Selular.ID – Persaingan vendor handphone di tanah air semakin seru lantaran banyaknya merek yang masuk ke Indonesia.
Xiaomi, Vivo, Samsung, Oppo, hingga merek di bawah Transsion seperti Infinix, Tenco dan Itel masih berada di posisi lima besar vendor smartphone di Indonesia.
Tetapi, jangan lupakan vendor-vendor handphone yang berada di luar lima besar dan berusaha masuk ke papan atas.
Sebut saja Realme, Nubia, Motorola, Nokia, iPhone, Honor hingga Huawei juga akan berusaha untuk masuk ke lima besar di tahun 2026 ini.
Pesaing serius tentu saja ada Nubia Indonesia menorehkan kinerja gemilang sepanjang 2025.
Brand smartphone asal China yang berada di bawah naungan ZTE Corporation ini mencatatkan pertumbuhan bisnis hingga 158% dibandingkan tahun 2024.
Lonjakan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pasar, strategi distribusi agresif, serta performa penjualan Nubia Neo 3 Series yang melejit.
Pencapaian itu disampaikan langsung oleh Maya Arneldi, PR & Brand Manager Nubia Indonesia di awal tahun 2026 ini.
Baca juga:
- Nubia Z80 Ultra Disebut Smartphone Pertama dengan Integrasi Native OpenClaw AI
- Sharp: Smartphone Strategi Jangka Panjang di Indonesia
Maya menjelaskan, kesuksesan Nubia di Indonesia tidak terlepas dari kekuatan global ZTE Corporation.
Saat ini ZTE beroperasi di lebih dari 160 negara dan wilayah serta menjangkau lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.
ZTE juga berhasil mempertahankan posisi nomor satu global selama lima tahun berturut-turut untuk kategori 5G MWA dan Mobile Broadband.
Sementara itu, lini gaming RedMagic konsisten menjadi brand smartphone gaming nomor satu di dunia.
“Inovasi adalah inti dari pertumbuhan kami. ZTE memiliki lebih dari 33.000 karyawan, dengan hampir setengahnya di bidang R&D,” ujar Maya saat acara media gathering di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Sharp Tidak Mau Ketinggalan
Tidak hanya Nubia, Sharp juga kembali menunjukkan konsistensinya di pasar smartphone Indonesia dengan strategi yang lebih agresif.
Hal tersebut ditunjukan dengan berfokus pada perangkat premium dan menengah ke atas, bukan HP Android murah.
Sharp mencoba membedakan diri dengan menghadirkan “desain khas Jepang” (clean design), build quality yang tangguh, dan performa layar/kamera yang unggul.
Sharp memboyong lini flagship seperti AQUOS R9 Pro dan R9 yang masuk ke Indonesia dengan kamera hasil kolaborasi bersama Leica.
Menurut Ardy, Smartphone Product Marketing Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, menambahkan nilai lebih AQUOS terletak pada kombinasi performa, ketahanan, kenyamanan dan teknologi display serta kamera yang presisi.
“Kami tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi pengalaman penggunaan yang konsisten, aman, dan bernilai dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Sharp memanfaatkan kerja sama dengan Leica untuk menonjolkan kualitas fotografi, mirip dengan strategi kompetitor lain di Indonesia.



