Selular.ID – Xiaomi melaporkan kinerja bisnis sepanjang 2025 dengan pengiriman 165,2 juta unit smartphone secara global serta 411 ribu kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Capaian ini menegaskan ekspansi Xiaomi yang tidak hanya berfokus pada perangkat mobile, tetapi juga memasuki industri otomotif berbasis listrik dalam skala besar.
Dalam laporan yang dipublikasikan melalui sumber resmi dan dikutip oleh GSMArena, Xiaomi menunjukkan pertumbuhan signifikan di dua lini bisnis utamanya.
Pengiriman smartphone tetap menjadi kontributor utama pendapatan, sementara divisi EV mulai menunjukkan peran strategis sejak debut produk kendaraan listrik perusahaan.
Performa ini tidak terlepas dari strategi Xiaomi dalam memperkuat ekosistem produk berbasis teknologi, yang mengintegrasikan perangkat mobile, Internet of Things (IoT), hingga kendaraan listrik dalam satu platform.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan membangun pengalaman pengguna yang terhubung secara menyeluruh.
Secara rinci, angka pengiriman 165,2 juta unit smartphone mencerminkan posisi Xiaomi sebagai salah satu pemain utama di pasar global.
Volume tersebut mencakup distribusi di berbagai wilayah, termasuk Asia, Eropa, dan pasar berkembang lainnya.
Xiaomi terus mempertahankan daya saing melalui kombinasi harga kompetitif dan spesifikasi perangkat yang agresif di berbagai segmen, mulai dari entry-level hingga flagship.

Di sisi lain, pengiriman 411 ribu unit EV menjadi indikator awal keberhasilan Xiaomi dalam memasuki industri otomotif listrik.
Langkah ini dimulai setelah perusahaan secara resmi memperkenalkan lini kendaraan listriknya, yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk diversifikasi bisnis di luar elektronik konsumen.
Ekspansi ke sektor EV juga didorong oleh investasi besar Xiaomi dalam riset dan pengembangan (R&D), termasuk teknologi baterai, sistem penggerak listrik, dan perangkat lunak kendaraan.
Integrasi antara sistem operasi kendaraan dengan ekosistem perangkat Xiaomi menjadi nilai tambah yang ditawarkan kepada pengguna.
Selain itu, Xiaomi memanfaatkan pengalaman panjangnya dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk menciptakan diferensiasi di pasar EV yang semakin kompetitif.
Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan perusahaan menawarkan fitur konektivitas yang selaras dengan perangkat mobile dan smart home.

Kinerja 2025 ini juga mencerminkan dinamika industri teknologi global yang semakin terintegrasi.
Produsen smartphone mulai memperluas portofolio ke sektor lain, termasuk otomotif, untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Dalam konteks ini, Xiaomi mengikuti jejak beberapa perusahaan teknologi yang melihat kendaraan listrik sebagai perpanjangan dari ekosistem digital.
Di tengah persaingan ketat di pasar smartphone, Xiaomi tetap mengandalkan strategi volume dan distribusi luas untuk mempertahankan posisinya.
Sementara itu, di sektor EV, perusahaan masih berada dalam fase ekspansi awal, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan penetrasi pasar.
Ke depan, Xiaomi diperkirakan akan terus memperkuat integrasi antara lini smartphone dan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi ekosistemnya.
Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman teknologi yang terhubung, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis inti perangkat mobile.
Baca Juga:Â Xiaomi Klaim Leica Leitzphone Bawa Evolusi Mobile Photography di Indonesia




