Selular.ID – WhatsApp memperkenalkan fitur baru berupa akun yang dikelola orang tua (parent-managed accounts) untuk pengguna usia pra-remaja.
Fitur ini diumumkan oleh Meta Platforms pada Maret 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di layanan pesan instan yang digunakan oleh miliaran pengguna di seluruh dunia.
Fitur tersebut dirancang untuk anak berusia sekitar 10 hingga 12 tahun yang ingin menggunakan WhatsApp dengan pengawasan orang tua.
Melalui sistem ini, akun anak harus ditautkan ke akun orang tua sehingga pengaturan privasi dan penggunaan dapat dikelola secara langsung dari perangkat orang tua.
Menurut penjelasan Meta, pendekatan ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran regulator dan keluarga terkait keamanan anak di internet, terutama pada platform komunikasi digital.
Dengan sistem parent-managed accounts, WhatsApp mencoba menyediakan akses komunikasi yang tetap aman sekaligus memberi kontrol yang lebih jelas kepada orang tua terhadap aktivitas digital anak.
Dalam implementasinya, akun anak tidak dapat dibuat secara mandiri. Proses pendaftaran memerlukan persetujuan orang tua yang terhubung melalui akun WhatsApp mereka.
Setelah akun dibuat, orang tua memperoleh akses ke sejumlah pengaturan keamanan yang memungkinkan mereka mengelola bagaimana anak menggunakan aplikasi.
Salah satu pengaturan utama adalah kontrol terhadap siapa saja yang dapat menghubungi anak melalui pesan atau panggilan.
Orang tua dapat membatasi daftar kontak sehingga hanya orang yang telah disetujui yang dapat berkomunikasi dengan akun tersebut. Sistem ini bertujuan mengurangi risiko interaksi dengan orang yang tidak dikenal.
Selain itu, fitur ini juga menyediakan pengaturan visibilitas profil. Orang tua dapat menentukan apakah informasi seperti foto profil, status, dan terakhir dilihat (last seen) dapat dilihat publik atau hanya oleh kontak tertentu.
Pengaturan tersebut disediakan untuk melindungi identitas dan aktivitas anak dari pengguna lain yang tidak dikenal.

WhatsApp juga membatasi beberapa fungsi pada akun yang dikelola orang tua. Misalnya, anak tidak dapat secara bebas bergabung ke grup tanpa persetujuan orang tua.
Admin grup harus mendapatkan izin dari orang tua sebelum akun anak dapat ditambahkan. Mekanisme ini bertujuan mencegah anak masuk ke percakapan kelompok yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Meta menegaskan bahwa perlindungan privasi tetap menjadi bagian dari sistem ini. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp tetap menggunakan teknologi end-to-end encryption, yaitu metode enkripsi yang memastikan hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi percakapan. Bahkan WhatsApp sendiri tidak dapat mengakses isi pesan tersebut.
Meskipun demikian, orang tua tetap memiliki sejumlah alat pengawasan. Mereka dapat melihat daftar kontak anak, mengatur siapa yang bisa berinteraksi dengan akun tersebut, serta mengontrol beberapa preferensi penggunaan.
Pengawasan dilakukan melalui panel pengaturan khusus yang terhubung dengan akun orang tua.
Pengembangan akun anak juga berkaitan dengan meningkatnya perhatian regulator global terhadap keamanan anak di platform digital.
Di sejumlah wilayah seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, perusahaan teknologi menghadapi tekanan regulasi untuk menyediakan mekanisme perlindungan usia yang lebih ketat, termasuk verifikasi umur dan kontrol orang tua.
Meta dalam beberapa tahun terakhir memang memperluas fitur keselamatan digital untuk pengguna muda di berbagai layanannya, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Messenger.
Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi keamanan platform, terutama untuk melindungi kelompok pengguna yang lebih rentan.
Dengan menghadirkan parent-managed accounts, WhatsApp berupaya menyediakan ruang komunikasi yang lebih aman bagi anak yang mulai menggunakan layanan pesan instan.
Fitur ini juga memberikan kerangka kerja yang memungkinkan orang tua tetap terlibat dalam aktivitas digital anak tanpa menghilangkan fungsi utama aplikasi sebagai sarana komunikasi sehari-hari.
Baca Juga:Â WhatsApp Siapkan Layanan Berlangganan dengan Fitur Premium



