Selular.id – Di saat harga smartphone melejit karena kelangkaan chipset dan RAM akibat untuk pasokan kecerdasan buatan atau AI, handphone second alias bekas jadi incaran masyarakat.
Pengamat gadget, Aryo Meidianto membenarkan jika handphone second menjadi alternatif konsumen saat ini.
“Di kala kenaikan harga hp yang tidak terkendali akibat kelangkaan RAM, tentu saja hp second jadi alternatif para konsumen,” ujarnya kepada Selular.id, Selasa (3/3/2026).
Aryo menambahkan bahkan tidak hanya smartphone second yang ramai jadi incaran para konsumen, tetapi juga ponsel demo unit.
Hp demo unit ini, jelasnya, tidak hanya bekas namun sudah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Baru saja kemarin saya melihat langsung acara yang dilakukan salah satu peritel saat saya datang di sore hari, banyak perangkat yang habis diborong oleh konsumen, padahal status perangkat tersebut adalah demo unit,” jelasnya.
“Para konsumen memborong hp demo unit ini karena harganya yang sudah turun separuh harga dari harga barunya,” lanjutnya.
Selain ponsel demo unit, alternatif lainnya bagi konsumen yakni handphone refurbished atau smartphone yang diuji ulang lagi usai diperbaiki agar layak jual kembali dengan fungsi yang normal.
Baca juga:
“Untuk yang menjual hp refurbished ini masih sangat jarang. Dari pantauan saya yang menjual hp refurbished langsung dari pabrikan hanya Vivo,” jelasnya.
“Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau,” lanjutnya.
Terkait handphone bekas yang paling laku, Aryo mengatakan merek Xiaomi, Oppo seri A dan Samsung seri A yang masih banyak menjadi incaran para konsumen.
“Itu yang saya lihat kemarin di event antara lain Xiaomi, OPPO seri A dan Samsung seri A di mana rata-rata di harga Rp800ribuan hingga Rp2 jutaan,” tandasnya.



