat di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Laos, Kamboja, dan Myanmar. Perbandingannya adalah sebagai berikut:

Laos

Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,779 per liter atau Rp30.243 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,889 per liter atau Rp32.145 per liter.

Kamboja

Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Kamboja mencapai US$1,546 per liter atau Rp26.282 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,796 per liter atau Rp30.562 per liter.

Myanmar

Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Myanmar mencapai US$1,568 per liter atau Rp26.656 per liter. Sedangkan untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,741 per liter atau Rp29.626 per liter.

Baca Juga: IMF Data Negara yang Butuh Bantuan Imbas Perang Iran, Indonesia Termasuk?

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU