Selular.ID – Pintu Academy membagikan lima strategi utama yang dapat diterapkan investor untuk menghadapi fase bear market kripto, yaitu periode penurunan harga signifikan yang berlangsung dalam jangka panjang dan sering memicu kepanikan pasar.
Dalam penjelasannya, Pintu Academy menyebut bear market sebagai bagian tak terpisahkan dari siklus pasar kripto.
Fase ini umumnya terjadi setelah aset mencetak harga tertinggi (all-time high/ATH) dan diikuti koreksi akibat tekanan jual, faktor makroekonomi, hingga kebijakan moneter global.
Secara historis, pasar kripto juga memiliki siklus empat tahunan yang berkaitan dengan peristiwa halving Bitcoin, yaitu pengurangan reward penambangan sebesar 50%.
Dalam siklus tersebut, fase akumulasi sering muncul saat harga bergerak sideways sebelum kembali naik.
Memasuki fase ini, Pintu Academy menekankan pentingnya strategi yang terukur dan disiplin. Berikut lima strategi utama yang disarankan:
1. Investor disarankan bersabar dalam menentukan aset dan target harga beli.
Dalam kondisi pasar turun, aset dengan fundamental kuat yang mampu bertahan relatif lebih baik dari Bitcoin dapat menjadi kandidat akumulasi.
Penentuan harga beli idealnya dilakukan melalui analisis, seperti mengidentifikasi area support historis, sehingga keputusan investasi tidak bersifat impulsif.
2Â Proteksi modal menjadi prioritas utama Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara berkala dalam jumlah tetap tanpa terpengaruh fluktuasi harga.
Strategi ini dinilai lebih efektif dibandingkan investasi sekaligus (all-in), terutama dalam mengurangi risiko volatilitas ekstrem di pasar kripto.
Selain itu, manajemen risiko tetap menjadi aspek penting, termasuk hanya menginvestasikan dana yang tidak dibutuhkan dalam 1–2 tahun ke depan, menjaga dana darurat, serta melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset.
3. Fokus pada fundamental aset Bear market sering menjadi fase seleksi alami bagi proyek kripto.
Aset dengan fundamental lemah cenderung tidak bertahan, sementara proyek dengan utilitas jelas, likuiditas tinggi, dan adopsi luas memiliki peluang lebih besar untuk pulih.
Dalam konteks ini, Bitcoin sering menjadi prioritas karena rekam jejaknya dalam setiap siklus pasar.
4. Memanfaatkan waktu untuk meningkatkan keterampilan dan analisis.
Fase bear market memberikan ruang bagi investor untuk memperdalam pemahaman terhadap analisis teknikal, seperti pola harga dan indikator, serta analisis fundamental, termasuk tokenomics dan faktor makroekonomi seperti inflasi dan suku bunga.
Kombinasi keduanya membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional.
5. Strategi short selling dapat menjadi alternatif bagi trader berpengalaman
Melalui mekanisme ini, investor dapat memperoleh keuntungan saat harga turun dengan membuka posisi jual pada kontrak derivatif.
Strategi ini umumnya efektif ketika tren penurunan telah terkonfirmasi secara teknikal atau saat terjadi relief rally, yaitu kenaikan harga sementara di tengah tren turun.
Pintu Academy menekankan bahwa setiap strategi memiliki risiko yang harus dipahami, terutama pada instrumen derivatif yang melibatkan leverage.
Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh dan disiplin menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika pasar kripto.
Baca Juga:Pintu Catat Lonjakan Transaksi Tokenisasi Aset Capai 45%
Dalam konteks yang lebih luas, fase bear market tidak hanya menjadi periode tekanan bagi investor, tetapi juga momentum untuk membangun fondasi investasi yang lebih kuat sebelum memasuki siklus pertumbuhan berikutnya.


