Selular.ID – PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp678,4 miliar sepanjang 2025, meningkat 79 persen dibandingkan Rp378,8 miliar pada 2024.
Kinerja ini diumumkan di Jakarta, 1 April 2026, dan menandai tren profitabilitas positif selama empat tahun berturut-turut di tengah persaingan industri bank digital di Indonesia.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis perusahaan.
“Performa positif sepanjang 2025 mencerminkan efektivitas strategi bisnis kami. Ke depan, kami akan terus menjaga momentum ini dengan fokus pada inovasi layanan digital yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” ujar Sasmaya dalam keterangan resmi.
Capaian laba tersebut melanjutkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, SeaBank mencatatkan laba sebesar Rp241,4 miliar, sementara pada 2022 sebesar Rp269,2 miliar.
Konsistensi ini menunjukkan keberlanjutan model bisnis serta penerapan manajemen risiko yang terjaga di tengah dinamika industri perbankan digital.
Secara fundamental, pertumbuhan kinerja SeaBank juga tercermin dari peningkatan sejumlah indikator utama. Hingga akhir 2025, total aset bank mencapai Rp44,4 triliun atau tumbuh 28,5 persen secara tahunan.
Dana Pihak Ketiga (DPK), yang merupakan dana yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito, tercatat sebesar Rp34,8 triliun, mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp32,1 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di level 1,82 persen.
Angka ini menunjukkan kualitas aset yang tetap terjaga. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada pada level 23,3 persen, mengindikasikan kapasitas permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Kinerja profitabilitas juga terlihat dari peningkatan rasio keuangan utama. Return on Assets (ROA), yang mengukur kemampuan bank menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, tercatat sebesar 2,3 persen.
Sementara Return on Equity (ROE), yang mencerminkan tingkat pengembalian terhadap ekuitas, mencapai 11,5 persen. Kedua indikator ini memperlihatkan efisiensi dan keberlanjutan model bisnis bank digital tersebut.
Selain kinerja finansial, SeaBank juga mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi basis pengguna.
Hingga Desember 2025, jumlah nasabah telah melampaui 28 juta pengguna.
Aktivitas transaksi pun meningkat, dengan rata-rata lebih dari 12 juta transaksi harian dan perputaran dana mencapai lebih dari Rp5 triliun per hari pada periode yang sama.
Menurut Sasmaya, pertumbuhan jumlah nasabah menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Ia menambahkan bahwa SeaBank berencana memperluas fitur layanan, termasuk peluncuran kartu debit pada tahun ini guna mendukung aktivitas finansial nasabah yang lebih luas.
Upaya penguatan ekosistem juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Women’s World Banking dalam menghadirkan platform digital UMKM Pintar yang diluncurkan pada November 2025.
Platform ini menyediakan akses pembelajaran gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan, untuk meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas bisnis.

Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, Junedy Liu, menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk memberikan materi praktis, mulai dari pengelolaan keuangan hingga digitalisasi usaha.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia.
Di sisi lain, hasil riset dari Ipsos pada 2025 menunjukkan bahwa SeaBank dinilai sebagai salah satu bank digital dengan produk tabungan dan deposito yang aman serta menguntungkan.
Survei yang melibatkan 300 responden di berbagai wilayah Indonesia tersebut mencatat 39 persen responden menilai produk deposito SeaBank aman dan memberikan keuntungan, sementara 46 persen menyoroti kemudahan pencairan bunga harian.
Hasil survei yang sama juga menunjukkan bahwa 47 persen responden menilai SeaBank unggul dari sisi biaya layanan yang rendah serta variasi program promosi.
Temuan ini memperkuat posisi SeaBank di tengah persaingan layanan perbankan digital yang semakin kompetitif.
Dengan pertumbuhan kinerja finansial, peningkatan jumlah nasabah, serta ekspansi layanan dan literasi keuangan, SeaBank menunjukkan konsistensi dalam memperkuat posisinya di industri bank digital Indonesia.
Perusahaan menyatakan akan melanjutkan fokus pada inovasi layanan dan pengembangan ekosistem guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan di periode mendatang.
Baca Juga: SeaBank Pilihan Milenial Kantongi Penghargaan Di Selular Award 2023



