Selular.ID – Samsung Electronics dilaporkan mengajukan paten desain smartphone lipat baru yang mengindikasikan pengembangan Galaxy Z Flip versi lebih terjangkau.
Dokumen paten yang muncul melalui World Intellectual Property Organization (WIPO) menunjukkan konsep perangkat clamshell foldable dengan pendekatan desain berbeda dari lini Galaxy Z Flip yang saat ini beredar di pasar.
Dokumen tersebut pertama kali diungkap oleh media teknologi pada Maret 2026. Paten ini menampilkan desain ponsel lipat vertikal yang mempertahankan bentuk dasar Galaxy Z Flip, tetapi dengan konfigurasi modul kamera dan layar penutup (cover display) yang terlihat lebih sederhana.
Jika terealisasi menjadi produk komersial, perangkat ini berpotensi menjadi strategi Samsung untuk memperluas akses ke kategori smartphone lipat yang selama ini identik dengan harga premium.
Hingga saat ini, lini Galaxy Z Flip dan Galaxy Z Fold masih berada di segmen harga tinggi dibandingkan smartphone konvensional.
Berdasarkan ilustrasi paten yang dipublikasikan, perangkat lipat tersebut memiliki layar utama fleksibel yang dapat dilipat secara vertikal menggunakan mekanisme engsel.
Ketika perangkat ditutup, bagian luar menampilkan layar sekunder berukuran lebih kecil yang berfungsi untuk menampilkan notifikasi, informasi waktu, atau kontrol cepat aplikasi.
Desain layar penutup dalam paten ini terlihat berbeda dari generasi terbaru Galaxy Z Flip yang menggunakan cover display lebih besar.
Pada konsep paten tersebut, layar eksternal tampak lebih minimalis dan ditempatkan berdampingan dengan modul kamera ganda.
Pendekatan desain ini dinilai dapat membantu menekan kompleksitas komponen sekaligus menurunkan biaya produksi.
Dalam industri smartphone lipat, komponen seperti layar fleksibel, engsel presisi tinggi, serta layar eksternal yang besar menjadi faktor utama yang memengaruhi harga perangkat.
Dokumen paten juga memperlihatkan modul kamera belakang ganda yang ditempatkan secara horizontal di bagian atas perangkat.
Konfigurasi kamera tersebut mengikuti pola yang selama ini digunakan Samsung pada beberapa generasi Galaxy Z Flip.
Selain itu, ilustrasi desain menunjukkan perangkat dengan rangka yang relatif tipis dan bentuk lipatan yang rapat ketika perangkat ditutup.
Faktor desain ini penting dalam pengembangan ponsel lipat karena memengaruhi ketahanan mekanis serta kenyamanan penggunaan.
Samsung sendiri merupakan salah satu pelopor dalam kategori smartphone lipat komersial sejak memperkenalkan Galaxy Fold pada 2019.
Sejak saat itu, perusahaan secara konsisten mengembangkan dua lini utama, yakni Galaxy Z Fold yang menggunakan desain buku (book-style foldable) dan Galaxy Z Flip dengan desain lipat vertikal.
Strategi tersebut menempatkan Samsung sebagai salah satu produsen dengan portofolio perangkat lipat paling luas di industri smartphone global.
Perusahaan juga terus meningkatkan teknologi layar fleksibel dan sistem engsel untuk meningkatkan daya tahan perangkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen lain seperti Huawei, Oppo, Motorola, hingga Xiaomi juga mulai memasuki pasar smartphone lipat.
Persaingan ini mendorong inovasi desain sekaligus upaya menurunkan harga agar perangkat lipat dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun hingga kini, harga perangkat foldable masih menjadi salah satu hambatan utama adopsi massal.
Biaya produksi layar fleksibel dan komponen mekanis membuat harga smartphone lipat tetap lebih tinggi dibandingkan smartphone konvensional dengan spesifikasi serupa.
Pengembangan perangkat lipat dengan harga lebih terjangkau dapat menjadi langkah strategis bagi Samsung untuk memperluas basis pengguna.
Dengan menawarkan model yang lebih ekonomis, perusahaan berpotensi menarik konsumen yang tertarik dengan form factor foldable tetapi masih mempertimbangkan faktor harga.
Meski demikian, dokumen paten tidak selalu berarti produk tersebut akan diproduksi secara komersial.
Banyak perusahaan teknologi mendaftarkan paten sebagai bagian dari eksplorasi desain atau perlindungan kekayaan intelektual terhadap berbagai konsep perangkat.
Samsung sendiri secara rutin mengajukan paten terkait teknologi smartphone, termasuk mekanisme engsel, desain layar fleksibel, hingga konfigurasi kamera baru.
Beberapa di antaranya kemudian diadopsi dalam produk komersial, sementara sebagian lainnya tetap menjadi konsep desain.
Jika konsep perangkat dalam paten ini benar-benar dikembangkan menjadi produk nyata, Samsung berpotensi memperluas lini Galaxy Z Flip dengan varian baru yang lebih terjangkau.
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Flip7 5G
Pendekatan tersebut sejalan dengan tren industri smartphone yang mulai berupaya menghadirkan teknologi foldable ke segmen pasar yang lebih luas.



