Selular.ID – Erajaya Digital mencatat pertumbuhan bisnis 17% sepanjang 2025, meski industri gadget secara umum dinilai stagnan.
Hal ini disampaikan Joy Wahyudi, CEO Erjaya digital kepada Selular dalam Bincang Eksekutif, Joy menegaskan bahwa capaian tersebut didorong oleh strategi ekspansi jaringan ritel modern di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Joy Wahyudi, industri gadget nasional masih menunjukkan minat tinggi dari konsumen, tercermin dari nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp76 triliun pada 2025.
Namun, pertumbuhan industri tidak merata dan cenderung stagnan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Dalam konteks tersebut, performa Erajaya Digital dinilai sebagai pencapaian signifikan di tengah dinamika pasar yang menantang.
Joy menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak semata-mata bergantung pada penjualan perangkat smartphone.
Ia menekankan bahwa pola konsumsi masyarakat telah berubah, di mana siklus pergantian perangkat tidak lagi secepat beberapa tahun lalu.
“Kondisi ini membuat penjualan ponsel tidak bisa lagi menjadi satu-satunya andalan dalam mendorong pertumbuhan bisnis ritel gadget,”ujar Joy, dalam Bincang Eksekufif di Jakarta 07/04/26).
Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, Erajaya Digital secara konsisten memperluas jaringan ritel modern di berbagai daerah.
Strategi ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran fisik perusahaan sekaligus meningkatkan akses konsumen terhadap produk dan layanan.
Dalam praktiknya, pendekatan ini mencakup pengembangan toko fisik, optimalisasi pengalaman belanja, serta integrasi layanan digital untuk mendukung transaksi.
Joy juga menyoroti pergeseran preferensi konsumen yang kini cenderung memilih berbelanja melalui kanal ritel modern.
Faktor kepercayaan, ketersediaan produk, serta jaminan layanan purna jual menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
Dalam konteks ini, keberadaan jaringan ritel yang luas menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan harga dan kualitas produk di pasar.
Menurutnya, harga yang terlalu rendah justru perlu dicermati karena dapat menimbulkan pertanyaan terkait keaslian atau kualitas barang.
Oleh karena itu, Erajaya Digital menekankan prinsip transparansi dan kepercayaan dalam setiap transaksi yang dilakukan melalui jaringan ritelnya.
Selain itu, perusahaan juga melihat pentingnya penguasaan pangsa pasar (market share) sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Dengan memperkuat posisi di kanal distribusi modern, Erajaya Digital berupaya memastikan ketersediaan produk yang kompetitif sekaligus mempertahankan loyalitas pelanggan.
Langkah ini juga diikuti oleh sejumlah pemain lain di industri yang mulai mengadopsi pendekatan serupa.
Dinamika industri gadget di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak lagi hanya ditentukan oleh volume penjualan perangkat, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun ekosistem ritel yang terintegrasi.
Hal ini mencakup kombinasi antara jaringan distribusi, layanan pelanggan, serta adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.
Ke depan, Erajaya Digital diperkirakan akan terus melanjutkan strategi ekspansi dan penguatan kanal modern sebagai upaya menjaga pertumbuhan bisnis.
Baca Juga:Erajaya Panen Raya, Raup Pendapatan Rp76,6 Triliun
Pendekatan ini menjadi relevan di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif dan menuntut inovasi dalam model bisnis ritel teknologi.


