Selular.ID – SpaceX mengubah merek layanan satelit langsung ke perangkatnya menjadi Starlink Mobile, sebuah layanan yang menggunakan satelit generasi kedua dari orbit Bumi rendah yang diposisikan sebagai pelengkap jaringan 5G terestrial, bukan sebagai pengganti.
Dalam gelaran MWC 2026 di Barcelona, Wakil Presiden Senior SpaceX Michael Nicolls mengatakan satelit generasi kedua akan menjadi pengubah permainan, membawa perusahaan melampaui layanan pesan, suara, dan video yang kompatibel dengan LTE dari konstelasi satelit awalnya.
“Konstelasi generasi kedua akan memberikan kemampuan broadband ke ponsel yang tidak dimodifikasi, menjangkau ratusan juta perangkat seiring dengan perluasan konstelasi,” katanya.
Konstelasi generasi kedua memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya kinerja tautan satelit 20 kali lebih besar daripada generasi pertama.
Starlink Mobile dikonfigurasi untuk menyediakan konektivitas seperti terrestrial yang mampu menjangkau wilayah yang selama ini tidak tercover oleh layanan telekomunikasi tradisional.
Nicholls mengatakan layanan ini akan meniru jaringan 5G dalam hal pengalaman yang diberikan, meskipun ditekankan bahwa layanan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan infrastruktur berbasis darat.
Perusahaan memasarkannya sebagai pelengkap jaringan terestrial untuk area dengan cakupan yang jarang, atau sebagai opsi konektivitas selama bencana dan keadaan darurat lainnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci yang memungkinkan layanan generasi kedua adalah penggunaan spektrum satelit S-band yang diselaraskan secara global yang diperoleh SpaceX dari EchoStar pada 2025.
“Spektrum ini memiliki hak IT prioritas yang memungkinkan kami untuk memperluas konstelasi secara global dengan tunduk pada persetujuan peraturan dan menawarkan tingkat layanan yang konsisten di mana pun kami beroperasi.”
Nicolls mengatakan SpaceX berkolaborasi dengan produsen perangkat dan modem untuk memastikan kompatibilitas yang luas untuk Starlink Mobile, yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan 2027.
Ia menjelaskan peningkatan koneksi pada satelit generasi kedua dicapai dengan menggunakan “antena susunan fase besar, lima kali lebih besar dari satelit generasi pertama kami dan empat kali lipat bandwidth per beam”.
SpaceX berencana menggunakan beam 20x20MHz bersama dengan “kemampuan baru seperti MIMO pada satelit.
SpaceX menggunakan standar NR-NTN Release-19 dari 3GPP untuk meningkatkan pengalaman pengguna: Nicolls memperkirakan peningkatan kualitas koneksi hingga sepuluh kali lipat bagi pelanggan di tepi jangkauan satelit.
Ia mengatakan satelit terbaru akan memiliki kepadatan data hampir 100 kali lebih tinggi daripada generasi pertama, dengan kecepatan unduhan data hingga 150Mb/s dimungkinkan dalam kondisi yang tepat.
Laju peluncuran satelit diperkirakan akan lebih tinggi karena kapasitas muatan yang lebih besar pada roket Starship generasi berikutnya milik SpaceX.
“Tujuan kami adalah untuk mengerahkan konstelasi yang mampu menyediakan cakupan global dan berkesinambungan dalam waktu enam bulan, dan itu kira-kira 1.200 satelit,” pungkas Nicholls.
Baca Juga:
- SpaceX Kembangkan Perangkat Mobile Starlink dengan Konektivitas Satelit, Bukan Smartphone
- Elon Musk Bantah Starlink Buat Ponsel
Perangkat Mobile Tapi Bukan Smartphone
Rencana SpaceX untuk meluncurkan Starlink Mobile sebelumnya telah terdengar kencang sejak akhir tahun lalu.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk yang juga mengoperasikan layanan internet satelit Starlink itu, dikabarkan tengah mengembangkan sebuah perangkat mobile baru dengan konektivitas satelit langsung ke jaringan Starlink.
Namun perangkat itu bukan ponsel pintar konvensional (smartphone) seperti umum dipahami pada perangkat mobile saat ini.
Informasi awal mengenai rencana ini dilaporkan berdasarkan sumber yang memahami rencana internal perusahaan dan dikutip oleh Reuters dalam laporan yang beredar pada awal Februari 2026.
Menurut laporan tersebut, tujuan SpaceX mengembangkan perangkat baru ini adalah untuk menghadirkan pengalaman konektivitas satelit yang terintegrasi, yang secara fungsional menantang paradigma ponsel pintar tradisional, terutama dalam hal koneksi langsung ke konstelasi satelit Starlink.
Namun, Elon Musk secara langsung menegaskan lewat unggahan di platform X bahwa “kami tidak sedang mengembangkan ponsel” dalam arti perangkat smartphone yang umum dikenal saat ini.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek tersebut mungkin berfokus pada form factor ataupun fungsi yang berbeda dari smartphone konvensional.
Musk dalam bagian lain tanggapannya menyebut bahwa jika Starlink suatu hari mengembangkan perangkat yang terhubung langsung ke satelit, itu akan “sangat berbeda dari ponsel saat ini.”



